
Semua orang menikmati pesta penyambutan kedatangan Veer, tak lama suasana semakin meriah ditambah dengan kedatangan Sid dan Math.
"Hai, Bibiku yang cantik" ujar Math datang dengan pakaian kasual nya.
"Oh, lihatlah siapa yang datang" ujar Rekha.
"Kalian sedikit terlambat" ujarnya pada kedua pemuda itu.
"Jalanan London Bibi, jadi maklumi saja" ujar Math
"Sudah, ayo mari nikmati hidangan nya" ajak Rekha pada kedua pemuda itu.
Sid dan Math duduk di sofa yang berada dekat jamuan, baru saja mendudukkan bokongnya di sofa itu. Matanya tak lama langsung mencari keberadaan seseorang yang tengah ia cari.
"Bibi dimana Veer?" tanyanya
"Dia ada disana" ujar Rekha sambil menunjuk putranya yang tengah menikmati kue buah segar di salah satu meja.
"Ah, pantas saja ia tak melihat kita. Matanya sudah tertutup oleh kue buah itu" ujar Sid
"Benarkan Math?" tanyanya pada Math yang tengah menikmati kentang goreng.
"Hmm, tentu saja" jawabnya singkat.
"Kalian seperti tidak tau saja. Jika sudah dihidangkan kue buah itu, ia akan lupa segalanya" ujar Rekha.
"Baiklah, kalau begitu Bibi tinggal ya." ujarnya menepuk pundak Sid dan Math
"Baik Bibi" balas mereka serempak
Setelah kepergian wanita paruh baya itu, Sid segera menggeser posisi duduknya, agar semakin dekat dengan Math.
"Apa?" tanya Math melihat tingkah temannya itu.
"Ayolah Math, jangan perlihatkan wajah mu yang merajuk itu. Lupakan sajalah, jangan diperpanjang" ujar Sid
Namun pria itu memutar bola matanya dengan malas, mendengar ucapan Sid. Sesaat ia melihat Veer yang tengah menikmati kue buah nya itu, ditemani oleh Neneknya.
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya saja, kalau wanita itu mungkin bukan orang baik" ujar Math
"Kalau begitu, kenapa tidak kita lihat saja nanti?" saran Sid
"Hmm, baiklah" balas Math
"Ayo kita temui dia!" ajak Sid pada Math menuju meja Veer
"Ok!"
Sedangkan disisi lain, Naura tengah berada di ruang tamu dengan tatapan dari Daddy nya dengan tajam.
"Daddy aku....."
"Sayang, dengarkan dia dulu" ujar istrinya membuat pria paruh baya itu menghela nafas nya.
"Baiklah, katakan! Daddy ingin mendengar dari mulutmu Naura!" ujar Daddy nya sambil menatap putrinya itu.
"Daddy, aku ingin Vikram segera diobati dan aku minta maaf untuk itu. Tapi sungguh itu diluar kendali ku, aku minta maaf hiks, hiks.... Aku tidak ingin Vikram celaka, aku sangat takut hiks hiks" ujar Naura dengan air matanya yang mengalir.
"Daddy sudah melakukan itu tanpa kau minta. Tapi Daddy hanya kesal kau selalu membuat dia susah sayang" jelas pria itu, ia tau benar bagaimana sifat dan watak putrinya yang selalu membuat Vikram kesusahan selama ini.
__ADS_1
"Daddy aku minta maaf, aku janji tidak akan mengulangi nya. Aku ingin Vikram sembuh kembali, hiks hiks" Wanita itu segera mendekat dan memeluk putrinya yang tengah menangis.
"Sudah tenang, semuanya akan baik-baik saja. Vikram akan segera sembuh" ujar Mommy nya
"Aku menyesal Mommy, aku minta maaf" ada penyesalan yang terdengar dari ucapan gadis itu.
"Tenang, everything is ok, hmm"
"Sudah kemari, jahat menangis putri kecil ku" Pria paruh baya itu segera bangkit dan memeluk putrinya.
Naura yang masih menangis segera memeluk erat tubuh Daddy nya itu, ia meluapkan segala nya di pelukan Daddy nya.
"Daddy aku....."
"Sudah, Daddy sudah meminta dokter terbaik untuk mengobati Vikram, jangan khawatir"
Akhirnya gadis itu mulai tenang, dan dengan segera ia menghapus air matanya itu. Ia mulai menatap kedua orang tuanya terutama Daddy nya.
"Ada hal yang menganggu mu sayang?" tanya Daddy nya
"Aku rasa Daddy pasti tau" ujar Naura membuat pria itu tersenyum kecil.
