Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Kemana?


__ADS_3

Veer langsung terbangun setelah mendapatkan gedoran dan teriakan dari keluarga nya yang memanggil dirinya.


Pria itu segera memakai kaos nya dan langsung turun, bahkan wajah itu masih muka bantal.


"Ada apa?" tanyanya dengan keadaan mengantuk


"Lihatlah, sang trending topik masih berada dalam mimpinya" ujar Rekha


"Apa maksud Mama?" tanyanya lagi sungguh ia bingung sekarang.


"Lihat itu!!" tunjuk Rekha mengarah ke layar kaca lebar itu.


Veer yang mulai membuka matanya langsung melihat kesana, ia melihat ada gosip terkini yang sering ditonton Mamanya. Perlahan-lahan ia membaca huruf itu yang menjadi headline nya.


Mata hijau itu langsung terbuka lebar dan membesar setelah membaca tulisan disana. Dan langsung saja terlihat keluarga nya seakan meminta penjelasan padanya.


"Sudah lihat kan? jadi jelaskan!" pinta Papanya


"Itu, aku bisa jelaskan" ujarnya


Akhirnya ruang tamu itu menjadi sidang dadakan dengan tersangka utama Veer saat ini, yang terlihat menghela nafas panjang nya.


"Jadi..... ia adalah wanita itu?" tanya Neneknya yang mulai pembicaraan


"Iya Nek, itu benar" ujar Veer


"Sejak kapan?" Tanya Rekha


"Sejak....aku rasa sudah hampir 3 tahun" ujarnya


"Apa!!!" ujar Papanya


"Selama itu?? wah hebat sekali kau menyembunyikan nya" Ujar Ramon tak percaya


"Aku tidak menyembunyikan nya, aku hanya menunggu waktu yang tepat saja" elaknya saat ini.


"Kalau kau yakin dengannya, langsung saja bawa kemari Nak" ujar Rekha


"Tapi Ma, itu....."


"Laki-laki sejati tidak akan pernah membuang waktu, ia akan langsung menyatakan perasaannya. Kecuali kau seorang pengecutnya yang hanya mau mendekati setelah dapat langsung pergi!" jelas Ramon


"Aku tidak begitu! aku akan membawanya kesini! tapi aku tidak tahu perasaan nya padaku" ujar Veer


"Karena itu katakan lah Nak, kau tidak akan pernah tau jika kau diam saja" saran Rekha


"Lagipula kalau kau menunggu terus, mau sampai kapan? seorang wanita juga butuh kepastian dan akan melihat kesungguhan seorang pria itu"


"Atau memang hanya kau saja yang berharap sedangkan dia tidak?" tebak Papanya membuat Veer terdiam.


"Tanyakan padanya, jika benar. Maka bawa kemari dan kita akan menentukan langkah berikutnya" ujarnya


"Lalu bagaimana dengan berita yang sudah terlanjur tersebar?" ujar Nenek


"Ibu tak perlu khawatir, media akan bungkam nantinya. Biar Veer dan wanita itu yang akan menjelaskan nya" ujar Ramon


"Bukan begitu Veer?" tanyanya lagi


"Iya Pa, akan ku selesaikan segera" balasnya


"Memang seorang keturunan Berta harus bertanggung jawab akan hal yang ia perbuat!" tegas Ramon

__ADS_1


"Kami tunggu segera! sekarang bersiaplah!"


"Baik, aku akan mandi dulu" Veer segera beranjak dari sana dan menuju kamarnya.


Setelah masuk, ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi Alice. Tapi sepertinya Alice sudah dulu mengubungi nya berkali kali dan tidak terjawab.


Dengan cepat Veer menghubungi nya lagi dan tak lam terdengar suara terhubung, tak lama panggilan terjawab.


📞"Halo, akhirnya kau mengangkat juga Dokter" ujar Alice


📞"Maaf aku.."


📞"Justru aku yang minta maaf, pasti Dokter terkena masalah karena itu kan?"


📞"Aku ingin bertemu dengan mu" ujar Veer


📞"Iya, aku juga.... maksudnya aku ingin mengatakan itu padamu" balas Alice


📞"Baiklah, kita bertemu tempat biasa ya" ujar Veer


📞"Iya, sampai ketemu" balas Alice


Sekitar beberapa jam kemudian, akhirnya Alice dan Veer bertemu di sebuah restoran yang sudah mereka sepakati.


Alice menggunakan masker dan Hoodie itu menutupi dirinya, agar tak ketahuan oleh medis terutama Paparazi.


