Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Kebersamaan Sesaat


__ADS_3

Adnan baru saja sampai dan saat membuka pintu apartemen terlihat Eisha tertidur di sofa, Adnan mendekati nya dan mengelus pucuk rambut itu.


Tanpa sadar hal itu membuat Eisha terusik dan akhirnya bangun, dengan segera Adnan melepas elusan nya dan bersikap biasa.


"Maaf aku ketiduran, kau baru sampai??" tanya Eisha sambil merapikan rambutnya.


"Baru saja" balas pria itu.


"Bersiaplah, aku akan mengantarmu ke asrama" yang langsung saja membuat Eisha bangkit.


"Ada apa??" tanya Adnan melihat wajah gadis itu yang kelihatan tidak senang.


"Bukanya kau ingin segera kembali??" Adnan kembali bertanya.


"Iya, tapi aku sudah memasak untukmu, setidaknya makan dulu" gadis itu mengutarakan isi hatinya.


Adnan langsung melihat meja makan yang memang sudah tersaji berbagai hidangan lezat.


"Kau memasak nya??" tanya pria itu sambil menggeser kursi.

__ADS_1


"Bukan, itu hantu yang buat" ketus Eisha yang kesal dengan pertanyaan pria itu.


"Baiklah sepertinya aku harus berterima kasih padanya" Eisha semakin mendelik pada pria itu, namun orang yang ditatap justru lahap makan.


"Dasar tidak peka!" gerutu Eisha, Adnan mendengar nya dan tersenyum samar.


"Lain kali, aku akan meminta hantu itu masak lagi pasti menyenangkan" pria itu semakin gencar menggoda Eisha.


"Kau!!!", Eisha bangkit dan rasanya ingin memukul pria itu tapi tak bisa, ia langsung masuk kamar dan mengambil barang nya.


Beberapa saat kemudian, terlihat gadis itu dengan wajah cemberut nya keluar dan Adnan mengikuti nya, sepanjang keluar apartemen Adnan terkekeh melihat tingkah laku Eisha yang kesal itu. Mulutnya komat kamit dan kakinya ia hentakkan sembari beberapa kali melihat ke arah Adnan.


"Hei mau kemana??" Adnan tiba tiba menyahut saat melihat gadis itu berdiri dan akan duduk di motor.


"Iya, tapi lihatlah motor siapa yang kau duduki itu, motorku disini!" ujar Adnan sambil menunjuk motornya.


Eisha yang sadar langsung melihat ke depan pengemudi motor dan tersenyum nyengir karena sudah salah, karena merasa malu ia segera menutup wajahnya dengan tasnya.


"Maaf Paman aku salah naik, hehehehe" Adnan tak mampu lagi menahan tawanya melihat kejadian itu, sangat lucu baginya ditambah gadis itu memerah karena malu dan menuju ke arahnya.

__ADS_1


Eisha yang sudah sampai langsung kembali cemberut segera naik mendudukkan bokongnya dan Adnan melihat itu dari spion motor.


"Bagaimana rasanya??" tanya Adnan.


"Jangan bicara padaku!, aku kesal padamu!" ucap Eisha.


"Hahahaha, lain kali perhatikan langkah mu" ujar Adnan.


"Ini semua karena mu!" Eisha memukul pundak pria itu dan dengan sengaja Adnan menginjak gas dan membuat gadis itu kaget dan langsung memeluk nya.


"Sudah, sekarang kita jalan dasar cerewet" Adnan tersenyum karena aksinya berhasil, dapat ia rasakan tangan lembut itu memeluk tubuhnya.


Sedangkan Eisha wajahnya memerah dan langsung menyembunyikan nya agar pria itu tidak tau, dan jantung nya saat ini berdetak tak karuan dan dapat ia rasakan perut kotak itu ditangannya.


Adnan melajukan motornya dengan kecepatan sedang menikmati kebersamaan mereka sebentar saja, disaat bersamaan Eisha mencoba melepas tangannya namun pria itu menahannya, membuat Eisha bingung dan kaget.


"Tak apa, aku takut kau terjatuh" ucap Adnan lembut.


Sungguh hati Eisha senang sekali, meskipun ia tidak mengerti sulap pria ini tidak masalah kan ia menikmati nya sebentar saja dan alasan apapun tak masalah, asal ia bisa menikmati kebersamaan sesaat ini.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa berikan dukungan ya biar author makin semangat ❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2