
Sam hanya diam, setelah mendengar ucapan gadis kecil itu. Saras wanita cantik dihadapannya ini, terlihat wajahnya memerah. Mata mereka bertabrakan beberapa saat.
"Lilis! maaf Nak Sam, ia bicara asal asalan" ujar Bibi
"Tak apa Bu, anak kecil memang seperti itu" balas Sam dengan senyuman
"Tapi... aku sering...." Lilis tak melanjutkannya ucapannya karena ditatap oleh ibunya.
"Bukankah Nak Sam akan pergi?" tanya Bibi sebelum anaknya bicara yang bukan-bukan lagi.
"Iya Bi, aku rasa Sudahlah waktunya" ujar Sam melihat jam tangannya.
"Kalau begitu aku permisi ya. Dan kau Lilis sampai jumpa lagi dan belajar lah yang rajin" ujar Sam
"Tapi Paman akan kembali kan??" tanyanya
"Iya, tentu saja" balas Sam
"Apa akan lama?" tanyanya lagi membuat Sam merasa gemas
"Belum tau, tapi Paman janji jika semuanya selesai. Maka Paman akan datang lagi" ujarnya membuat kepala kecil itu mengangguk
"Baiklah" balasnya
"Kalau begitu, aku pergi dulu. Dah Lilis, Bibi dan Saras" ujarnya seraya melangkahkan kakinya menuju pintu dan Saras menundukkan wajahnya yang masih memerah.
"Dah....." ujar Lilis dengan kencang, sambilan melambaikan tangan kecil itu.
Sam baru saja sampai di depan pintu dan saat ia membuka nya ia dikagetkan dengan seseorang yang ia kenal tengah berada di dalam mobil yang tak jauh dari posisi mobilnya.
"Tuan sudah curiga ternyata" gumamnya yang masih berada di pintu.
"Apa ada yang....." Saras terkejut saat Sam kembali masuk dan mereka bertabrakan.
"Shut..." ujar Sam seraya telunjuk nya memberikan isyarat untuk diam.
Saras yang tidak mengerti dan masih terkejut hanya diam mengikuti perintah pria tampan itu, Sam perlahan membawanya Kemenlu masuk dan menjauh dari pintu
Aksi mereka dilihat oleh Bibi dan Lilis, karena penasaran mereka segera mendekat. Mungkin ada yang lupa dari pria tampan itu.
"Apa ada yang lupa Nak?" tanyanya pada Sam
"Tidak Bi" ujarnya
__ADS_1
"Lalu? apa Paman?" tanya Lilis
"Boleh aku minta bantuan?" ujar Sam membuat ke tiga orang itu saling berpandangan satu sama lain.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Para media sudah berkumpul di sebuah aula di hotel mewah di London. Di aula itu sudah berisi penuh awak media yang ingin mengetahui klarifikasi dari berita mengenai Alice sang model cantik dengan pria tampan itu.
Disebuah lorong, sebelum masuk lift terlihat Alice didampingi oleh Veer berjalan menuju Lift ke aula. Sepanjang jalan dapat Veer lihat kegugupan wanita itu.
"Kau sangat gugup?" tanyanya
"Hmmm, begitulah. Padahal aku sudah biasa disorot oleh media dan kamera tapi tetap saja aku terlihat gugup" ujarnya
"Dokter bagaimana?" tanyanya
"Hmmm, aku juga tapi...... percayalah semua akan baik-baik saja" ujarnya
"Hmmm" balas Alice
"Ayo, kita segera kesana!" ajak Jane
Tak lama ketiga orang itu langsung menuju aula pertemuan. Tak butuh waktu lama, mereka sampai dan para media langsung menyorot kedatangan yang mereka tunggu sedari tadi.
Veer mempersilahkan Alice duduk terlebih dahulu, dan tentu saja kamera terus menyorot dan mengambil gambar apapun dari pertemuan ini.
"Terimakasih atas perhatian dan waktu para awak media sekalian, tanpa lama lagi mari kita langsung saja"
Jane memberikan waktu pada Alice dan Veer untuk menyampaikan klarifikasi mereka mengenai berita terkait kedekatan mereka.
"Dan harap bertanya dan bersikap dengan sopan!" ujar Jane sebelum mundur sedikit.
"Jadi apa hubungan kalian sebenarnya Nona Alice?" tanya salah satu wartawan
"Dan apakah kalian sering pergi bersama?"