"Daddy perlu menghubungi seseorang untuk masuk dan memecahkan misteri nya. Kau tahu, itu bukan bagian dari wilayah kita dan apapun yang terjadi Daddy tidak bisa melakukan sesuatu dengan sembarangan. Hanya Vikram yang menjadi saksi kunci nya, dan itu akan memudahkan kita nantinya. Daddy turut berdukacita atas kematian gadis itu"
"Tapi kau tak perlu khawatir, Daddy akan mengusut tuntas kasus nya. Jadi jangan menangis lagi hmm" ujarnya pada putrinya itu
"Iya, terimakasih Daddy" ujar Naura yang merasa tenang
"Apapun untuk putriku" ujarnya, membuat wanita yang merupakan Mommy Naura tersenyum haru melihat nya.
"Daddy lihat kakimu belum sembuh benar" ujar nya melihat kearah kaki putri nya.
"Sekarang istrirahat lah" ujar pria itu
"Setelah itu, aku boleh menemui Vikram?" tanya Naura hati hati.
"Tentu, tapi pulihkan dulu kakimu sayang" ujarnya membuat Naura tersenyum.
"Baiklah Daddy" ujar Naura
Hari hari berlalu, kaki Naura sudah pulih kembali seperti sedia kala, saat ini ia sedang menuju ke ruang perawatan Vikram. Setelah mendapatkan kabar dari pihak rumah sakit mengenai kondisi Pria itu. Naura segera melaju kemari dan tak sabar segera mendengar kemajuan dari Vikram.
Saat sampai disana, ia melihat dokter yang menangani Vikram seperti sudah menunggu kedatangan dirinya.
"Nona Naura, kami inginkan menyampaikan tentang perkembangan saudara Vikram" ujar dokter itu
"Iya, katakan Dokter" ujar Naura
Seorang pria duduk memandangi jendela kamarnya, melihat pemandangan Kota London. Sambil ditemani oleh secangkir kopi hitam, tak lama ia mendengar ponselnya berbunyi.
📞"Halo, ada apa?" tanyanya
📞"Veer, aku ingin mengatakan sesuatu padamu" ujarnya
📞"Mengenai apa? katakan saja disini" ujarnya
📞" Ini mengenai kondisi gadis yang kau bawa itu" jelasnya membuat pria itu langsung menegakkan tubuhnya dan mulai mendengarkan dengan serius.
__ADS_1
📞"Katakan"
📞" Aku tidak bisa mengatakan nya disini, kita bertemu ditempat ku" ujarnya
📞"Baiklah, aku akan segera kesana" balasnya
📞"Baiklah, sampai nanti" ujar seseorang dibalik telfon itu.
📞"Hmmm"
📞"Aku tunggu"
📞"Iya"
...Tut, Tut, Tut...
Setelah panggilan itu, Veer dengan segera menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi. Setelah 15 menit kemudian, ia keluar dan sudah segar, tak lama ia mengambil ponselnya dan segera memasukkan nya kedalam sakunya dan langsung turun.
Melihat putranya turun dengan tergesa-gesa, Rekha segera memanggilnya dan bertanya pada putranya itu.
"Mau kemana sayang?" tanyanya
"Aku ada urusan sebentar Ma, aku janji akan kembali dengan segera" jelasnya
"Hmm, kau ini baru saja pulang sudah pergi lagi" balas Rekha
"Oh ayolah Ma, ini sudah hampir 2 minggu aku baru keluar sekarang" balas Veer membuat Mamanya terkekeh.
"Baiklah, segera kembali ya" ujarnya membuat pria itu tersenyum senang
"Ok, Mama" balas Veer
"Hati hati sayang" ujar Mama nya
"Tentu, bye Mom" ujar Veer masuk kedalam mobilnya dan mulai meninggalkan kediaman nya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam, Veer segera keluar dari mobilnya dan menuju ruangan gadis itu.
Saat sampai disana, terlihat Raj yang sudah menunggu kedatangan nya. Tanpa lama ia segera mendekat dan bertanya.
"Katakan ada apa?" tanya Veer cepat
"Baca ini, ini merupakan hasil laporan dari tubuh gadis itu dan apa saja yang terjadi padanya" Ujar Raj menyerahkan laporan pada Veer
"Lalu?" tanyanya lagi
"Aku harus menyampaikan sesuatu yang penting mengenai kondisi nya yang kemungkinan akan terjadi dan bermasalah nanti nya"
"Iya Katakan......"
"Dokter!!!"
"Ada apa?" tanya Raj pada perawat itu.
"Pasien yang berada di ruangan 72 mengalami penurunan, detak jantung nya tiba tiba melemah!" Mendengar hal itu Raj segera berlari dan disusul oleh Veer keruangan itu. Terlihat semua orang berusaha menangani gadis itu tak lama setelah berusaha, Raj menggeleng dengan disertai bunyi yang pernah mulai menghilang.
Bersambung......
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
__ADS_1