"Beritanya sudah menyebar, kalian harus segera klarifikasi"ujar Jane yang ikut bersama Alice


"Iya, kami akan lakukan hal itu segera" ujar Veer


"Kenapa kau diam saja? bukankah kau yang mengatakan ini sudah biasa, medis memang begitu!" ujar Jane menirukan gaya bicara Alice saat itu.


Melihat hal itu, Alice tersenyum kikuk dan tidak pernah berpikir akan seperti ini jadinya.


"Lagipula media membesar-besarkan beritanya dan mereka dengan meletakkan gambar seperti itu di sana." ujar Alice


"Sebanyak itu gambar, kenapa harus itu?" ujarnya kesal


"Semua sudah terjadi, sekarang kita perlu meredakan nya" ujar Veer


"Maaf ya, ini semua ulahku! seharusnya aku mendengarkan ucapan Jane" Alice merasa bersalah karena telah menyeret Veer dalam hal ini.


"Tidak, ini juga salahku! aku tidak menghentikan nya kemarin" balas Veer


"Hubungi media, kami akan segera mengklarifikasinya nya jam 4 nanti" ujar Veer dianguki oleh Alice


"Baiklah, aku akan segera mengatur itu" balas Jane


Akhirnya mereka menemukan jalan keluar nya dan akan menyelesaikan nya jam 4 nanti. Dengan Jane yang sudah menghubungi awak media mengenai hal ini, dan tentu saja semuanya penasaran akan hal itu.


Disisi lain, kediaman mewah. Terlihat sesosok paruh baya menghampiri pria yang tengah duduk dengan tongkat disebelahnya.


"Mr" panggilnya membuat Pria itu menoleh


"Katakan!" balasnya


"Semuanya berjalan dengan lancar, dan tak ada hal yang mencurigakan yang dilakukan oleh mereka" jelasnya


"Bagus! tapi aku tetap ingin kau awasi terus!" ujarnya


"Baik Mr"

__ADS_1


"Tidak sia sia aku melakukan nya! sekarang penerus keluarga ku benar benar hebat!" ucapnya seraya memandang sebuah pigura.


"Anda benar sekali Mr" ujarnya membenarkan perkataan pria tongkat itu.


"Lalu apa yang ia lakukan?" tanyanya


"Untuk itu, apa kita perlu kesana Mr? karena saya dengar ia akan segera pergi ke untuk membahas kerja sama dengan perusahaan tekstil" jelasnya membuat pria tongkat itu mengangguk


"Hmm, ya aku rasa kau benar! lagipula ada satu hal yang harus ku pastikan disana!" ujarnya membuat pria disamping nya bertanya


"Apa itu Mr??" tanyanya dengan hati hati


"Mengenai gadis 5 tahun yang lalu" ujarnya


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Tuan" sapa Sam pada pria yang tengah berenang itu.


"Ada apa??" tanyanya seraya mengambil jus


"Ada telfon dari beliau, ia akan segera datang kemari" ujarnya


"Oh ya? ada apa gerangan? ia ingin kemari?" ucap nya dengan tanda tanya


"Saya tidak tau pasti Tuan" ujar Sam


"Baiklah, tak apa. Biarkan saja! aku ingin lihat apa yang akan ia sampaikan!" ujarnya


"Baik Tuan" balas Sam dengan hormat


"Oh ya Sam" panggil nya tiba tiba


"Iya Tuan?" jawab Sam


"Jam berapa kita berangkat?" tanyanya


"Lusa Tuan" ujar Sam


"Kau boleh pergi!"


"Tuan, boleh saya minta izin?" tanya Sam


"Mengenai apa?" tanyanya


"Saya ingin pergi besok hanya sebentar" Ujar nya


"Kemana?" tanyanya penasaran


"Hmmm, saya minta izin untuk ke tempat...." Sam tampak tak mau mengatakannya nya dan pria itu mengerti akan hal itu.


"Baiklah, 4 jam cukup?" ujarnya


"Iya, cukup sangat cukup Tuan" ujar Sam senang


"Baiklah, aku tau kau tak akan melakukan atau pergi ke tempat yang aneh aneh" balasnya


"Terimakasih Tuan" Sam menunduk dan segera pergi dari sana.


"Kemana kau Sam? ini bukan pertama kalinya. Setiap tahun kau selalu minta izin dan aku yakin itu kau pergi ke tempat yang sama"


Bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️


__ADS_2