
Alice segera mengangkat panggilan itu, tak lama ia mendengar suara pria dari seberang telepon yang membuat ia segera mengambil minum sebelum bersuara.
📞"Halo?" ujar pria itu
📞"Halo juga Dok" ujar Alice
📞"Apa aku menganggumu?" tanyanya
📞"Tidak, tidak aku sedang santai" balas Alice
📞"Kau baru pulang?" tanyanya lagi
📞"Iya, aku, maksudnya sekitar 1 jam yang lalu" balas Alice
📞"Begitu rupanya"
📞"Kau habis makan?" tanyanya yang membuat Alice merasa terkejut, bagaimana pria ini bisa tau.
📞"Bagaimana dokter tau?" ujar Alice
📞"Aku tahu kebiasaan mu, setelah pulang bekerja kau akan lupa makan. Nanti kau akan datang kepadaku dan mengeluh tentang perut mu yang sakit lagi, karena telat makan" jelasnya
membuat Alice terkekeh.
📞"Iya, aku sering begitu. Aku pasti merepotkan ya?" ujar Alice
📞"Tidak, aku senang melakukan nya" balasnya dengan segera
📞"Maksudnya?" tanya Alice yang merasa ambigu dengan jawaban pria itu.
📞"Maksudnya, bukankah itu sudah tugas ku sebagai seorang dokter?" ujarnya membuat Alice mangut mangut mengerti.
📞"Ah, iya benar" ujar Alice
📞"Apa ada hal penting yang ingin dokter sampaikan, maksudnya mungkin ada sesuatu..." Alice tidak melanjutkan ucapannya
📞"Iya, kau memang to the points ternyata" ujarnya
📞"Anggap saja begitu, hihi" balas Alice
📞"Baiklah, apa kau besok libur?" tanyanya membuat Alice berpikir sejenak.
📞"Hmmm, sepertinya aku besok kosong. Iya, jadwalku kosong" ujar Alice tanpa sadar membuat pria itu tersenyum
📞"Memangnya ada apa?" tanya Alice
📞"Aku ingin mengajak mu bermain Badminton besok" ajaknya
📞"Badminton?" beo Alice
__ADS_1
📞"Iya, bagaimana?" tanyanya
📞"Kebetulan sekali, aku baru saja memikirkan nya" kekeh Alice
📞"Sepertinya kita sehati" ujarnya dari seberang telepon
📞"Dokter bisa saja" kekeh Alice
📞"Kita bertemu dimana?" tanya Alice
📞"Aku adalah menjemput mu" ucapnya membuat Alice kaget
📞"Menjemput ku? kesini" ulangnya lagi
📞"Iya, tentu saja. Apa ada masalah?"
📞"Bu-bukan begitu..."
📞"Aku tidak menerima alasan apapun. Sampai jumpa besok! Dah!" setelah mengucapkan itu sambungan telepon pun terputus
📞"Ha-Halo?, aishh dasar ia sudah mematikan nya saja. Kebiasaan, tidak mendengar jawaban ku" kesal Alice
"Aku mengantuk sekali, sebaiknya aku segera tidur" Alice segera bangkit dan menuju kamarnya.
Sedangkan di kamar mewah, terlihat seorang pria yang tersenyum senang, setelah mendapatkan jawaban dari seseorang yang ia tunggu.
"Yes!!!!" ujarnya tak lama segera menuju ke ranjang dan melompat bahagia disana.
Namun kebahagiaan itu lenyap tiba tiba saja, saat pintu kamarnya terbuka. Sehingga membuat pria itu tiba tiba merasa kaku dan tidak dapat bergerak seiring orang itu melihatnya.
"Nak, kenapa kau melompat seperti itu?" ujar Mama nya bingung melihat tingkah putranya.
"A--ku hanya ingin..... ingin memeriksa kekuatan ranjang ini, ya aku ingin memeriksa kekuatan ranjang ini Ma" ujarnya
Mendengar jawaban putranya, wanita itu tentu merasa tidak percaya dan semakin merasakan keanehan dari gerak gerik putranya.
"Mama sendiri, ada apa kemari?" tanyanya cepat sebelum Mamanya bertanya lebih lanjut.
