Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Makan siang


__ADS_3

Setelah wasit mengeluarkan aba aba untuk memulai permainan. Baik Alice maupun Veer langsung saling memukul kok itu dan menjatuhkan lawan agar mendapati poin.


Para penonton langsung berteriak memanggil nama Veer ataupun Alice menyemangati mereka dan keluar menjadi pemenang.


Padahal baik Veer maupun Alice hanya saling bermain mendapatkan hiburan bukan untuk bersaing menjadi pemenang.


Namun tak apa, Alice tak mempermasalahkan hal itu, ia suka disemangati seperti itu. Dan bukan hanya teriakan penyemangat yang ia dapatkan. Tapi juga kilauan kamera yang menangkap potret dirinya beserta Veer.


Hingga Alice terus memukul serangan dari Veer. Dan ia berhasil mendapatkan poin membuat teriakan penonton semakin keras.


Veer yang melihat hal itu hanya tersenyum, sedangkan Alice mengeluarkan raut senang atas poin yang ia dapatkan.


Permainan kembali dilanjutkan, hingga poin menjadi imbang dan sekarang adalah penentuan. Para penonton diam sejenak sambil mata mereka terus memantau pergerakan kok itu yang dipukul kesana kemari.


Baik Alice ataupun Veer terus saling memukul dan tak mau kalah. Hingga serangan Veer langsung ditangkis oleh Alice membuat teriakan penonton tak terkendali karena suporter Alice meneriakkan kemenangan.


Pertandingan dimenangkan oleh Alice, dan Veer menuju Alice memberi selamat. Hal itu membuat Alice terkekeh karenanya.


Dan momen itu tentu saja tak lepas dari paparazi ataupun fans yang menangkapnya dengan kamera ponsel mereka. Bahkan ada juga yang memvideokan nya.


"Kau hebat sekali" puji Veer


"Oh ya?, aku rasa kau yakin mengalah?" ujar Alice


"Tidak, kau memang hebat" elak Veer


"Ok, pak dokter" Alice langsung tertawa kecil karena itu, begitupun dengan Veer.


"Baiklah aku akan istrirahat sejenak" ujar Veer.


"Ok, tapi aku masih ingin bermain" ujar Alice yang terlihat masih bersemangat.


"Tentu, lanjutkan lah Nona" balas Veer


Tak lama pria itu menuju kursi penonton dan duduk disana, sembari minum menyegarkan kepala dan tenggorokan nya dan juga melihat Alice bermain kembali.



Alice kembali melayangkan raketnya dan menangkis serangan lawan. Veer memandangi wanita itu yang tengah asik bermain dan sesekali tertawa dan juga berekspresi serius.


Dengan menggunakan pakaian serba hitam dan dengan rambutnya yang diikat kebelakang, membuat Alice terlihat cantik dan Veer tak bisa melihat kemanapun selain Alice.

__ADS_1


Hingga ronde berikut ini, Alice berhasil memenangkan nya dan membuat penonton bertepuk tangan dengan meriah dan meneriakkan namanya.



Hingga seseorang mendatangi Alice dengan perawakan tinggi berkulit putih, Veer melihat pria itu terus-menerus dengan mata hijaunya.


Dan mereka terlihat berbincang beberapa saat, terlihat sesekali Alice tertawa karena ulah pria itu. Membuat Veer merasakan kepanasan. Bahkan air dingin di tangannya tak mampu mendinginkan otak dan hatinya.



Hingga, pria itu masih belum pergi juga dan malahan ia meminta foto bersama Alice. Membuat Veer merasa mendidih, namun ia tak memperlihatkan nya pada siapapun karena ini merupakan tempat umum.


Dan ini bisa menjadi masalah nantinya, apalagi hubungan ia dan Alice hanya sebatas teman belum melangkah ke hubungan serius.


Setelah melihat pria itu pergi, Veer merasa lega dan segera menuju ke tempat Alice yang tengah beristirahat setelah bermain.


"Sudah lelah?" tanya Veer yang juga mendudukkan bokongnya di kursi itu.


