
Ranveer sampai di bangunan menjulang tinggi itu yang merupakan salah satu aset kebanggaan keluarganya. Pria itu menghela nafasnya sejenak dan ia segera masuk ke dalam bangunan itu, yang dimana saat ia masuk, sudah terlihat para pegawai yang berdiri berjejer dengan senyuman di wajah mereka dan memberikan salam kepada Ranveer yang dibalas senyuman oleh pria itu.
"Selamat pagi Presdir Ranveer," ujar mereka semuanya.
"Selamat pagi juga untuk kalian semua," balas Ranveer dengan senyuman yang membuat para pegawai wanita meleleh dibuatnya.
Setelah itu dengan segera ia masuk dan menaiki lift menuju ruangannya, dimana tempat ia akan mulai bekerja, lift itu menunjukkan angka 16 dimana ruangannya berada. Dengan segera Veer melangkahkan kakinya kesana, saat masuk terlihat ruangan itu bernuansa hitam dan putih sesuai warna kesukaan Ranveer, pria itu duduk dan melihat jam di tangannya yang menunjukkan sekitar 30 menit lagi pria itu akan segera datang.
Kabir bersama Sam baru saja meninggalkan kediaman mereka, dimana Sam langsung menjalankan mobilnya segera dan kepergian mereka langsung mendapatkan tatapan maut dan tak suka dari jendela balkon.
"Aku akan menyingkirkan mu Sam!," ujarnya.
Alice baru saja sampai dan segera menuju ke ruangan pertemuan kerjasama nya dengan perusahaan besar ini, diikuti oleh Jane, ia segera masuk dan terlihat para pegawai membicarakan kecantikan Alice dan memuji dirinya.
Alice segera bertanya pada wanita yang berdiri di depan pintu dan memberikan senyuman kepadanya.
"Nona, mari silahkan masuk, Presdir ada didalam,"
"Baik, terima kasih," balas Alice yang kemudian ia masuk dan melihat seseorang membelakanginya dan terlihat kursi itu diputar yang bertanda sosok itu akan melihat dirinya.
"Selamat pagi....," Alice tak melanjutkan ucapannya melihat sosok dihadapannya saat ini.
"Alice!," panggilannya tak percaya melihat wanita yang mengisi hatinya berada di hadapannya saat ini, ia terlihat cantik menggunakan pakaian itu.
__ADS_1
"Pak dokter, maksudnya Presdir," ujar Alice sedikit canggung membuat Veer tertawa.
"Aku tidak menyangka kau adalah model yang ditunjuk untuk kerjasama ini," ujar Ranveer.
"Aku juga...," balas Alice.
"Ayo, silahkan duduk," ujar Veer dan membuat wanita cantik itu duduk.
"Alice, sepertinya aku ada urusan sebentar, aku pergi dulu ya," ujar Jane.
"Baiklah, hati-hati ," balas Alice dan diikuti oleh Veer. Sehingga Jane segera pergi dan meninggalkan kedua orang itu.
"Jadi.... eumhhh.... dokter terlihat berbeda dengan pakaian itu," ujar Alice membuat Ranveer semakin berdebar-debar.
Mereka terdiam setelahnya, tak tau mau bicara apa dan saling tenggelam dalam pikiran masing-masing. Hingga lamunan diganggu oleh kedatangan sekretaris Veer yang membawakan pesan.
"Maaf Presdir, mereka sudah datang," ujarnya
"Baiklah, sambut mereka aku akan segera kesana," balas Veer yang melihat ke arah Alice memberikan kode untuk mereka berangkat ke ruang pertemuan.
"Iya," ujar Alice mengikuti Veer menuju ruangan pertemuan.
Sedangkan disana Kabir dengan Sam sudah disambut dengan baik, dan mereka duduk di sofa yang nyaman dan dekorasi ruangan yang elegan.
__ADS_1
"Kau sudah menyiapkan semuanya kan Sam?," tanya Kabir.
"Sudah Tuan, saya sudah siapkan," balas Sam dengan mengeluarkan dokumen penting.
"Bagus!," ujar Veer.
"Salam Tuan, presdir sudah datang," ujar wanita berpakaian hitam dan putih itu dengan blazer hitam. Sam dan Kabir langsung segera berdiri, dan pintu itu terbuka lebar dan memperlihatkan Veer dengan gagah dan Kabir langsung berwajah datar, karena ia sudah menduga hal ini.
Namun wajah datarnya berubah menjadi kesal saat melihat siapa yang berada di belakang Veer, yang juga masuk dan masih menunduk sehingga tak melihat siapa yang berada dihadapannya saat ini.
"Selamat pagi Presdir Kabir," ujar Veer yang dibalas dengan uluran tangan Kabir.
"Selamat pagi juga Presdir Veer," yang membuat Alice langsung mendongak dan menatap ke arah suara yang dikenalnya.
"Dia???"
Bersambung....
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya author yang berjudul "Saathiya" mohon dukungannya ya.
__ADS_1