"Kau kan belum makan sayang, karena itu Mama kemari memanggil mu" ujar Mamanya
"Kalau begitu ayo, kita turun aku sudah sangat lapar" pria itu langsung turun dari ranjangnya dan segera merangkul pundak Mamanya dan segera meniggalkan kamar nya.
"Mama masak apa? aku yakin pasti enak" ujar putranya
"Hmmm, kau pasti akan suka apapun yang Mama masak kan, Veer?" ujar Rekha pada putranya
"Tentu Ma, apapun yang Mama masak adalah yang terbaik" balas Veer
"Baiklah, kalau begitu ayo, semuanya sudah menunggu untuk makan malam" ujar Rekha
__ADS_1
Saat mereka turun, terlihat Papanya serta Neneknya telah duduk manis menunggu kedatangan mereka.
"Ini dia, bintang utamanya yang membuat ku harus kelaparan dulu" ujar Papanya, sedangkan Veer yang mendengar nya hanya tersenyum kikuk.
"Jangan begitu Ram, cucuku ini pasti ada pekerjaan. Sehingga ia lupa untuk makan malam, benarkan Sayang?" tanya Nenek nya
"I-iya Nek" balas Veer grogi, apalagi saat melihat tatapan Rekha yang menjurus pada nya saat ini.
Veer pun segera duduk disebelah Papanya, dan pelayan segera menyiapkan makanan untuk majikan mereka.
"Tentu saja Bu, pekerjaan nya sangat banyak, bahkan saking banyaknya ia harus memeriksa kekuatan ranjang kamarnya" ujar Rekha membuat Veer tersedak dan yang lainnya menatap dirinya.
"Memeriksa kekuatan ranjang??" ucap Papanya serta Neneknya bersamaan.
"Apa maksudnya Rekha?" tanya wanita tua itu
"Kenapa tidak Ibu tanyakan saja pada cucu Ibu yang tampan ini? ujar Rekha
"Veer, katakan" ujar Papanya meminta penjelasan
"Itu, aku berencana membelikan ranjang, maksudnya hadiah ranjang pada temanku. Karena sebentar lagi ia akan menikah. Jadi aku kan tidak tau mengenai merk yang bagus. Jadi karena itu, aku melihat ranjang ku yang bagus dan mengujinya. Jika bagus, aku akan membelikan merk itu padanya" jelas Veer yang berharap agar penjelasan nya bisa diterima oleh keluarganya dan tak dilanjutkan lagi.
"Ayo, aku harap mereka percaya. Aku sungguh serasa disidang saat ini" batinnya menjerit
"Katakan siapa wanita itu?" ujar Papanya yang membuat Veer terbelalak
"Maksud Papa apa?" tanya Veer pura pura tidak mengerti
"Ayolah, Papa tau Veer. Papa juga pernah muda, gelagat mu itu, sudah bisa ditebak semua orang" ujar Papanya
"Apa dia wanita yang baik?" tanya Neneknya
Mau tidak mau, akhirnya Veer berkata jujur toh, ia sudah ketahuan juga oleh keluarganya.
"Ia wanita yang baik..."
"Kapan kau bawa kemari?" tanya Rekha
"Oh, ayolah Ma. Aku baru saja pendekatan dengan nya, tidak tau bagaimana perasaan nya padaku. Aku hanya menjalani nya saja dulu, dan ia adalah wanita yang baik. Aku yakin kalian semua sudah pasti mengenal nya" Jelas Veer membuat keluarga nya memandang satu sama lain.
"Mengenalnya?"
Bersambung......
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!! daripada penasaran yuk baca!!
__ADS_1
Cinta saja tak pernah cukup, begitulah kata para pepatah. Binar dan Albiru tidak pernah menyangka ujian cinta mereka justru hadir setelah mereka menikah. Masalah bertubi-tubi menghampiri rumah tangga mereka. Ada mertua dan ipar Binar yang terus mengganggu kenyamanan Binar. Belum lagi masalah orang ketiga yang selalu mencari celah untuk masuk di kehidupan mereka. Saat batas kesabaran Binar sudah diambang batas namun tidak ada satupun yang memihaknya. Lantas salahkan Binar bila ingin menyerah?
Dan selamat shalat Tarawih semuanya ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️😘😘❤️❤️❤️❤️❤️