
"Aku hanya bercanda!" ujar Jane membuat Alice melotot padanya.
"Jane!!"
"Maaf, tapi perkataan ku tadi itu benar, aku harap kau segera memikirkan nya" Jane pergi saat mendapatkan panggilan dari ponselnya.
"Dimana Jane?" suara berat itu membuat Alice menoleh
"Di balkon" jawab Alice
"Masakan nya sudah siap, ayo makan" ajak Veer.
"Terimakasih" jawab Alice
Saat ini mereka di meja makan minimalis, Veer meletakkan makanan nya di atas meja dan menyusunnya saat ini, sedangkan Alice memandanginya.
Alice memikirkan perkataan jane tadi, memang ia tahu akan sikap dan perhatian pria dan ini. Namun Alice tidak mengetahui apakah pria ini benar-benar memiliki rasa untuknya atau hanya sekedar perhatian seperti kakak beradik. Lagipula Alice tidak pernah melihat pria ini mengungkapkan perasaan atau apapun, ia tidak ingin nanti dikatakan percaya diri dengan sikap yang ditunjukkan oleh Veer kepadanya. Lagipula keluarga terpandang seperti Berta mana mau dengan wanita yang tak memiliki keluarga sepertinya.
"Tidak mungkin Alice, pasti ini hanya perhatian kakak pada adiknya. Lagipula hatiku tidak merasakan apapun saat bersamanya, tidak seperti pria hujan nan sombong itu"
"Lihatlah aku buatkan apa untukmu" ujarnya membuat Alice tersadar dari lamunannya.
"Wah, Lancashire Hotpot " ujar Jane yang datang tiba-tiba
Makanan ini adalah sebuah hidangan panggang yang terdiri dari daging, bawang merah, dan kentang yang dipanggang di dalam panci besar selama sehari dengan api kecil membuat bumbu-bumbu yang ada dapat meresap secara maksimal ke dalam daging. Makanan ini sering dijumpai di pesta karna pembuatan nya yang mudah, dan harganya juga murah. Makanan ini sangat cocok jadi teman ketika cuaca dingin.
"Wah dokter Veer kau hebat sekali, pasti enak sekali, aku tak sabar mencobanya" ujar Jane
"Iya, ayo kita makan. Alice ini sangat bagus untuk cuaca dingin seperti ini".
"Terimakasih banyak dokter"
Akhirnya mereka makan dengan tenang, sesekali Veer melirik ke arah Alice yang tampak menikmati makanan nya. Pria itu senang Alice menyukai masakannya.
__ADS_1
"Apa aku katakan saja ya? lagipula itu adalah waktu yang tepat bukan?"
"Alice!" panggilnya
"Ya?"
"Aku ingin mengajak mu ke pesta anniversary orang tua ku" ujar Veer
"Oh ya? kapan?" tanyanya
"Minggu depan" ujar Veer
"Baiklah, aku akan datang"
"Aku akan menjemputmu ya" ujar Veer
"Tidak perlu, maksudku mungkin nanti aku sedang pemotretan pasti nanti dokter akan repot jadinya" elaknya
"Tapi...."
"Iya dokter, aku akan mendandani nya dengan cantik nanti, dan kami akan datang tepat waktu" Jane akhirnya bersuara, ia mengerti penolakan dari Alice
"Baiklah kalau begitu".
"Makanannya enak sekali, dokter sangat hebat" puji Alice
"Aku hanya melakukan apa yang aku bisa dan memberikan yang terbaik" balasnya
"Kalau begitu aku pergi dulu ya, dan cepat sembuh" Ujar Veer sambil mengelus rambut itu
"Baiklah, hati hati" balas Alice.
"Hati hati dokter" ujar Jane
Veer segera menghilang dari balik pintu itu, dan Jane langsung menarik Alice dan membuat wanita itu kaget karena ulahnya.
__ADS_1
"Jane!"
"Wah, pesta keluarga Berta. Aku tidak percaya ini Alice!" ujar Jane
"Kau ini! lain kali jangan begitu"
"Aku hanya senang saja, dan tak menyangka akan hal ini. Keluarga Berta Alice! siapa yang tidak tau mereka"
"Hmm, tapi aku sudah benarkan tidak menerima ia menjemput ku? tanyanya
"Aku mengerti, kau tidak ingin ada media yang membuat berita baru lagi dan mungkin akan merusak pestanya"
"Iya, tapi.... aku merasa malu kesana Jane" ujar Alice
"Kenapa?" tanyanya
"Bagaimana nanti penilaian mereka mengenai ku, aku kan yang membuat putra mereka terlibat"
"Kau terlalu banyak berpikir, mereka tidak seperti itu! sudah sekarang fokus kesehatan mu dan aku akan mengatur jadwal mu nanti" ujar Jane
"Baiklah" balas Alice
"Kenapa aku tiba tiba teringat pria sombong itu?" gumam Alice
"Hachuu!!!" suara itu membuat Sam kaget dan langsung menuju Tuannya.
"Tuan....."
"Siapa yang berani membicarakan ku! haaaaachhuuu!!!"
"Awas saja jika aku....ber... temu nanti hachuu!!!!"
Bersambung......
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1