
Rama mengindahkan Math dan duduk di salah satu sofa panjang yang menghadap ke laut lepas dan mengambil sebuah minuman.
"Ram!!!" namun ia masih diam dan melanjutkan minumnya.
"Ranveer!!!" membuat ia akhirnya meletakkan gelas itu dan menoleh pada Math
"Akhirnya kau memanggil nama ku ku juga" ujarnya
"Apa maksudmu??, kau benar-benar membawanya?" ujar Math
"Tentu saja, kau tidak lihat?"
"Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiran mu itu!!"
"Kalau begitu tidak usah dimengerti!"
"Aku akan keluar menemui penduduk desa, kita akan berangkat sebentar lagi" Tak lama Veer mulai beranjak dan keluar menemui penduduk desa.
"Shittt!!" Math hanya dapat mengumpat melihat reaksi Veer.
Saat diluar terlihat Sid yang sudah berdiri dihadapan penduduk desa, tak lama Veer segera kesana dan diikuti oleh Math.
"Terimakasih atas 1 minggunya disini, kami sangat senang disambut dan mendapatkan kehangatan dari kalian semua" ujar Veer sambil menatap semua penduduk desa.
"Kami juga senang apalagi disambut dan menikmati pantai yang indah beserta tradisi dan budaya dari desa ini" ujar Sid
"Kami juga senang atas kedatangan kalian semuanya Tuan" ujar penduduk desa
"Panggil saja seperti biasa, Nak Sid, Rama dan Math" lanjut Veer
"Baiklah Nak" balas kepala desa
"Kami akan segera berangkat, sampai jumpa lain waktu kami akan datang lagi, benarkan Math?" ujar Veer
"Iya, kami akan kembali" ujar Math
__ADS_1
Semua orang memberikan salam perpisahan dan pelukan terakhir untuk ke 3 pemuda itu, mereka sangat senang desa mereka disinggahi oleh anak konglomerat.
Dan sifat ke 3 pria itu sangatlah baik, mereka tidak memperlihatkan perbedaan status sosial diantara mereka, sangat ramah dan dapat menyesuaikan diri dengan baik.
Bahkan tanpa jijik, mereka terkadang membantu penduduk desa saat melaksanakan hal yang kotor atau mencari ikan dan mengolah nya, bahkan juga saat bergotong royong bersama penduduk.
"Kami berharap gadis itu segera pulih dan membaik" ujar salah satu penduduk
"Tentu, doa'kan ya" ujar Veer membuat wajah Math kembali buruk.
"Oh ya, dimana Nenek?" tanya Veer
"Ia tadi dirumahnya sedang membantu seseorang tadi yang kakinya terkilir" jawab penduduk.
"Aku baru ingat, tadi ia mengatakan kalian bisa pergi berangkat tak perlu menunggu nya" ujar kepala desa yang baru ingat pesan yang diterima nya.
"Aku..."
"Tuan muda kita tak punya waktu" ujar pria berkacamata itu
"Kami berangkat, jaga diri kalian" ujar ke 3 pria itu.
"Kalian juga, hati hati semoga sampai tujuan dengan selamat" ujar penduduk desa
Kapal mewah itu mulai menyala dan para penduduk melambaikan tangan mereka ke arah kapal yang mulai berjalan meninggalkan bibir pantai dan menuju ke tengah.
Rama mulai masuk kedalam kamarnya meninggalkan kedua pria itu.
"Kau lihat?" ujar Math
"Hmmmm?" balas Sid
"Aku yakin ia menemui gadis duyung itu!" ujar Math dengan kesal
"Biarkan saja Math, ia punya alasan sendiri" balas Sid
"Kau mendukung nya?" ucap Math tak percaya
__ADS_1
"Bukan begitu, tapi jiwa dokter nya membuat nya begitu ada keinginan membantu kesembuhan gadis itu" jelas Sid
"Tapi bagaimana jika ia merupakan penyihir?" balas Math
"Tadi kau bilang ia seorang duyung sekarang penyihir, dasar aneh! hilangkan pikiran buruk mu itu!" tak lama Sid pergi masuk meninggalkan Math sendirian.
"Kalian yang aneh!" teriak Math sambil memandangi laut lepas.
"Tuan muda" panggil seseorang yang membuat Veer menghentikan langkahnya.
Sedangkan di desa terlihat anak kecil berlarian menuju bibir pantai yang masih dikerumuni oleh penduduk desa.
"Hai Tina ada apa?" tanya kepala desa
"Apa Kakak tampan sudah pergi??" tanyanya
"Sudah, mereka sudah pergi, apa ada sesuatu?" tanya kepala desa itu.
"Hmmmm, tidak ada aku ingin mengucapkan salam perpisahan" ujar Tina
"Kita sudah menyampaikan nya tadi" ujar kepala desa itu.
"Apa mereka akan datang lagi?" tanyanya
"Sepertinya iya, tapi tidak tau kapan" ujar nya
"Baiklah kalau begitu" balas Tina
Tak lama kepala desa itu pergi meninggalkan gadis kecil itu yang tengah menatap laut lepas dengan sesuatu ditangannya.
"Padahal aku ingin memasangkan cincin milik kakak cantik itu, aku baru saja membersihkan nya" Ujar Tina menatap cincin indah itu.
Bersambung......
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
__ADS_1