Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Tidak mengerti


__ADS_3

Veer menemui duo laknat itu, dan terlihat mereka memang sedang menanti kedatangan Veer. Veer merebahkan tubuhnya di atas kasur yang tak jauh dari Math duduk.


"Sepertinya pembicaraan yang berat" ujar Sid melihat keadaan Veer.


"Ya, sepertinya begitu," ujar Math.


" Aku diminta mengurus proyek baru" ujar Veer.


"Kau meninggalkan profesi mu?" tanya Math,. yang langsung saja membuat Veer menggeleng.


"Oh... maksudnya hanya untuk menangani proyek ini?", ujar Math lagi membuat Veer mengangguk.


"Dan kalian tau... dengan siapa aku akan bekerjasama?," tanya Veer sambil menatap kedua orang itu.


"Tidak!" ujar Math.


"Kabir!," ujar Sid membuat Veer langsung mengangguk.


"Tepat sekali!," ujarnya.


"Maksudmu... dengan pria yang berdansa dengan Alice?."

__ADS_1


"Hmmmmm, tak perlu kau perjelas." Balas Veer.


"Aku bingung..." Math tak melanjutkan ucapannya membuat Veer penasaran.


"Mengenai apa?," tanya Veer.


"Kabir! pria itu... bukankah ini pertama kalinya ia kemari dan bertemu dengan kita, lalu kenapa aku melihat dia sepertinya tak menyukai mu Veer, melainkan..."


"Ia lebih tertarik pada Alice seperti ada sesuatu diantara mereka." ucapan itu keluar dari bibir Sid membuat keduanya terdiam.


"Aku juga tidak mengerti!" balas Veer lalu meninggalkan kedua pria itu.


"Apa? aku berkata yang sebenarnya itu yang aku simpulkan dari pengamatan ku."


"Dan aku rasa kau juga melihatnya Math!," ujar Veer sambil memandangi Math.


Disisi lain, Sam membukakan pintu untuk Kabir agar ia segera beristirahat. Pria itu sedikit kesulitan karena tangannya yang terluka dan berbalut perban.


"Silahkan Tuan!," ujar Sam.


"Hmmmm, terimakasih." Balas Kabir.

__ADS_1


"Tuan butuh sesuatu?," tanya Sam.


"Tidak! kau bisa tinggalkan aku" ujar Kabir yang langsung meninggalkan Kabir yang sedang berbaring di ranjang empuk nya. Pria itu menutup pintu kamar Tuannya dan mulai mengeluarkan ponselnya sambil tangannya menekan nomor seseorang dan mengetikan sesuatu disana.


"Selesai!," ujarnya dengan senyuman.


"Aku tidak mengerti! ada apa dengan hatiku? kenapa saat melihatnya aku merasa tidak asing dan sudah mengenalnya. Jantung ku berdetak dengan cepat dan aku ingin sekali selalu berada didekatnya. Saat ia bersama pria itu aku merasa sangat gelisah dan tak suka melihatnya. Ada apa dengan diriku!!!" Kabir memandangi dirinya di depan cermin besar di kamarnya. Pria itu mencoba mengingat sesuatu, namun bukan ingatan yang ia dapatkan tapi justru kesakitan luar biasa di kepalanya.


Hingga ia akhirnya berteriak dan mulai mencari sesuatu di lemari dan laci meja nya. Sekuat tenaga ia mencoba mencarinya, namun tak ia temukan. Hingga akhirnya ia tumbang dan berteriak semak keras membuat Sam yang baru saja duduk langsung bangkit dan berlari ke kamar Kabir.


Bersambung.....


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat dan mohon maaf cuma satu bab hari ini.


Dan mumpung hari Senin boleh beri vote nya ya, terimakasih banyak 🥰🥰.


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!



Jingga yang gendut berubah menjadi cantik setelah bertemu dengan Langit. Akhirnya berniat membalas dendam pada keluarganya yang selalu menyiksa dia sejak kecil. Bahkan Kakak tirinya berusaha untuk melecehkannya. Mereka juga selalu menghinanya. Kini dia sudah cantik. Jingga juga menjadi anggota perkumpulan rahasia. hubungannya dengan Langit hanya sebagai teman walau Jingga mencintai Langit. Jingga tahu Langit adalah playboy. Langit takut dengan komitmen dan pernikahan. Sampai suatu hari Langit benar-benar merasa kehilangan Jingga. Dia berjanji tidak akan melepaskan Jingga dan akan menikahinya.

__ADS_1


__ADS_2