
Sam merasa perutnya kekenyangan karena dipaksa Tuannya menghabiskan makanannya.
Setelah selesai sarapan, mereka langsung pergi menuju tempat pertemuan, Sam menyetir mobil dan melihat ke arah belakang tempat Tuannya berada. Sungguh pria itu tidak terlihat merasa bersalah sama sekali. Tak lama Sam segera melihat kembali ke jalanan dan pria itu tentu tahu bahwa Sam melihat nya tadi.
Akhirnya mereka sampai di tempat hotel mewah, dan langsung menuju ruangan tempat pertemuan. Di dalam lift, mereka saling diam dan hanya terdengar suara lift.
"Rapikan penampilan mu! aku tak mau disebut sebagai penyiksa bawahan!" ujar nya membuat Sam langsung merapikan penampilan nya.
Lift menuju lantai 5 dan setelah sampai, kedua pria itu langsung menuju salah satu ruangan dan saat mereka sampai, sudah terlihat pelayan yang mengantarkan mereka menuju meja pertemuan.
"Selamat pagi Tuan Bram" Ujar Sam memberikan salam
"Selamat pagi juga Sam, dan Tuan...."
"Aku harus panggil Tuan Adnan atau Kabir?" ujarnya membuat Sam langsung melihat wajah Tuannya yang mulai tak bersahabat.
"Anda bisa panggil Tuan Kabir atau K saja" ujar Sam
"Baiklah, senang bertemu dengan mu Tuan Kabir" ujar Bram yang tampak biasa saja.
"Senang bertemu dengan mu Tuan Bram" ujarnya kembali setelah menahan dirinya.
"Aku harap Tuan Bram tak lama menunggu" ujarnya
"Tak masalah, aku bahkan sudah senang bisa bertemu dan menjalin kerjasama dengan Anda Tuan Kabir" ujarnya
"Baiklah, bagaimana kita langsung saja membahas kerjasama nya" ujarnya
"Yan!" panggil nya
'"Baik Tuan, ini adalah butir perjanjian dan isi kesepakatan nya, silahkan dibaca kembali" ujar sekretaris Bram
"Kabir langsung melihat dokumen itu dan memindai nya dengan baik, mata tajam itu tak melewatkan apapun yang bisa membawa masalah nantinya.
Setelah cukup lama, akhirnya ia selesai dan meletakkan dokumen itu di meja, Bram yang melihatnya langsung membenarkan posisi duduknya kembali.
"Jadi bagaimana Tuan Kabir?" tanyanya
"Aku sudah baca, dan aku rasa sesuai dengan kesepakatan kita. Tak ada masalah" ujarnya
"Jadi...... kita sepakat?" Bram mulai mengulurkan tangannya untuk bersalaman pada Kabir
"Sepakat!!" balas Kabir
__ADS_1
"Kalau begitu aku pergi, senang bertemu denganmu" ujarnya mulai beranjak pergi
"Kenapa terburu buru Tuan Kabir, tak ada salahnya kita minum sebentar, lagipula cuaca juga mendukung untuk menikmati teh atau minuman hangat lainnya" ujar Bram
"Bukan begitu Sam?" tanyanya
"Kami sudah makan dan minum tadi" balas Kabir
"Aku ada urusan, jadi sampai jumpa!" Kabir langsung pergi dari sana dan Sam langsung memberikan salam kepada Bram. Dan Bram menganggukkan kepalanya tanda menerima, namun matanya tak lepas dari sosok Kabir hingga menghilang dari pandangannya.
"Kau lihat Yan? sungguh membuat penasaran!" ujarnya
"Benar Tuan, tapi kita termasuk beruntung bisa bertemu dengannya" ujar Yan
"Ya, kau benar" ujarnya
Sebuah kamar terlihat, seorang gadis langsung berteriak mencari seseorang yang sedari tadi ia cari.
"Kau dimana?????"
"Yuhuuuu!!!!!"
"Vik..... kau dimana??"
"Ada apa sayang?" tanya wanita paruh baya melihat putrinya berteriak sejak tadi
"Maaf Nona, saya terlambat" ujarnya membuat gadis itu langsung menoleh
"Darimana saja kau?"
"Suaraku hampir habis memanggil mu sejak tadi!" ujarnya
"Saya minta maaf Nona, tadi habis dari toilet" ujarnya
"Baiklah, tapi kau sudah minum obat kan?" ujarnya
"Sudah Nona, saya sudah meminum nya" ujar nya membuat senyum terbit di wajah gadis itu.
