Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Rencana pertemuan


__ADS_3

Sam menunggu Kabir tersadar, setelah cukup lama pria itu tak sadarkan diri. Sam sedang berpikir apa yang terjadi sebenarnya, kenapa tuannya itu berteriak seperti tadi.


"Apa mungkin ini ada kaitannya dengan hal itu?," ujarnya.


Sam mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar, hingga terlihat beberapa barang yang terjatuh dan laci terbuka. Pria itu langsung bangkit dan menyusun serta meletakkan kembali barang yang terjatuh itu kembali ke tempatnya. Hingga matanya terpaku pada sebuah laci yang berisi beberapa dokumen, namun bukan itu masalahnya, melainkan sekotak pil didalamnya.


"Apa ini?," ujarnya sambil mengambil kotak pil itu.


"Kau jangan lupa untuk selalu meminumnya!" perkataan itu terngiang-ngiang di benaknya.


"Apa ini yang dimaksud oleh Mr?, gumamnya dalam memandangi pil itu.


"Aku harus memeriksakan pil ini, aku ingin tau apa dan fungsinya pil ini!," Sam mengambil salah satu pil itu dan meletakkan kembali kotak itu ketempat nya.


Sam tersentak saat mendengar lenguhan Kabir yang mulai tersadar. Ia segera mendekati ranjang itu dan melihat Kabir yang mulai bangkit dari tidurnya.


"Tuan!."Panggilnya.


"Air, aku haus," balas Kabir.


"Ini Tuan, minumlah air nya," Sam membantu pria itu minum karena tangannya yang masih terluka.


"Ternyata," balas Kabir.

__ADS_1


"Sama-sama Tuan," ujar Sam.


"Apa kepala anda masih sakit? apa saya perlu panggilkan dokter Tuan?," tanya Sam.


"Tidak perlu!, ambilkan saja pil di dalam laci itu." Ujar Kabir yang membuat Sam melihat kearah yang ditunjukkan dan itu mengarah ke pil yang ia ambil tadi.


"Sam!," sentak Kabir.


"Iya Tuan," Sam tak punya pilihan sekarang ia akan melakukannya sesuai permintaan Kabir, meskipun saat ini dibenaknya bertanya mengenai pil itu.


Kabir mengambil beberapa pil itu dan meminumnya segera, setelah itu ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan mengisyaratkan agar Sam meninggalkannya.


"Baik Tuan, selamat beristirahat, saya akan menyiapkan makan malam," balas Sam yang hanya diangguki oleh Kabir.


"Mau kemana?," tanyanya.


"Aku ingin membeli beberapa bahan makanan untuk nanti malam, Tuan terlihat kurang sehat, jadi ia meminta ku membeli beberapa barang. Kalau tidak percaya silahkan tanya sendiri," ujar Sam.


"Hmmmm, baiklah segera kembali!," ujarnya, dan tanpa lama sam segera pergi melajukan mobilnya.


"Kenapa ia tiba-tiba datang? Mr tak boleh curiga, aku baru saja memulainya!." Sam berujar dan bertekad akan memecahkan misteri ini, sudah cukup penderitaan Tuannya.


Naura duduk sambil membaca pesan dari seseorang, vikram duduk bersebrangan dengannya. Tampak wajah cantik itu tengah serius, dan mengetikan beberapa kata-kata disana.

__ADS_1


"Vikram!," panggilnya.


"Iya Nona," balas Vikram.


"Menurutmu apa ia orang yang sama atau berbeda?," tanya Naura membuat Vikram tampak terdiam beberapa saat.


"Nona, kalau boleh saya jujur saya punya dua jawaban... jika saya lihat mereka orang yang sama, hanya saja sedikit berubah karena waktu dan hal yang menimpanya. Tapi jika dilihat dari kejadian waktu itu, mungkin mereka bukan orang yang sama, karena cukup sulit diterima bahwa, nona Eisha sampai di London dan bersama Tuan Muda Berta Nona." Jelas Vikram.


"Huftt..." Naura tampak menghela nafasnya dengan panjang.


"Menurut Nona sendiri bagaimana? apa yang Nona rasakan?," tanya Vikram.


"Aku merasa dia adalah Eisha Vikram, tapi seperti katamu tadi aku tidak tau bagaimana ia bisa bertemu dan bersama dengan putra keluarga Berta, dan ia bahkan tak mengingatku dan juga kesukaan nya berbeda dengan Eisha ku.


"Lebih parahnya, aku menjadi pusing dengan Adnan atau Kabir! ia jadi ikut-ikutan seperti Eisha, hanya pria itu yang bisa membantu kita,"


"Maksud Nona... Sam?." Tebak Vikram.


"Iya, dan aku mendapatkan pesan darinya untuk segera bertemu dan aku mengatakan untuk bertemu di restoran milikku," terang Naura.


Bersambung.....


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️

__ADS_1


Episode berikutnya akan tayang.....


__ADS_2