"Sudah, tapi aku senang sekali" ujar Alice tersenyum


"Bagaimana kalau kita makan siang?" ajak Veer pada wanita berkulit eksotis itu


"Steak?"


"Pasta, aku ingin makan itu" ujar Alice membuat Veer mengangguk mengerti


"Baiklah ayo!" ajak Veer, mereka perlihatkan meninggalkan tempat itu dan paparazi tentu tak melewatkan momen sedetik pun.


Bahkan saat mereka pergi, paparazi tetap mengikuti mereka. Veer mengendarainya mobil dengan cepat dan dalam waktu singkat mereka sampai di salah satu restoran untuk makan siang.



Alice turun dengan memakai masker dan memakai pakaian olahraga bewarna hitam dengan sebuah cardigan bewarna senada di pinggang nya.


Namun rambutnya ia cepol agar tak merasa kepanasan. Setelah itu ia segera menuju restoran dengan Veer disebelahnya.


Paparazi terus menangkap momen itu dan Veer segera menggenggam tangan Alice untuk segera masuk ke restoran.


Akhirnya mereka duduk dekat jendela, tak lama seorang pelayan datang dan menanyakan pesanan kedua orang itu.


Alice segera mengambil buku menu dan melihat pesanan yang ada disana. Begitupun Veer melihat menu itu mencari makanan cocok di lidahnya.

__ADS_1


"Aku pesan pasta satu dengan jus jeruk" ujar Alice pada pelayan itu yang langsung mencatat pesanan nya


"Dan Dokter?" tanya Alice seraya melihat Veer yang belum memutuskan pilihan nya.


"Semuanya terlihat enak, apa kau bisa membantu ku memilih nya?" ujar Veer pada Alice


"Hmmm, baiklah aku akan memilih kan nya. Bagaimana kalau spaghetti dengan jus mangga?. Apa dokter akan menyukainya?


Atau sebaiknya aku memesannya sebuah salad atau kue buah?" ujar Alice seraya menatap menu restoran itu.


"Kalau begitu kenapa tidak coba saja, maksudku pesan saja semuanya" ujar Veer


"Dokter yakin?" tanya Alice


"Iya, anggap saja kita wisata kuliner, tidak ada salahnya bukan" ujar pria itu terkekeh


"Baiklah, kalau begitu kami pesan itu" ujar Alice pada pelayan itu


"Baik, mohon tunggu sebentar. Kami akan mengantarnya segera" balas pelayan tadi dengan sopan


"Terimakasih" ujar Alice setelah itu pelayan tadi meninggalkan mereka


"Kau tak masalah besok akan ada berita tentang kita?" tanya Veer


"Aku sudah terbiasa akan hal itu, yang seharusnya bertanya adalah aku. Apa dokter tak masalah dengan hal itu?" tanya Alice balik


"Aku...."


Bersambung.....


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️❤️❤️


Terimakasih semuanya


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho dan pastinya bikin nagih!! .


Daripada penasaran yuk baca nih cuplikan nya 🤭


Ningtiyas Paramitha adalah gadis 18 tahun baru lulus SMK jurusan tata busana. Dia harus menerima takdir dinikahkan siri dengan paksa oleh ayahnya dengan lelaki dewasa berumur 30 tahun dan telah memiliki istri bernama Alfarizi Zulkarnain. Kontrak nikah selama lima bulan tetapi Neng selalu mengalami kekerasan baik lahir maupun batin. perlakuan suami sirinya yang selalu melampiaskan kekesalannya akibat kesalahan istri sahnya. Setelah empat bulan berlalu Al meninggalkan Neng begitu saja, tanpa disadari Al meninggalkan benih janin di kandungan Neng. Akhirnya Neng meninggalkan desanya yang selama ini menjadi kebanggaannya. Pergi ke Jakarta untuk merubah nasib dan menyongsong masa depan yang lebih baik bersama janin yang dalam kandungan. Sayangnya takdir pertemukan mereka kembali setelah delapan tahun berlalu. Dengan situasi yang berbeda, apakah mereka akan bersatu kembali setelah Al mengetahui memiliki keturunan. Apakah Neng menerima cinta Al?


__ADS_1


__ADS_2