"Kalau begitu temani aku ke mall ya! aku ingin membeli barang dan baju" ujarnya
"Baik Nona" ujarnya
"Hati hati sayang" ujar wanita itu
__ADS_1
"Ya Mom, aku pergi dulu" ujarnya
"Vikram, jaga Naura ya" ujarnya
"Tentu Nyonya, kalau begitu saya permisi" ujarnya
Tak lama wanita itu memandangi kepergian 2 orang itu, putri nya bernama Naura telah kembali bangkit dan bersemangat lagi setelah melewati masalah yang bertubi-tubi menghadapi nya.
Hingga akhirnya senyum itu kembali datang sejak Vikram akhirnya sadar dan kembali pulih. Putrinya selalu merengek pada Daddy nya untuk menemui dan membantu pemulihan Vikram.
Dan hal itu tentu saja tak bisa ditolak oleh Daddy nya, baginya kebahagiaan putrinya adalah yang utama. Pemulihan yang dibutuhkan bukanlah sebentar, namun membutuhkan waktu yang cukup lama. Apalagi akibat yang ditimbulkan dari luka yang diderita oleh Vikram saat itu. Yaitu ia mengalami cedera pada bahu nya lebih tepatnya Fraktur.
Trauma dapat menyebabkan fraktur pada tulang-tulang yang menyusun bahu, dan cedera tersebut dapat membutuhkan operasi bila benturan menyebabkan tulang menjadi patah dan berpindah tempat dari posisi aslinya. Untuk kasus-kasus yang ringan, pengobatan biasanya membutuhkan imobilisasi dengan bantuan sebuah selempang hingga fragmen tulang sembuh. Biasanya ini memakan waktu sekitar 6-8 minggu.
Gejala-gejala fraktur bahu meliputi nyeri pada bahu, terasa empuk ketika disentuh, bengkak, perubahan warna atau kelainan bentuk pada daerah yang terkena dan keterbatasan pada gerakan Anda.
Tanda-tanda & Gejala-gejala
Bahu beku biasanya diawali dengan nyeri, yang menyebabkan orang yang terkena menghindari menggunakan bahunya. Hal ini mengakibatkan kekakuan dan semakin berkurangnya gerakan seiring dengan berjalannya waktu.
Tanda-tanda dan gejala-gejala utamanya adalah:
– Nyeri
– Kekakuan
– Keterbatasan gerak
dan dokter mendiagnosis dan melakukan pemeriksaaan terhadap bahu Vikram. Uji diagnostik berikut ini dapat digunakan untuk memeriksa tingkat keparahan cedera yang di alami:
– Rontgen
– Pencitraan resonansi magnetik/magnetic resonance imaging (MRI)
Pengobatan yang dilakukan yaitu Dokter meresepkan anti-inflamasi non-steroid (AINS) untuk membantu meringankan rasa nyeri. Fisioterapi juga dapat membantu meningkatkan rentang gerak bahu seiring dengan berjalannya waktu. Dalam beberapa kasus tertentu, dokter dapat menyarankan untuk menjalani intervensi bedah seperti misalnya artroskopi bahu.
Artroskopi bahu, atau operasi bahu artroskopik, adalah suatu operasi kecil dimana sebuah pipa kurus dan panjang yang di ujungnya terdapat alat untuk melihat, dimasukkan ke dalam daerah bahu untuk mengevaluai seluruh sendi bahu. Dokter bedah kemudian dapat membuat sayatan kecil untuk mengobati masalah yang ada.
Bersambung.....
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️😘😘😘😘
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!!
__ADS_1
Tamara mendapat hukuman dari ayahnya untuk pindah sekolah dan dimasukkan ke pesantren. Namun, siapa sangka justru di pondok itu ia bertemu dengan cinta pertamanya dan berlanjut hingga bertunangan tetapi dia harus LDR selama empat tahun untuk menyelesaikan kuliahnya setelah itu baru diberikan restu untuk menikah. Ketika waktu pernikahan tiba, tunangannya yang bernama Reza menghilang entah kemana. Dia hanya memberikan kabar kalau tidak bisa menikah dengan Tamara. Ayahnya yang sudah menyebarkan undangan kepada semua rekan kerjanya tentu sangat malu. Pada saat yang bersamaan Tamara mendapat lamaran dari guru ngajinya. Kemudian ayahnya memaksa dia untuk menerima lamaran ustad tersebut. Hatinya sangat hancur, terluka dua kali. Oleh pengkhianatan Reza dan pemaksaan ayahnya. Tamara harus menikah dengan orang yang tidak ia cintai demi menyelamatkan nama baik keluarganya dari rasa malu. Bagaimana perasaan Tamara menerima nasibnya?