Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Extra Chapter


__ADS_3

Di tempat itu, semua orang terlihat sibuk satu sama lain. Ada yang mengangkat kursi, lampu dan kamera, dan dibalik kesibukan semuanya. Terlihat seorang pria asyik mengambil beberapa gambar sejak tadi terhadap wanita di depannya.


"Ayo sayang, lihat ke sini!" Dan kamera langsung menangkap sosok cantik itu yang telah diabadikan oleh kamera.



"Cantik sekali!" Pujinya sambil melihat gambar yang ia ambil.


"Apa hasilnya bagus? Karena kalau tidak, aku tidak mau lagi berfoto!"


"Tentu saja sangat bagus! Bagus sekali! Lebih bagus lagi kalau kitab berdua di dalamnya." Adnan mendekat dan mendekap tubuh Eisha dari samping dan melayangkan kamera ponselnya.


"1,2,3!"


"Sempurna!"



"Aku tampan bukan?" ujarnya membuat sang istri hanya mengangguk setuju.


"Lihat yang lain Pak!"


"Tentu saja!" Pria yang bertugas sebagai pemotret itu menampilkan hasil dari pemotretan keduanya yang mengiklankan beberapa produk rumah tangga.



"Kau seperti ibu-ibu yang belanja di pasar Sayang." Sontak saja pernyataan itu membuat Eisha langsung melototkan matanya.


"Begitu ya?"


"Tapi kau tidak berubah, tetap cantik dalam keadaan apapun." Adnan memeluk Eisha membuat yang lain sudah terbiasa dengan kebucinan pria itu.



"Aku ingin ini, yang akan ku pajang di ruang kerjaku. Bagaimana sayang?"


"Iya, bagus sekali." Mata Eisha menatap gambar yang terakhir dalam pemotretan diluar tema produk.

__ADS_1


"Kau terlihat begitu mencintai ku ya."


"Tidak!" Eisha tersenyum malu-malu saat Adnan mengatakan itu.


"Aku mencintaimu Eisha."


"Aku juga."


"Woh! Sudah cukup bung, kau ingin membuat adegan film di sini?" Suara seseorang itu membuat keduanya melihat ke arah belakang.


"Dia lagi!" Adnan merangkul pundak istrinya menuju ke arah sosok itu.


"Bagaimana kabar mu Math?" Eisha lebih dulu membuka suaranya pada pria tampan itu.


"Baik, seperti yang kau lihat." Balas Math.


"Tapi aku lihat, tidak begitu!" Adnan membuka suaranya membuat pria itu menyerengitkan keningnya.


"Apa maksudmu?"


"Kesendirian mu itu, segeralah atasi kawan! Kalau tidak ia membuat aura mu menjadi suram sekali."


"Adnan ...."


"Apa? Aku berkata benar sayang."


"Suamimu itu benar-benar Eisha! Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kau bisa menghadapi tingkah lakunya seumur hidupmu."


"Hei! Dia ini sangat mencintaiku. Apapun tingkah ku tentu berbeda kepada setiap orang dan istriku yang cantik ini." Ada mengeratkan pelukannya membuat Math memutar bola matanya dengan malas.


"Terserah kau saja!"


"Ngomong-ngomong, di mana dokter Veer?" tanya Eisha membuat Math terdiam beberapa saat.


"Dia ke Kanada saat ini."


"Kanada? Ada apa?" Sahut Adnan dan Eisha serentak.

__ADS_1


"Ada seminar di sana. Lagipula ia seorang dokter, tentu saja ia menghadirinya."


"Aku pikir dia menjauh karena aku yang menang."


"Sayang ...." Eisha memberikan kode karena mulut suaminya yang ceplas-ceplos itu.


"Dasar! Sudah kau dapatkan masih saja berpikir begitu. Lagipula Veer menyayangi istrimu seperti adiknya."


"Iya, aku tau itu. Tapi aku tidak akan membiarkan siapapun memandang dan mengambilnya dariku!" Meksipun terdengar candaan tetap saja terdengar keseriusan di sana.


"Kalian berapa lama di sini?"


"Mungkin sekitar 1 minggu lagi, karena hanya menyelesaikan urusan pemotretan saja. Setelah itu kami akan pergi ke ...."


"Sudah! Tidak perlu kau katakan!"


"Hahahaha."


"Baiklah, aku pergi dulu ya. Kabari aku jika kalian akan berangkat." Math bangkit dan memberikan salam kepada Adnan dengan gaya mereka dan Eisha hanya memberikan senyum kepada pria bermulut pedas itu. Masih lekat di benaknya, saat ia pertama kali menjadi Alice maka pria itu selalu bersikap dan bicara seperti tidak menyukainya.


"Hati-hati!"


"Kalian juga!"


"Baiklah Sayang, sekarang ayo kita pulang dan aku ingin makan makanan buatan tangan istriku ini."


"Kau ingin dimasak apa?"


"Omelette rice dan pudding susu."


"Baiklah Tuan suamiku yang tampan."


"Aku mencintaimu Eisha."


"Aku juga Tuan es balok ku."


__ADS_1


Sambil menunggu Chapter berikutnya, yuk mampir dan berikan dukungan ke karya author yang berjudul Pendamping Hidup Mommy Sashi.



__ADS_2