
Sebuah kapal mewah mulai menuju pesisir pantai untuk berlabuh. Para penduduk mengitari kapal itu dengan berbagai reaksi, mereka kagum dengan kapal yang begitu besar itu.
Seseorang keluar dari dalam kapal mewah itu, seorang pria dengan setelan jas dan celana hitam berpadu dengan kacamata hitam yang bertengger di hidupnya menambah penampilan sempurna nya membuat penduduk terutama wanita terpesona.
"Dimana Tuan dan yang lainnya?" tanyanya pada kepala desa
"Mereka akan segera datang" balasnya membuat pria itu mengangguk.
"Bawa semuanya kemari!" perintahnya pada orang orang di kapal. Tak lama mereka keluar dengan membawa berbagai macam barang kebutuhan pokok atau sandang.
"Ini untuk penduduk desa, Tuan besar memberikan nya, sebagai ucapan terimakasih" ujarnya pada kepala desa itu.
"Kami yang berterimakasih, sungguh ini sangatlah banyak" balas kepala desa itu, diikuti oleh penduduk setelah nya.
"Mereka masih di kamar mereka, mari ikuti saya" ujar kepala desa itu.
"Baiklah" pria itu mengikuti langkah kaki kepala desa itu.
Hingga mereka berada di rumah penduduk yang bangunan nya dirancang sesuai dengan wilayah yang mereka tempati.
__ADS_1
Jalanan yang bersih, disertai rumput hijau nan tapi menambah pesona lain dari desa itu, dan akhirnya mereka sampai di sebuah rumah.
Yang lebih besar dan berlantai dua, mengisyaratkan bahwa ini adalah kediaman milik Tuannya, tanpa ragu pria itu masuk, namun baru saja sampai di pintu terdengar keributan didalam sana.
"Kau gila Ram?? kita tak mengenal nya! yang benar saja!!"
"Apa yang ada dipikiran mu itu!!"
"Mungkin saja sebentar lagi akan ada yang datang dan membawanya!"
"Kita tidak tau, mungkin saja ia adalah orang jahat atau berasal dari kalangan hitam!" namun Rama hanya diam dan segera mengangkat tubuh penuh luka itu di gendongannya.
Sampai di pintu, ia melihat sosok yang dikenali nya, namun ia tetap diam dan melanjutkan langkahnya, disusul oleh Sid dan Math.
"Tuan, ada apa ini?" tanyanya pada Sid dan Math
"Tuan muda mu itu sudah gila!" setelah mengatakan itu Math segera pergi, meninggalkan Sid disana.
"Bawa barang barang nya, dan segera menuju kapal" ujar Sid yang mengerti akan kebingungan pria itu.
"Baik" mau tak mau ia menerima nya dan pertanyaan di benak nya saat ini ia biarkan.
__ADS_1
Sid pergi berlalu meninggalkan pria itu dengan kepala desa dan pria itu segera menuju kepala desa untuk bertanya.
"Apa yang terjadi?" tanyanya pada pria paruh baya itu
"Saya rasa alangkah baiknya jika Nak Rama sendiri yang mengatakan nya" kepala desa itu tidak bisa mengatakan nya, karena keputusan itu bukan darinya.
"Aku mengerti" pria itu memilih tidak melanjutkan nya dan segera membawa barang-barang milik Tuannya.
Sedangkan Rama ditatap oleh semua penduduk dengan sosok penuh luka itu di gendongannya. Memang mereka semua sudah tau karena Rama mengatakan pada penduduk dan kepala desa bahwa gadis itu akan ia bawa bersamanya dengan alasan keadaan yang diderita gadis itu.
Penduduk menerimanya karena tidak ada yang mengenainya dan juga siapa yang akan mengobati nya dengan luka seperti itu.
"Minggir!" Rama mendaratkan kakinya di kapal yang berisikan orang orang yang ia kenali.
Orang orang berbaju hitam itu hanya diam dan menundukkan kepalanya melihat Tuan mereka masuk ke salah satu kamar.
Setelah sampai di salah satu kamar, Rama dengan segera membaringkan tubuh penuh luka itu dan memasang peralatan yang dibutuhkan.
Setelah dirasa cukup, ia pergi meninggalkan kamar itu, dan di depan pintu ia melihat Math yang menunggunya dengan wajah kesal.
"Kau benar benar GILA!!!!!!" Math mengucapkan sembari menatap mata kehijauan itu.
Bersambung.......
__ADS_1
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
Terimakasih selamat menjalankan ibadah puasa besok semuanya 😘😘😘😘