
Perjalanan kembali dilanjutkan, mereka melewati jalan yang dikelilingi oleh laut dan tebing.
"Sinyal nya mengarah kesini Nona" ujar salah satu bodyguard itu.
"Kalau begitu terus lihat kiri dan kanan, mungkin kita akan melihat Vikram" ujar Naura.
Mata gadis itu, terus menatap jalanan ia berharap melihat Vikram berdiri disana.
"Nona sepertinya ada bekas ban mobil disini, dan mengarah ke...... jalan itu" Seorang bodyguard memperhatikan jalan yang terlihat bekas ban mobil.
"Apa sinyal dari Vikram mengarah kesana?" tanya Naura ia tak perduli dengan bekas ban mobil atau apapun yang ia inginkan hanya Vikram.
"Iya Nona bahkan semakin kuat" balasnya
"Kalau begitu segera kesana!" Naura tidak ingin membuang waktu lagi.
Mobil melaju kejalan itu, Adnan hanya memandangi jalan dari mobil yang dilewati nya.
"Sinyal nya mengarah ke sini Tuan" ujar Sam yang mendengar salah satu percakapan bodyguard itu.
__ADS_1
"Eisha" ia bergumam dan terus memanjatkan doa.
Mobil mereka berhenti tepat dihadapan sebuah mobil yang terlihat rusak akibat benturan dan tembakan ban belakang.
Naura segera turun dibantu oleh Kate dan disusul oleh Adnan dan Sam. Para bodyguard segera memeriksa mobil itu untuk mencari keberadaan Vikram.
"Vikram!!" panggil Naura dengan kencang.
"Cari cepat, sinyal nya disini!" ujar Kate
Semua bodyguard mulai menelusuri jalan itu dan berpencar ke segala arah.
"Nona, duduk saja kaki Nona belum sembuh" ujar Kate mendudukkan Naura di dekat batuan.
Jalanan yang begitu panjang disertai angin kencang dari laut tidak membuat Adnan berhenti mencari serta memanggil Vikram dan Eisha.
Pria itu terus mencari keberadaan Eisha ataupun Vikram, pikiran buruk menghantui pikiran nya saat ini. Sungguh ia sangat takut bagaimana dan dimana Eisha nya saat ini.
Ia berjanji setelah menemukan gadis itu, ia akan selalu bersama nya lagi dan tidak akan membiarkan nya pergi walaupun sesaat.
__ADS_1
"Eisha kau dimana?, aku sangat cemas" Adnan terus bergumam sembari menelusuri jalan itu.
Naura yang duduk meringis kesakitan karena kakinya belum sembuh total, serta merasa panas akibat bebatuan yang terkena sinar matahari membuat nya beringsut mundur kebelakang agar tak terkena panas. Dan netra nya melihat ada pohon yang bisa ia gunakan untuk berteduh.
Perlahan ia mulai beringsut ke belakang sambil melihat para bodyguard mencari Vikram. Hingga akhirnya ia sampai di pohon rindang itu dan memejamkan matanya sebentar.
"Vikram kau dimana?" akhirnya mata itu mengeluarkan cairan juga, tangannya menghapus air mata itu.
"Tidak, jangan menangis semuanya akan baik-baik saja" Naura terus bergumam semua nya akan baik-baik saja.
Setelah menghapus air mata nya, ia meletakan tangannya di tanah coklat itu, gadis itu mengerutkan keningnya saat merasakan tangan nya menyentuh sesuatu seperti cairan.
"Apa ini?" gumamnya sembari melihat tangan nya.
Kate yang baru saja selesai mengirim pesan walaupun belum terkirim, ia kaget saat melihat Nona muda nya menghilang dari tempat duduknya.
"Dimana Nona?" Kate celingak-celinguk mencari Nona nya yang sudah tidak ada disana, dengan segera ia mencari keberadaan gadis itu ditengah pencarian, hingga ia mendengar teriakan keras.
"VIKRAM!!!!!!" semua orang segera berlari menuju kesana. bahkan Adnan yang tengah menelusuri ke arah laut dikejutkan oleh teriakan itu.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️
Terimakasih semuanya 😘😘😘