Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Kasak Kusuk


__ADS_3

Semua orang mulai meninggalkan tempat yang sudah basah karena hujan lebat itu, tapi tidak dengan pria tato itu. Ia tetap duduk disana sembari menatap tanah basah itu yang dihiasi bunga-bunga diatasnya.


Tidak perduli bajunya yang sudah basah dan tubuhnya yang diguyur oleh air hujan dan dinginnya air itu tak membuat nya bergeming.


Hingga seorang pria datang dengan payung ditangannya mendekat dan melindungi pria itu dari deras nya air hujan.


"Tuan, ayo kita pulang, hujan semakin deras, nanti Tuan bisa sakit" ujarnya


"Tak apa, sekalian saja aku mati dan dikubur juga" pria itu berucap membuat orang yang mendengar nya sedih.


"Tuan, Nona Eisha pasti akan sedih melihat Tuan seperti ini" ia bicara lagi agar pria itu mau pergi.


"Iya, aku merindukan cerewet nya yang selalu terngiang di telinga ku"


"Tapi lihat sedari tadi aku bicara dan memandangi nya, dia tidak bicara sedikit pun"


"Dia sedang marah karena perihal kemarin jadi, aku sedang berusaha mendapatkan maaf nya, apa kau tak mengerti!!!!!" Ia berteriak yang membuat orang yang berteduh mendengar nya.


Naura yang berada tak jauh dari sana, hanya bisa menangis di atas kursi rodanya itu, ia juga tak menyangka akan begini. Walaupun hatinya menolak tapi kenyataannya sekarang menampar dirinya.

__ADS_1


Dipastikan mayat itu adalah Eisha dari pakaian dan aksesoris yang ia gunakan, polisi segera menutup kasus itu yang dipastikan karena perampokan hingga mengakibatkan kematian.


Polisi tak dapat mengusut dengan tuntas, karena wilayah itu merupakan wilayah yang masih terjadi perdebatan antara negara perbatasan.


Sehingga jika ingin mengusut suatu kasus, maka bisa memakan waktu yang lama, meskipun saat ini Naura punya kuasa tapi ia berada di negara orang lain dan hanya Vikram yang menjadi saksi kejadian itu tapi dengan keadaan nya sekarang yang bertaruh antara hidup dan mati, ia tidak bisa membantu menyelesaikan kasus ini.


"Tuan!, anda mau kemana??" lamunan Naura buyar karena melihat kepergian Adnan yang disusul oleh Sam. Kate yang melihatnya hanya diam dan tak bersuara karena tidak ingin ikut campur.


Sam mengambil langkah seribu untuk menyusul Tuannya itu yang pergi entah kemana membawa mobil dengan kecepatan tinggi ditengah hujan.


"Nona, ayo kita pulang hujannya semakin deras dan kita akan memantau perkembangan Vikram" ujar Kate


"Eisha aku berjanji setelah Vikram sadar aku akan menyusut nya hingga tuntas dengan bantuan Daddy ku" Naura berucap dihatinya seraya memandangi baru nisan itu yang mulai menghilang dari pandangan nya.


Adnan memakirkan mobilnya dengan segera, ditengah hujan deras ia memasuki mansion mewah itu disusul oleh Sam.


Dengan wajah yang tak dapat dijelaskan, semua pelayan yang bekerja terdiam hanya menunduk melihat Tuan mereka melangkahkan kakinya menuju ke ruangan.


"Dimana dia!!!!!" tanya Adnan pada salah satu pelayan.

__ADS_1


"Beliau ada di paviliun" jawab pelayan itu dengan ketakutan.


Setelah mendapatkan jawaban, ia segera pergi kesana dengan cepat, Sam yang baru saja datang celingak-celinguk mencari keberadaan Tuanya yang entah kemana.


"Dimana Tuan??" Tanyanya seraya mengambil nafas.


"Ke paviliun" jawab pelayan itu, tanpa ba-bi-bu lagi ia segera menyusul kesana.


"Astaga, apa akan terjadi perang besar??"


"Aku rasa begitu, tidak kah kalian lihat wajah Tuan muda yang menyeramkan"


"Aku benar-benar takut sekali"


"Kasihan sekali Pak Sam"


Begitulah kasak kusuk antara pelayan yang melihat kejadian itu, berbagai pertanyaan dan ekspresif bertebaran di kepala mereka.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️


__ADS_2