
Para penjaga membuka gerbang dan mobil mewah itu memasukkan pekarangan, tak lama sang pria di depan membukakan pintu untuk Tuannya.
Pria gagah itu keluar dari balik pintu mobil itu dan memasuki rumah dan disambut oleh pelayan disana yang telah berjejer.
"Selamat datang Tuan" ucap serempak pelayan itu.
Pria itu hanya mengangguk diiringi oleh pria yang sedikit pendek darinya, baru saja ia mendudukkan bokongnya di sofa, terlihat seorang wanita paruh baya datang dan menyambut nya.
"Selamat datang Tuan, senang bertemu anda lagi" ucap wanita itu.
"Ya, sudah lama kita tidak bertemu bibi" balasnya.
"Apa Tuan butuh sesuatu?" tanyanya lagi
"Bawakan aku jus mangga saja, dan lain kali panggil saja seperti biasa telinga ku terasa aneh mendengar nya" balasnya
Wanita paruh baya itu hanya tersenyum sambil mengangguk-angguk kepalanya dan segera menuju dapur, tak lama ia kembali dengan segelas jus ditangannya.
"Ini untuk mu dan ini untuk mu Sam, kalian pasti lelah dari perjalanan menuju kemari" ujarnya sambil memandangi 2 pria tampan itu.
"Terimakasih Bi Shu" ucap pria bernama Sam itu sambil meminum jus nya.
"Ada yang lain lagi??" tanya nya dengan lembut
"Tidak ada, bibi boleh kembali" ujar pria itu
Wanita itu langsung pergi dan meninggalkan kedua pria itu disana, sesaat kemudian pria gagah itu beranjak dari sofa itu dan mulai menaiki tangga menuju lantai atas, diikuti oleh pria bernama Sam.
__ADS_1
Hingga mereka sampai di ruangan yang dihiasi berbagai barang mahal dan senjata pajangan, menempel indah disana.
"Tuan, bagaimana jika mereka bertindak diluar kesepakatan?" tanya Sam pada atasannya itu.
"Kau lupa ingatan atau pura-pura bodoh Sam?" tanyanya memainkan kursi putarnya.
"Maaf Tuan" balasnya menunduk
"Kau terlalu banyak meminta maaf, apa perlu ku buat kau diam?" ujarnya membuat Sam menelan ludah.
"Tidak Tuan" ucapnya.
"Jadi, apa ia menghubungi mu lagi??" tanya nya
"Tidak Tuan, beliau hanya berpesan untuk segera dilaksanakan dan setelah itu, anda bisa kemanapun seperti biasa" jawabnya.
"Sebentar lagi makan malam tuan, saya harap anda tidak lupa" Sam mengingatkan Tuannya itu.
"Kau tak perlu khawatir, aku akan turun jika aku lapar" ucapnya sambil memandangi lukisan.
"Baik Tuan, saya hanya ingin menyampaikan itu, kalau begitu saya permisi" Sam segera pergi dan menutup pintu besar itu, meninggalkan pria itu sendirian.
Sambil memandang lukisan itu sesekali ia memejamkan matanya, mengingat masa lalu yang begitu indah namun harus lenyap dalam keadaan semalam.
🌹🌹🌹
Dibawah, tepatnya dapur terlihat wanita paruh baya tadi ia adalah bibi Shu yang tengah memotong sayuran dibantu pelayan lain.
__ADS_1
Tak lama ia mendengar suara langkah kaki menuju ke arah nya, dan seketika ia langsung menoleh.
"Sam?" ucapnya pada pria itu.
"Hai Bi, masak apa??" tanyanya sambil melihat sayuran dan bahan lain di meja.
"Cumi balado dengan sayur jamur" jawab bibi Shu.
"Pasti enak sekali" ujarnya.
"Bagaimana dengan nya" tanya bibi Shu menghentikan pergerakan Sam mengambil air di kulkas.
"Seperti biasa, begitulah tak ada yang spesial" jawabnya kemudian meneguk air dingin itu.
"Kau senang sekali meminum air dingin itu" ujar bibi Shu.
"Karena sangat menyegarkan, seperti seseorang yang menemukan kolamnya lalu melepas dahaganya juga membasahi hati yang sekian lama kering itu" ujar Sam yang membuat bibi Shu penasaran.
"Apa maksudnya??, apa kau.."
"Bukan Bi, tapi dia" ucap Sam seketika wajah bibi Shu ceria.
Bersambung.....
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️
Terimakasih semuanya
__ADS_1