
Eisha kembali menekan nomor itu, tapi tak ada jawaban hal ini membuat Eisha cemas, apa yang terjadi sebenarnya.
Naura yang melihat kecemasan temannya itu segera mendekat, dan mengusap bahu itu. Eisha celingak-celinguk melihat ke sudut sekolah tapi belum terlihat pria itu.
"Ponselnya tidak aktif" ucap Eisha lesu
"Kalau begitu, kita pergi ke studio saja dulu ya, setelah itu aku yakin ia akan datang mungkin sedang terjebak macet" ucap Naura
"Kau benar, ayo kita kesana dulu, mungkin ia langsung kesana" ujar Eisha saat mereka melangkah terlihat Vikram berlari ke arah mereka dan Naura langsung memberikan isyarat.
"Ayo, mobilnya disini" ujar Vikram kedua gadis itu mengikuti pria tampan itu dan saat sampai di parkiran matanya langsung terbelalak tak percaya melihat nya.
Mobil BMW hitam terparkir cantik disana, seolah menunggu kedatangan pemiliknya, Eisha memastikan penglihatan nya dan ia tidak salah lihat. Ia langsung menoleh pada Naura apakah ini miliknya karena bisa dipastikan harganya sungguh mahal.
"Ra, ini??" tanyanya
"Masuk saja, ini milik kekasihku karena ini hari spesial ku" ucap Naura mengajak Eisha masuk kedalam, sedangkan Vikram mengikuti dan duduk di kursi depan.
"Tapi ini sangat mahal" ujar Eisha, membuat Naura ingin mengigit gadis itu.
"Kekasihku ini luar biasa, ini bukanlah hal sepele, bahkan jika ku suruh ia melompat ke kolam sekolah ia akan langsung lakukan!" ujar Naura membuat Vikram menelan ludahnya.
__ADS_1
"Benarkan sayang??" tanyanya yang langsung mendapatkan anggukan.
"Iya, aku akan melakukan apa saja, bahkan menyanyi di aula pun ku lakukan" ujarnya membuat Eisha mengangguk.
"Benar benar hebat, kau sangat beruntung sekali" ujar Eisha.
Vikram langsung menancap gas dan mobil mewah itu membelah jalanan, tanpa disadari ada beberapa mobil lagi yang mengikuti mereka.
Eisha yang asik melamun, sambil memikirkan keberadaan Adnan langsung menoleh ke belakang saat merasa mereka diikuti, hingga ia langsung mencolek Naura.
"Ra, aku merasa ada yang mengikuti kita" ujarnya yang membuat Naura menoleh sekejap dan Vikram berekspresi datar.
"Mungkin itu hanya perasaan mu saja, karena jalan yang kita lewati searah dan mungkin mereka menuju tempat yang sama dengan kita" ucap Naura.
Langsung saja, Vikram menekan alat penghubung di telinga nya yang tertutupi rambut nya itu, tanpa disadari Eisha yang diajak ngobrol oleh Naura.
"Jaga jarak sedikit!, jangan terlalu dekat!" ucapnya yang membuat Eisha menoleh padanya.
"Kau mengatakan sesuatu??" tanya Eisha
"Iya, aku lupa nama studio nya" ujar Vikram yang membuat Eisha memberitahu kembali.
__ADS_1
Tak lama Eisha kembali menoleh ke belakang dan mobil yang membuatnya penasaran itu sudah menghilang dan ia berpikir mungkin itu perasaan nya saja.
Mereka pun akhirnya sampai di studio, terlihat beberapa keramaian menghampiri tempat itu untuk mengabadikan momen mereka yang berharga, saat akan masuk Eisha dikejutkan oleh seseorang yang menghampiri nya dan lidah nya terasa kelu serta jantung nya berdetak kencang.
Bersambung......
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author, ceritanya seru loh!
Judul : Heavanna
Napen : SRN 27
Blurb
Karena penghianatan pacar dan sahabatnya, Zia memutuskan untuk pindah sekolah. Namun siapa sangka kepindahannya ke SMA Galaxy malah mempertemukan dirinya dengan cowok bernama Heaven. Hingga suatu ketika, keadaan tiba-tiba tidak berpihak padanya. Cowok dingin itu menyatakan perasaan padanya dengan cara yang sangat memaksa.
"Apa nggak ada pilihan lain, selain jadi pacar lo?" tanya Zia mencoba bernegosiasi.
"Ada, gue kasih tiga pilihan. Dan lo harus pilih salah satunya!"
"Apa aja?" tanya Zia.
__ADS_1
"Pertama, lo harus jadi pacar gue. Kedua, lo harus jadi istri gue. Dan ketiga, lo harus pilih keduanya!" ucap Heaven dengan penuh penekanan.