Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Ketidakpercayaan


__ADS_3

Sambil memegangi tangan yang memar, karena ulah Adnan hatinya nya juga sakit mendengar tuduhan pria itu padanya.


Sungguh ia tidak melakukan nya, apakah karena kepergiannya atau karena kehadiran Clara, pria itu tidak percaya lagi padanya?.


Sepanjang jalan akhirnya air mata itu turun juga tanpa diminta Eisha, ia akhirnya pergi dari sana dan kembali ke asrama. Penampilan nya yang tak karuan serta air mata yang mengalir begitu deras, membuat supir taksi merasa iba, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya menjalankan tugas nya saja mengantarkan gadis itu.


Setelah pertengkaran tadi, Eisha memilih pergi, karena pria itu sedang diliputi amarah, tidak ada gunanya ia berdebat dan membela dirinya. Pria itu seolah tuli dan terus menyalahkan nya. Mungkin dengan ini, beberapa hari ia akan kembali menemui Adnan.


Eisha terlonjak kaget, saat bahunya ditepuk seseorang dan ketika ia membuka matanya terlihat supir dihadapan nya.


"Nona sudah sampai" ucap supir itu.


Eisha melihat sekelilingnya, ternyata ia berada di gerbang asrama dan segera ia bangkit dan membawa barang nya dari rumah Adnan dan membayar supir itu.


"Terimakasih pak" ucap Eisha


"Sama sama Nona" ucap supir itu.


Angin malam yang dingin serta berhembus kencang membuat Eisha segera melangkah kan kakinya dan segera masuk ke kamarnya.


Terlihat lorong asrama yang sepi karena beberapa murid pergi kembalikan ke rumah nya, dan ada juga yang sudah tidur dan juga mungkin pergi keluar, karena jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.

__ADS_1


Akhirnya Eisha sampai di kamarnya, segera ia mengambil kunci dan membuka pintu kamarnya.


Namun saat ia masuk, langsung saja kamar yang gelap tadi berubah terang dan Eisha langsung terkejut melihat orang yang berada di kamarnya, Naura?.


"Sha??" ucap Naura langsung menghampiri Eisha, dapat ia lihat keadaan gadis itu sangat kacau.


"Kau disini??" Eisha bertanya dan bersikap biasa.


"Aku tidur dikamar mu hari ini, karena kau akan pulang kan, jadi aku sengaja menunggu mu" ucap Naura.


"Terimakasih ya" Eisha langsung meletakkan tas nya dan menuju kamar mandi.


"Aku baik" ucap Eisha sambil terus membasuh wajahnya.


Naura dengan segera mematikan kran air itu, dan membuat Eisha melirik padanya menanyakan maksud nya.


"Berhentilah berbohong, aku tau kau tidak baik baik saja sha!" ucap Naura menatap Eisha.


Eisha terdiam dan menunduk, saat ia merasakan tangan Naura menyentuh bahunya dan memanggil namanya, seketika pertahanan nya runtuh.


Eisha menangis di pelukan Naura, gadis itu mengeluarkan semua kesedihan nya, dapat Naura rasakan kesedihan itu, ia sudah menduga ada yang tidak beres karena itu ia menunggu Eisha untuk bicara tapi sepertinya gadis itu bersikap biasa saja dan hal itu membuat Naura tak suka.

__ADS_1


Naura membiarkan Eisha meluapkan kesedihannya sambil terus mengelus rambut Eisha ia tidak bertanya ia akan menunggu gadis itu untuk tenang.


"Kenapa tidak ada yang percaya padaku Ra!!"


"Rasanya sakit sekali!!" ucap Eisha disela tangisan nya, sungguh Naura merasa sesak mendengar dan melihat nya.


"Ada aku" ucap Naura pada gadis itu dan malam itu dipenuhi air mata Eisha.


Tak lama Naura dapat merasakan nafas teratur dari Eisha, gadis itu segera membantu Eisha ke ranjang dan membaringkan nya.


Dengan mata sembab, Naura merasa sakit melihat nya, entah mengapa ia merasa ini ada yang tidak beres, gadis itu pergi dengan senyuman dan memberikannya pesan pada nya dan tidak ada masalah.


"Aku tidak bisa membiarkan hal ini, pasti ada sesuatu, Eisha sebelum nya menghubungi ku dan ia baik baik saja, tapi kenapa semuanya berubah" gumam Naura.


Naura dengan benda pipih nya dan segera menghubungi seseorang.


"Aku butuh bantuan" ucap Naura


Bersambung......


Jangan lupa like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2