
Terlihat jelas pria itu adalah Adnan yang sedang terlihat membawa sebuket bunga besar dengan ucapan selamat disematkan disana.
Rasanya Eisha ingin berteriak, namun lidahnya terasa kelu untuk bicara, ternyata pria itu sudah tau dan sengaja berdiri disana karena tau gadis itu akan datang.
Naura yang melihatnya pun tersenyum senang, dan menghampiri sahabatnya itu yang masih terpaku berdiri.
"Lihat, ia sudah datang" ucap Naura membuat Eisha tersadar dan segera menghampiri Adnan. Kaki jenjang itu segera melangkah begitu juga Adnan dengan membawa buket bunga ditangannya ia sedikit berlari menghampiri gadis itu yang terlihat sangat cantik dan menawan sekali.
"Aku terlambat tapi aku sudah berada disini kan, dan ini bunga untukmu selamat untuk gadis berkacamata ku" ujarnya yang langsung disambut Eisha dengan pelukan.
Adnan yang sedikit kaget langsung membalas pelukan itu, tak lama terdengar suara kesal dari Eisha yang membuat nya terkekeh.
"Dasar, kau sengaja mempermainkan ku ya, kenapa ponselnya tidak aktif, aku sangat cemas sekali dan aku tak butuh bunga nya" ucap Eisha meluapkan kekesalannya pada dada bidang itu.
"Maaf, ada yang harus ku urus, dan jalannya sedikit macet" ujarnya sambil mengelus rambut itu.
"Sudah jangan menangis, lihat riasan nya jadi jelek, kau akan berfoto bukan" ucap Adnan menghapus air mata itu.
"Aku bukan gadis berkacamata lagi" ujar Eisha yang membuat Adnan tersenyum.
"Memang bukan, tapi kau akan menjadi gadisku" gumamnya yang membuat Eisha menoleh kearahnya.
"Kau bilang sesuatu?" tanya Eisha
"Iya, ayo segera masuk" balas Adnan.
"Aku dilupakan lagi sepertinya" ujar Naura membuat sepasang adam dan hawa itu menoleh.
"Kau terlihat tinggi ya..., oh tentu saja karena kau menggunakan sepatu high heels ternyata" ujar Adnan memperhatikan penampilan Naura.
__ADS_1
"Seperti biasa kau ingin mengajak ribut" ujar Naura.
"Hei tuan, siapa yang kau ejek!" suara itu membuat Adnan menoleh ke belakang dan terlihat mata tajam itu menatapnya.
"Tentu saja dia, lagipula aku tidak mengejek itu kenyataan nya" ujar Adnan membuat wajah Vikram kesal.
"Berani beraninya kau bicara begitu pada No... Naura ku" ucap Vikram
"Oh, kau kekasih nya??, sepertinya kau terlihat seperti seorang bodyguard untuk nya" ujar Adnan membuat Naura tersentak begitu juga Vikram.
"Sudah, Adnan mereka ini memang sepasang kekasih, namanya Vikram mereka cocok kan" ujar Eisha menengahi pertengkaran itu.
"Memangnya ia seperti kau, yang tidak memberikan status untuk sahabat ku" ucap Naura menohok.
"Siapa bilang?, kau sok tahu sekali Nona" ujar Adnan memeluk bahu Eisha dan merapatkan dirinya, membuat Eisha berdebar dan merasakan tangan kekar itu memeluk nya.
"Kejutan, dan kau akan segera tau, sangat spesial" ujar Adnan memandangi mata coklat itu yang menatap padanya.
"Sungguh?" tanya Eisha
"Ya, jadi bisa bersabar sebentar lagi" ujar Adnan
"Kalau begitu ayo kita masuk" ajak Adnan sambil merengkuh Eisha.
"Aku mendapatkan reward, dan posisi pertama" ucap Eisha senang, ia meluapkan kebahagiaan nya pada Adnan dan pria itu merespon dengan senyuman dan terus menatap celotehan gadis itu sepanjang pintu masuk.
Meninggalkan Naura dan Vikram diluar, dan Naura segera menyeret Vikram beranjak dari sana sebelum Eisha sadar.
"Kenapa kau kesini??" tanya Naura pada Vikram
__ADS_1
"Maaf Nona, ini adalah perintah dari Tuan Besar" ujar nya dengan menunduk.
"Aku kan sudah bilang, kenapa tetap saja....aishh" ujar Naura kesal.
"Dan apa apaan pula itu, memang nya ada apa sampai perlu dikawal seperti itu!!" kesal Naura
"Untung saja Eisha tidak curiga" ujarnya lagi menatap pria itu yang tertunduk diam mendengarkan ocehan nya.
"Urus semuanya, dan tetap berakting seperti itu, mengerti!!" perintah nya
"Tapi Nona, bukannya..."
"Diam, dan ikuti perintah ku!, disini aku bosnya dan kalau kau tidak mau, maka kembali saja kesana!!" ucapnya kesal.
"Baik Nona" ujar Vikram pasrah.
"Jika ada kesalahan maka kau tau akibatnya!!" ucap Naura membuat Vikram bergedik ngeri.
"Iya Nona" ucapnya pasrah
"Ayo kembali, sebelum ia menyadari nya" Naura pergi berlalu meninggalkan Vikram yang merasa mengenali Adnan, ia sedang berfikir akan hal itu.
"Aku tidak mungkin salah, aku yakin pernah melihatnya, tapi dimana ya?" pikirnya namun semua itu segera hilang karena suara cempreng Naura.
"Iya, aku datang" teriaknya
Bersambung.....
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️
__ADS_1