Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Si Cerewet Naura Vs Adnan


__ADS_3

Mendengar namanya dipanggil, seketika Adnan langsung menoleh dan terlihat seorang gadis cantik dengan dress sekaki dan rambut nya tergerai dengan indah.


Ditambah lagi dengan suasana malam, cahayanya mengenai mata coklat itu membuat nya semakin sempurna.



Suara itu, Adnan sangat merindukan nya ia tersenyum dan bangkit melangkah beberapa dan sampai di hadapan Eisha.


Jantung Adnan serasa berdisko, namun ia menetralkan nya agar tak terdengar dan bersikap biasa.


Dapat ia lihat gadis itu tersenyum manis padanya, seolah ia juga menunggu dirinya. Senyum itu Adnan selalu mengingat nya, sangat cantik dan mempesona. Apakah setelah mereka berpisah gadis ini adalah orang yang berbeda?.


"Adnan?" Terdengar suara merdu itu kembali memanggil nya, dan Adnan mengembalikan ekspresi nya.


"Kau keluar??, tidak tau kah ini sudah malam??" pertanyaan itu membuat Eisha mengerutkan keningnya.


"Apa kata pria ini, malam???, lalu bagaimana dengan nya sendiri" itulah yang dipikirkan Eisha


Tapi sebelum ia membalas terdengar suara cempreng dari belakang dan bisa ditebak itu adalah Naura.



"Kau Adnan kan???" Naura bertanya sambil menunjuk pria itu.


"Wah, aku menang taruhan!!, Eisha tepati janjimu!!" Naura terlihat senang dan lesung pipi itu keluar.


Adnan memperhatikan gadis itu yang menganggu suasana dan pertemuan mereka, Adnan melihat nya dari atas ke bawah, dan merasa mengenalinya.


"Naura, Adnan kenalkan ia adalah temanku" Eisha salah tingkah karena itu dan ia segera mencubit pinggang gadis cerewet itu.


"Awww, Eisha!" Naura melihat Eisha dengan kesal.


"Begitu ternyata, kenapa kau pulang jam segini?" pria itu kembali bertanya.


"Hei??, kau sendiri bagaimana tuan?" Naura melontarkan pertanyaan itu pada Adnan.

__ADS_1


"Apa maksudnya?" pria itu tidak mengerti


"Kau sendirikenapa datang dan menunggu seperti pencuri, disini ditambah malam hari!" Naura terus bertanya pada pria itu.


"Hei!, aku tidak bicara denganmu!" Adnan terlihat kesal dengan kehadiran gadis ini, sedangkan Eisha melihat interaksi keduanya.


"Memang apa masalah nya, kami pergi bersenang-senang dan tidak menganggu mu sedikit pun, lagipula kau kan yang menyakiti temanku kemarin!, dan apa yang kau lakukan disini sekarang??" Tanya Naura menggebu


"Naura sudah!" Eisha menengahi hal itu sepertinya pertemuan mereka tidak baik.


"Lihat?, temanku ini membela mu kan??" kata Naura.


"Sekarang katakan apa yang kau lakukan disini??" Naura terus bertanya pada Adnan tidak perduli wajahnya yang sudah kesal.


"Aku tidak berurusan denganmu nona, kenapa kau tidak masuk saja kedalam karena dengan tubuh kecil itu mungkin saja kau akan terbawa angin dan menghilang!" Adnan membuat gadis itu semakin kesal.


"Sudah hentikan!!!" Eisha akhirnya berteriak dan membuat kedua orang itu terdiam.


"Naura, aku akan bicara padanya kau bisa masuk duluan sepertinya ini cukup lama" Eisha bicara lembut pada temannya itu.


"Aku akan menunggu disini, siapa yang tau ia akan membuat luka baru untukmu!" gadis itu melotot kan matanya pada pria tato itu.


"Mana lukanya, apa masih sakit??, aku benar-benar tidak sengaja melakukannya" ucap Adnan sambil melihat lukanya.


Membuat Naura bingung, pria ini berubah dalam sekejap dan terlihat penyesalan dimatanya, Naura merasa yakin kedua orang ini ada sesuatu tapi sepertinya mereka belum menyadarinya.


"Lukanya sudah sembuh, kau tidak perlu begitu!" ucap Naura yang membuat Adnan menghentikan tingkahnya.


Sedangkan Eisha, gadis itu tengah gugup dan jantung nya sudah berpesta didalam karena tindakan kecil itu.


"Lukanya sudah sembuh Adnan" Eisha akhirnya bersuara juga.


"Jadi ada apa?" Eisha kembali bertanya


"Aku minta maaf, atas tindakan ku kemarin, aku tidak menyangka Clara melakukan nya sampai begitu." Eisha menajamkan pendengarannya pria ini meminta maaf padanya dan terlihat ia merasa bersalah. Eisha sangat senang akhirnya kebenaran terungkap juga.

__ADS_1


"Tidak apa aku juga minta maaf pergi begitu saja" ucap Eisha memandangi pria itu.


"Aku senang kau mengetahuinya, mungkin Clara tidak sengaja melakukannya." ucapan itu membuat Adnan terlihat memerah karena nama itu.


"Jangan sebut namanya lagi, aku tidak suka kebohongan dan aku sudah memutuskan hubungan dengan nya!" ucapan Adnan sontak membuat Eisha senang namun ia tidak memperlihatkan nya.


"Kau yakin??" tanyanya


"Iya, aku tidak suka kebohongan apalagi penghianat sekecil apapun itu, seharusnya aku tidak meragukan mu" ucap Adnan tulus dan menggenggam tangan Eisha dan mendekatkan wajahnya.


"Kira-kira jam beberapa penerbangan ke planet mars?, Sepertinya aku harus segera pergi karena masa kontrak ku sudah selesai!" Ucapan Naura membuat kedua orang itu tersentak dan melepaskan genggaman mereka.


"Eisha sepertinya kau akan pergi berkencan dengan nya, karena pria ini sepertinya menembus jalan dan dinginnya malam untuk mu, dan ia harus segera diberikan asupan agar tak tumbang" ucapan Naura membuat Eisha melihat pria itu yang sepertinya sedikit pucat karena dingin dan lapar.


"Adnan kau??"


"Temanmu itu cerewet sekali ya, tapi sepertinya ia benar" ucap Adnan.


"Tapi, ke mana?" Eisha harus tau tujuan mereka untuk mengantarkan Adnan agar ia beristirahat karena peraturan asrama begitu ketat.


"Tidak jauh, 10 menit dan bicaralah pada si cerewet itu" ucapan Adnan membuat Eisha terkekeh.


"Naura" Eisha memanggil temannya itu.


"Aku paham, hanya saja jika ia berbuat sesuatu pukul saja ia, atau kalau kau butuh bantuan panggil aku kita pukul bersama" ucap Naura membuat Eisha tertawa.


"Jaga dirimu" ucapnya


"Kau juga, dan terimakasih aku akan memasak nya nanti" ucap Eisha melangkah pergi.


"Hei??, awas saja kau menyakiti temanku!!" ucap Naura mengepalkan tangannya ke arah Adnan.


Tapi pria itu menjulurkan lidahnya seolah mengejek gadis itu. Tak lama motor itu melaju membawa kedua orang itu.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungan dengan like, komen, vote, fav dan hadiah nya.


Terimakasih ❤️❤️❤️


__ADS_2