
Kabir pulang dengan basah kuyup membuat Sam yang sejak tadi panik langsung menyusul Tuannya saat kaki pria itu baru saja masuk.
"Tuan, anda kemana saja? saya begitu khawatir" ujar Sam melihat Tuannya basah kuyup seperti itu.
"Jangan banyak tanya Sam, segera ambilkan aku teh hangat! aku akan mengganti pakaian ku dulu" ujarnya meninggalkan Sam di ruang tamu.
"Baik Tuan" ujar Sam
Kabir langsung masuk ke kamarnya dan segera melepaskan pakaian yang membalut tubuhnya, setelah dalam keadaan polos ia langsung masuk ke kamar mandi dan menyalakan shower dan mengatur suhu airnya.
"Hangat sekali!" ujarnya menyandarkan dirinya di dinding kaca itu bersamaan dengan air yang membasahi nya.
"Wanita itu? siapa dia? matanya membuat ku....."
"Aghhh!!!" Kabir merasakan tiba tiba kepalanya dihantam sesuatu disertai ada tayangan seperti kaset rusak di kepalanya.
"Hei Gadis Berkacamata, kau ini sangat menyebalkan dan bodoh!"
"Dia sudah mati!"
"Tidak!!!!" Sam yang berada di depan pintu kamar Tuannya, mendengar teriakkan Tuannya. Tanpa ba-bi-bu lagi ia langsung masuk.
"Tuan?" Sam melihat tubuh kekar itu telah tertelungkup di ranjang dengan belitan handuk di pinggangnya.
__ADS_1
"Tuan?" Sam mendekati tubuh itu dan membangunkan Kabir, namun sepertinya tak ada jawaban.
"Pingsan, dan sepertinya Tuan demam" ujarnya yang langsung memposisikan tubuh Kabir dengan baik, tak lama dengan segera Sam mencari obat dan memakaikan selimut tebal untuk Tuannya.
Setelah dirasa cukup, ia segera beranjak darisana untuk membereskan lantai yang basah karena kemungkinan Tuannya yang selesai mandi langsung tak sadarkan diri. Tapi satu hal yang membuat nya kebingungan, kenapa Tuannya berteriak, apa yang sebenarnya terjadi.
Alice langsung bersin bersin dan tak berhenti sejak tadi, Jane yang melihatnya langsung mencari obat untuk mencegah wanita itu demam nantinya.
"Ayo! segera mandi air hangat dan ganti bajumu! seru Jane
"Iya, aku akan melakukan nya... hachuuu!!!!" ujar Alice seraya melangkahkan kakinya menuju kamar nya.
Jane langsung ke dapur dan membuatkan minuman hangat untuk wanita itu, ia merasa bersalah karena terlambat menjemput Alice dikarenakan cuaca yang cukup buruk dan jalanan yang macet.
Alice segera mencari pakaian yang cocok untuk menghangatkan tubuh nya, setelah diguyur hujan lebat, ia langsung segera mengatasinya agar tidak sakit.
"Siapa dia??"
"Dan kenapa ia terlihat.... seperti....."
"Tidak! aku rasa karena hujan membuat ku berhalusinasi, sepertinya aku perlu minuman untuk membersihkan pikiran ku" Alice berujar dan segera turun menuju ke dapur tempat Jane saat ini.
"Ini aku sudah buatkan, minumlah!" ujar Jane seraya memberikan minuman hangat itu pada Alice.
__ADS_1
"Terimakasih Jane" Alice mengambilnya dan duduk dihadapan Jane.
"Bagaimana??" tanya Jane melihat Alice meminum teh itu.
"Enak dan hangat sekali, terimakasih" ujar Alice
"Sama sama, aku minta maaf soal keterlambatan tadi" sesal Jane
"Tak apa, aku juga minta maaf tadi memarahimu"ujar Alice
"Oh ya, tadi kau bilang kau bertemu dengan orang aneh" tanya Jane
"Hmmm" balas Alice menganggukkan kepalanya.
"Katakan! kenapa bisa? kau mengenalnya? dia mengatakan apa padamu? dan mana payungmu? dia mengambilnya? karena itu kau basah kuyup" Jane mencerca Alice dengan berbagai pertanyaan membuat Alice menghela nafas panjang.
"Katakan Alice!"
"Iya, sebenarnya tadi.........."
Bersambung......
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
__ADS_1
Episode berikutnya akan di-update siang nanti ditunggu ya😁😁
Terimakasih banyak kepada pembaca 😘😘😘