Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Extra Chapter


__ADS_3

Tampak begitu banyak kamera yang menyorot keduanya, terlihat pasangan pengantin baru itu selalu lengket seperti lem saja. Terlihat wanita cantik memakai dress berwarna oranye dengan bahu terbuka dan di sebelahnya ada pria tampan dengan kacamata dan topi yang menghiasi kepalanya.



"Wah, sepertinya Tuan Adnan ini tidak mau jauh-jauh ya." Goda sang pembawa acara saat melihat tingkah pria itu. Sedangkan wanita di sebelahnya Eisha hanya bisa terdiam manis melihat kelakuan suaminya itu.


'Kalau tidak ada kamera, sudah ku pukul ia!" Rasanya Eisha ingin mengeplak suaminya itu karena tidak tau tempat.


"Tentu saja, karena aku tidak bisa jauh dari istriku ini." Adnan menjawab sambil menatap kamera yang menyorotnya membuat orang yang melihatnya merasa cemburu dan ingin suami seperti dirinya.


"Jadi kami dengar, kalian akan menjalani pemotretan bersama. Apa itu benar?" tanya sang pembawa acara.


"Iya, kami akan menjalani beberapa pemotretan bersama."

__ADS_1


Setelah berbincang beberapa saat, akhirnya acara selesai dan tentu saat mereka keluar. Mereka sudah ditunggu oleh paparazi dan beberapa fans Eisha yang pernah menjadi model sebelumnya. Tampak Adnan melindungi istrinya dari kejaran paparazi dan hanya memberikan pernyataan sebentar dengan sopan agar mereka diberikan jalan, sambil di dampingi oleh bodyguard lainnya.


"Mereka seperti zombie saja." Adnan melihat kebelakang sebentar tempat para kerumunan orang-orang tadi.


"Mau bagaimana lagi, fans istrimu ini banyak sekali." Eisha mengatakannya sambil tersenyum senang.


"Sekarang hanya aku fans mu! Kalau ada yang berani mendekat aku akan melenyapkan mereka!" Setelah mengatakan itu Adnan memeluk istrinya dan Eisha terkekeh karena tingkah cemburu suaminya. Wanita itu hanya bercanda mengatakannya karena ingin menjahili suaminya.


Sampai di rumah, Adnan tidak melepaskan Eisha begitu saja. Pria itu menggendong istrinya masuk ke dalam dengan tatapan mata yang siap menerkam mangsanya. Eisha hanya dapat menelan ludahnya karena telah salah membangunkan macan yang tidur itu.


"Tidak ada! Jangan mengelabui ku sayang. Aku akan memberikanmu hukuman!" Eisha sudah cemas sekarang, suaminya itu akan membuat dirinya tak bisa berjalan beberapa hari. Dirinya melihat Sam yang berdiri tak jauh darinya, ia dengan segera mencobanya memberi kode namun tak berhasil, saat akan bersuara.


"Sam! Segera pergi dan katakan pada semuanya tidak boleh ada yang masuk sampai besok! Suruh mereka semua pergi!'

__ADS_1


"Baik Tuan!" Sam menggeleng kepada Eisha dan membuat wanita cantik itu hanya bisa pasrah dengan terkaman yang akan ia dapatkan.


"Jangan mencoba curang sayang, aku sudah paham apa di kepalamu itu." Adnan membuka pintu dengan kakinya, dan segera menutup kembali dengan meletakkan Eisha di ranjang.


"Hahahaha, hentikan! Hahahaha" Tawa Eisha tidak berhenti karena Adnan terus menggelitiki kakinya.


"Dasar nakal! Rasakan ini!" Adnan terus memegang kaki istrinya dan menggelitiki kaki wanita cantik itu, hingga lemas tak berdaya. Setelah melihat istrinya terbaring sambil mengambil napas. Adnan berbaring di sebelahnya sambil mengelus rambut hitam itu.


"Lelah?" tanya Adnan membuat Eisha terdiam menatap manik itu dengan lekat.


"Tidak lihat? Aku menjadi lemas karenanya."


"Aku lebih suka melihat rambut mu digerai seperti ini, terlihat sangat cantik." Adnan melepaskan ikatan rambut itu dan menciumi wangi rambut hitam itu. Eisha hanya membiarkannya sambil memeluk lengan kekar itu. Hingga semenjak kapan rambut itu berubah menjadi tautan bibir, keduanya saling beradu satu sama lain, dan tak lama hanya terdengar suara de*sahan yang memenuhi ruangan itu.

__ADS_1


Sambil menunggu chapter berikutnya, yuk mampir ke karya author yang berjudul Pendamping Hidup Mommy Sashi.



__ADS_2