
Suara monitor terdengar bersamaan dengan terbaringnya sosok wanita di tengah ranjang yang senantiasa terlelap. Seorang pria datang dan duduk disebelahnya sambil menggenggam tangan wanita itu.
"Cepatlah sadar, apa yang sebenarnya terjadi padamu?"
"Alice... ayo buka matamu."
Saat asyik bicara meskipun belum ada respon, seorang pria berjas putih datang dengan stetoskop di lehernya dan beberapa kertas di tangannya.
"Ada yang ingin ku sampaikan," ujarnya seraya masih memandang sosok wanita itu.
"Buruk atau baik?" tanyanya.
"Keduanya," ujarnya dengan cepat.
"Baiklah," ujarnya.
"Kau ingin dengar yang mana dulu?," tanyanya kembali.
"Yang buruknya dulu."
"Aku rasa ingatannya mulai kembali, atau lebih tepatnya perlahan datang kembali." Yang langsung saja membuat genggaman itu mengendur.
__ADS_1
"Untuk yang baiknya, ia akan segera sadar dan kita akan melihat perkembangannya."
"Aku tau....tapi inilah kenyataannya. Sepertinya ada sesuatu yang membuat daya ingatnya kembali lagi..."
"Tapi kau bilang..."
"Iya, tapi prediksi tidak selalu benar."
"Apa ia bertemu dengan seseorang yang mungkin menjadi penyebabnya? Karena aku rasa ia tidak mungkin ingat tiba-tiba begitu saja."
"Kita semua tahu, sudah hampir 6 tahun tidak ada masalah selama ini, dan tentu ada penyebabnya Veer."
"Aku..."
"Itu yang akan kita lihat segera!"
"Jangan khawatir, jika ia memang ditakdirkan bersamamu maka..."
"Ia akan tetap bersamaku! Aku pergi! Jaga dia sebentar." Veer langsung pergi meninggalkan ruangan dan membuat Raj terdiam memandangi kepergian sahabatnya itu.
"Apapun hasilnya nanti, aku harap kau tidak akan menyakiti perasaannya Alice... atau siapapun dirimu sebenarnya." Raj memandangi sosok itu yang masih tak sadarkan diri.
__ADS_1
Sedangkan Veer langsung pergi mengendarai mobilnya dan melaju dengan cepat entah kemana, pikirannya kalut saat ini antara tidak rela bahkan sungguh tidak rela jika Alice mengingat masa lalunya. Bagaimana nanti dengan dirinya? Ia begitu mencintai Alice dan ingin bersamanya bukankah takdir mempertemukan mereka? Lalu apa ini? Saat sedang mengendarai ia hampir saja menabrak pejalan kaki.
"Hei! Hati-hati bung!" ujar pejalan kaki itu yang tidak memperpanjang masalah dan Veer tentu membuka jendela mobilnya dan segera meminta maaf.
"Maaf!"
Saat akan melajukan mobilnya kembali, ponselnya berdering dan ia melihat nama Sid disana. Dengan segera ia menggeser tombol hijau itu dan panggilan langsung terhubung.
"Iya Sid! Ada apa?" tanya Veer dengan nafas yang masih terengah-engah.
"Ada apa Veer? Kau dimana? Kenapa terdengar kau..."
"Katakan ada apa?" Sungguh Veer tak ingin berbasa-basi saat ini, karena ia ingin memiliki tujuan yang harus segera diselesaikan.
"Datanglah ke perusahaan, ada sesuatu disini yang tak bisa diselesaikan oleh siapapun!" Setelahnya Sid langsing mematikan panggilan dan membuat Veer sedikit bingung dengan reaksi Sid.
"Jika ia begitu, pasti ada perihal penting. Aku akan segera kesana!" tanpa lama, veer segera putar balik dan menuju perusahaannya dengan cepat.
Hingga 30 menit kemudian, ia sampai dan segera turun yang langsung disambut oleh pegawai disana, dan mengarahkannya ke ruang pertemuan dimana ia telah ditunggu. Langkah seribu segera ia ambil untuk mu menuju kesana dan saat di sana, telah terlihat beberapa orang yang duduk dengan wajah yang tak bisa dijelaskan dan saya pintu terbuka telah terasa hawa yang tidak mengenakkan.
Apa yang sebenarnya terjadi?
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️.