
Mobil hitam itu beriringan dengan cepat menuju lokasi perbatasan setelah mendapatkan sinyal dari Vikram.
Naura yang tengah kacau didampingi oleh Kate salah satu bodyguard nya. Ia berdoa semoga mereka baik baik saja meskipun hatinya merasa tidak enak.
"Kate, Vikram baik baik saja kan?, mungkin mobilnya rusak sehingga ia tidak bisa pulang bersama Eisha kan" Naura terus mengulangi perkataan yang sama sepanjang perjalanan.
"Tuan, minumlah dulu jangan sampai kondisi anda memburuk" Sam memberikan air pada Adnan terlihat pria itu duduk kursi penumpang bersama para bodyguard Naura.
"Kenapa mereka sampai disini? ini sangat jauh dari lokasi" Adnan terus memandangi jalan itu yang mereka lewati dikelilingi oleh bukit dan lautan.
"Mungkin mereka salah jalan Tuan, dan saat kembali mobil mereka rusak dan ponsel mereka tak dapat dihubungi karena lokasi seperti ini" Sam menyimpulkan seperti itu melihat keadaan jalan yang mereka lewati.
"Tapi kenapa ada orang yang mengirimkan pesan dari ponsel Naura?" Adnan kembali bertanya membuat Sam terdiam sesaat.
"Mungkin.."
Clicttttt.....
Mobil berhenti mendadak membuat Sam tak melanjutkan perkataannya dan Adnan melihat para bodyguard itu turun, ia pun segera melihat kejalan dan itu membuat matanya terbelalak.
"Supir nya!" Adnan segera berlari dan melihat mobil itu yang terlihat sudah berembun, ia ingin melihat dibalik kaca mobil untuk melihat apa ada orang atau tidak.
"Ada mayat!" Adnan menegang dan melangkahkan kakinya ke sana tempat bodyguard itu berkumpul.
__ADS_1
"Aaaaaaaaa!!!" Naura berteriak memecah keheningan tempat itu, dan langsung lemas, tubuhnya ditangkap oleh Kate.
"Ia ditembak!" salah satu bodyguard Naura mengatakan itu setelah melihat mayat supir itu.
"Eisha, berarti ia bersama Vikram" Adnan berdoa semoga harapan nya benar terjadi dan mereka baik baik saja.
"Urus mayatnya Sam" ujar Adnan yang dibalas anggukan kepala oleh Sam.
"Para bodyguard lain akan membawa nya, kita lanjutkan perjalanan!" Kate akhirnya bersuara dengan memapah tubuh Naura yang sudah lemas dan pucat.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju sinyal itu, entah mengapa mereka semakin menjauh dari kota.
"Vikram, Eisha aku yakin kalian akan baik-baik saja" dengan bibir bergetar Naura mengatakan itu, ia shock melihat mayat supir yang membawa Eisha pergi.
"Eisha tunggu aku, aku tidak mau kehilanganmu, aku janji tidak akan bermain rahasia lagi dengan mu" Adnan bergumam sambil memandangi foto Eisha diponselnya.
Itu adalah foto saat mereka makan eskrim bersama, saat itu gadis berkacamata itu merengek minta dibelikan Eskrim disebuah restoran yang baru saja buka. Adnan yang tidak mau memperpanjang masalah ia menuruti permintaan gadis itu dan setelah mendapatkan eskrim yang tak seberapa itu. Ia mendapatkan senyuman manis dari Eisha dan diam diam ia memotret gadis itu.
"Adnan!" panggil Eisha yang membuat pria itu menoleh.
"Ada apa?? tanyanya dengan wajah datar
__ADS_1
"Aku mau itu!" Eisha berkata sambil menunjuk kerumunan orang yang mengelilingi restoran baru.
"Tidak!" satu kata yang cukup membuat Eisha mengerucutkan bibirnya, namun ia tidak perduli dan melanjutkan perjalanan nya.
"Dasar pelit!!!" Eisha berteriak membuat semua orang melihat ke arah mereka.
" Hei, kenapa berteriak?" Adnan mendekat dan bertanya pelan.
"Pelit!, uangmu itu tidak akan habis meskipun membelikan aku satu eskrim" ujarnya membuat orang berbisik bisik.
"Wah, pria nya pelit sekali"
"Iya, padahal harganya kan tidak mahal"
"Kalau aku jadi kekasihnya, sudah ku putuskan"
Adnan kesal mendengar kata-kata dari para pengunjung taman yang membicarakan nya, karena ulah dari gadis itu, namun gadis itu justru bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.
"Baik kita beli!, berapapun yang kau mau" Adnan menarik tangan gadis itu menuju restoran dan membuat Eisha diam diam tersenyum.
Bersambung......
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️
__ADS_1
Terimakasih semuanya 😘😘😘😘