"Apakah Pria ini adalah tunangan anda?" pertanyaan bertubi tubi terus menghujani Alice maupun Veer.
Alice menyalakan mic nya dan membuat media langsung segera mengarahkan kamera padanya.
"Baiklah, saya akan menjawab pertanyaan kalian semuanya. Yang pertama hubungan kami...." Alice sejenak menatap Veer dan langsung mendapatkan anggukan dari pria itu.
"Kami tidak punya hubungan khusus, saat ini kami hanya dekat sebagai teman dan tidak lebih. Mengenai kami menghabiskan waktu kemarin, bukankah itu hal yang biasa? aku merasa penat dengan rutinitas ku sebagai model yang harus berhadapan dengan kamera. Aku hanya ingin refreshing dan kebetulan kami pergi bersama" ujar Alice
__ADS_1
"Dan untuk pertanyaan mengenai siapa pria disamping saya ini, kalian bisa bertanya padanya untuk lebih lanjut" ujar Alice, tak lama Veer mengambil alih dan Alice langsung menetralkan nafasnya.
"Bukankah anda Tuan Ranveer Ramones Berta?" ujar salah satu wartawan
"Iya, aku adalah Ranveer yang kalian maksud" ujar Veer tegas membuat para wartawan yang belum mengetahui tentang identitas pria itu langsung terganga.
Maklum saja, karena tampilan Ranveer yang biasanya hanya diketahui sebagai dokter dirumah sakit yang tidak terlalu disorot oleh media. Selain itu kehidupan nya tak suka diekspos dan terlebih ia sendiri tak suka memperlihatkan nya, cenderung lebih tertutup.
"Lalu bagaimana, dengan hubungan anda dengan Alice Tuan? apakah yang dikatakan oleh Nona Alice benar?" tanyanya wartawan lagi.
"Kami saat ini memang hanya berteman dan dekat, bukan berarti sebagai sepasang kekasih. Lagipula saat Alice dekat dengan seseorang dan pergi bersamanya, bukan berarti orang itu punya hubungan khusus bukan?" jelas Veer membuat media terdiam beberapa saat.
"Bukankah itu adalah hal yang normal, jika kita pergi dan berhubungan dengan seseorang? Alice juga manusia yang butuh sosial dan juga refreshing tentunya"
"Jadi kalian bukan sepasang kekasih atau tunangan?" tanya wartawan dengan rambut hitam panjang.
"Bukan!" ujar Veer
"Lalu bagaimana dengan foto yang beredar yang memperlihatkan kemesraan kalian seperti sepasang kekasih?" hal itu membuat Veer dan Alice saling berpandangan.
"Kami hanya berpegangan tangan, bukankah itu hal yang biasa? kecuali aku memeluk atau mencium dirinya baru kalian bisa pertanyakan hal itu"
"Kalau begitu apa Nona Alice sendiri ataupun Tuan Veer tidak pernah memiliki rasa satu sama lain?"
"Aku tidak bisa menjawab hal itu sekarang. Lagipula perasaan bisa berubah seiring waktu. Jika kalian memang mendukung tidak ada salahnya mendoakan bukan" ujar Veer membuat Alice memandanginya.
"Jadi aku minta jangan ada berita yang dibuat setelah ini lagi. Jika kalian menyayangi Alice ataupun artis dan model lainnya atau publik figur, dukunglah mereka dan doakan yang terbaik. Jika kalian merasa seseorang itu cocok atau tidak cukup lihat dan amati saja. Jangan berikan komentar yang jahat membuat mereka tidak tenang"
"Hanya itu yang dapat kami sampaikan, sekian konferensi pers hari ini" ujar Jane
Para media yang sudah mendapatkan jawaban, begitu juga dengan netizen langsung terdiam mendengar ucapan Veer tadi.
Siaran TV maupun media sosial langsung beramai ramai menyiarkan berita ini dengan tajuk klarifikasi Alice sang model cantik dengan Tuan Muda keluarga Berta.
Banyak orang yang mempercayai perkataan mereka, dan banyak juga yang merasa tidak percaya seolah ada yang ditutupi dan menunggu terbongkar nya hal itu.
"Kau sudah lihat?" ujarnya seraya mengambil gelas
"Ya, dia bijak sekali disana" balas pria itu yang memegang remote
"Menurut mu bagaimana?" tanyanya lagi
"Ayolah Math, kita ikuti saja permainan Dokter jantung itu mendapatkan jantung Alice" ujarnya membuat mereka tertawa bersama.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️❤️