
Ranveer sedang menuju apartemen Alice, ia mendengar dari Jane bahwa model cantik itu sedang sakit.
Tak lama ia memakirkan mobilnya dan masuk ke apartemen yang dibukakan oleh Jane.
"Akhirnya kau sampai juga" ujar Jane melihat kedatangan Ranveer
"Dimana dia??" tanya Veer seketika
"Dia di ruang tamu" ujar Jane, dan bener langsung masuk dan mencari sosok itu.
Terlihat Alice sedang duduk dengan secangkir kopi ditangannya, wanita itu langsung menoleh melihat kedatangan seseorang.
"Dokter??" ujarnya
"Apa yang terjadi? kau sakit? kenapa bisa? ayo aku periksa keadaan mu! Veer langsung duduk dan memeriksa keadaan Alice dengan wajah khawatir dan membuat Jane tersenyum melihatnya. Sedangkan Alice ia justru melihat kekhawatiran dari wajah tampan itu dan ia segera angkat bicara.
"Aku sudah mendingan dokter" ujarnya membuat Veer menghentikan sikapnya.
"Sungguh??" tanyanya
"Iya, aku hanya flu karena hujan. Sekarang sudah mendingan tak ada yang perlu dikhawatirkan" ujarnya
"Lain kali jangan begitu lagi, kalau kau mau mandi, aku bisa mengajak mu ke kolam renang dan menyewakan nya untukmu." ujarnya membuat Alice terkekeh.
"Baiklah dokter" balas Alice dengan senyuman manisnya.
"Kau sudah makan?" tanya Veer
__ADS_1
"Hmm, tadi dan sekarang...."
"Aku masakan sesuatu untukmu, sebentar ya" ujarnya yang langsung berdiri dan tak menunggu reaksi dari Alice.
Pria tampan itu langsung menuju dapur dan memakai celemek. Tak lama tangannya dengan lincah memainkan pisau dan memotong bahan bahan itu dengan lihai.
"Ia terlibat menawan bukan?"
"Benar"
"Apalagi, saat ia memainkan pisau dan melakukan atraksi yang luar biasa seperti itu" ujar Jane
"Hmmmm"
"Sungguh benar benar sempurna dan menjadi suami idaman sekali!" ujar Jane lagi dan Alice menganggukkan kepalanya
"Apa yang kau bicarakan!" ujar Alice
"Apa memangnya? lagipula itu benar kan? lalu apa masalahnya?"
"Iya tapi..."
"Ayolah Alice, tidakkah kau tahu dari sikapnya padamu? perhatian nya? bahkan ia selalu ada untukmu! dia selalu menghawatirkan mu!....dia...."
"Jane!"
"Tidakkah kau....."
__ADS_1
"Sudahlah Jane aku tidak ingin membicarakan nya" selanya
"Baiklah itu hak mu, tapi setidaknya katakan apa yang kau rasakan padanya? jangan bersikap seolah kau menerima dan memberikan harapan" ujar Jane
"Alice........,jangan bersikap seolah kau memberikan harapan padanya, aku bertanya padamu... apa kurangnya dia? tampan, hebat, baik dan berasal dari keluarga yang terhormat"
"Dia selalu mendukung karirmu, apa yang kau inginkan, dia selalu ada untukmu, tidakkah kau merasakan sesuatu?" ujar Jane membuat Alice terdiam.
"Satu klarifikasi tidak akan bisa menimbun berita yang lain nanti Alice, kau tahu cara kerja mereka. Kenapa tidak diperjelas saja sekarang, atau ia memang bukan tipemu? atau...." ucapan Jane menggantung membuat Alice penasaran
"Atau apa?" tanya Alice
"Atau memang ada seseorang di hatimu!" ucapan itu membuat Alice tersentak dan tak menjawab lagi
Bersambung.......
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
Maaf cuma satu episode, karena lagi kurang sehat, tapi aku usahakan update walau dikit 😁
Terimakasih banyak ya..
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!!
Demi kebahagiaan saudara kembarnya, Raya rela menerima permintaan Mahen untuk menikah malam itu juga dan tanpa sepengetahuan orang terdekat. Selama menjadi suami-istri, kehidupan mereka tak ada manis-manisnya, pertengkaran serta kekonyolan selalu membuat kedua orang tua mereka geleng-geleng dan khawatir hubungan kedua anaknya akan kandas di tengah jalan. "Jangan pernah kamu merubah batasan kita, Mahen! Lihat saja, jika kamu melanggar semua, maka saat itu juga aku akan minta cerai!" Apakah Raya akhirnya bisa menerima Mahen sebagai suaminya atau Raya akhirnya memilih untuk bercerai, setelah semua masalah saudara kembarnya selesai?
__ADS_1