
Veer dikejutkan dengan kedatangan Sid dan Math di ruang kerjanya. Veer baru saja selesai memeriksa pasiennya di ruangan rawat inap. Namun saat ingin beristirahat tentu, ia menuju ruangannya.
"Kalian??" ujarnya
"Hai dokter" ujar Math
"Ada apa kemari?" Veer meletakkan jas putih yang menemaninya.
"Begini dokter, temanku ini sedang tidak sehat, ia mengeluh sakit di beberapa bagian tubuhnya." ujar Sid
Veer yang mengerti pun hanya diam dan memperhatikan tingkah absurd kedua temannya itu.
"Keluhan apa??"
"Begini, ia merasakan sakit di jantung nya dan juga ia terkadang sering tidak tidur akibat gelisah karena pemilik hatinya pergi mendadak. Jadi ia kurang bersemangat dan moodnya berubah seketika dan juga otak nya jadi pelupa karena baru saja mendapatkan kabar kekasihnya sedang pergi ke Paris!"
"Hahahaha" gelak tawa Sid langsung pecah mendengar ucapan Math yang bicara sambil memperagakan dengan ekspresi dan mimik wajah yang pas.
Veer langsung melempar bantal sofa di dekatnya dan mengenai wajah Math, membuat Sid langsung tertawa terbahak-bahak karenanya. Wajah Veer mendadak berubah karena ulah sahabat laknatnya itu. Memang semua yang dikatakan itu adalah benar, Alice mengabarkan dirinya mendadak dan membuat pria itu tak dapat terbang ke Paris karena urusan nya yang tak bisa ditinggalkan.
"Tertawa saja terus!!!"
"Veer, kau merusak tatanan rambut ku karena bantal ini" Ujar Math melemparkan balik bantal itu namun, tak mengenai Veer.
"Aku bisa merusak organ mu juga saat ini!" kesal Veer
"Tenang Veer, lagipula ia hanya pergi kesana sebentar saja, nanti juga akan pulang" Sid bersuara dan duduk di sebelah Veer
"Kau tak perlu uring-uringan karenanya, kau seperti anak kecil saja yang kehilangan ibunya ditinggal pergi keluar negeri" ujar Math
__ADS_1
"Ngomong-ngomong daripada kau kesal, bagaimana dengan rencana mu itu?" tanya Sid membuat Veer menoleh padanya.
"Aku sudah memperhitungkannya dan akan melakukan nya disana" balas Veer
"Itu bagus! tinggal melihat reaksi dari wanita itu saja"
"Mau bertaruh?"
"Si*all kau berharap ia menolak ku!" ujar Veer marah
"Tidak, aku hanya bertanya saja Veer. Ayolah ini kan kejutan, pasti kita akan mendapatkan kejutan juga dari reaksinya nanti."
"Jangan begitu Math, lagipula aku yakin ia akan mempertimbangkan Veer sang dokter kita ini, kecuali ada pria yang mengisi hati wanita itu"
"Itu tidak mungkin, ia tak pernah dekat dengan siapapun, aku selalu memperhatikan nya" balas Veer cepat membuat keduanya terkekeh.
"Baiklah, sekarang ayo kita makan saja! aku sangat lapar" ujar Math
"Iya, ayo ke makan"
"Itu baru benar! ayo kita makan!". Math bersorak gembira.
...๐น๐น๐น๐น๐นDisisi lain ๐น๐น๐น๐น๐น...
Alice baru saja selesai bergantian pakaian dan saat ini ia tengah istirahat. Ia mengambil tasnya dan memeriksa ponselnya dan saat membuka layar sentuh itu terlihat ada panggilan dan pesan dari Veer. Alice segera membacanya dan ia lupa belum mengabari pria itu sejak mendarat di Paris.
"Ada apa??" tanya Jane
"Aku lupa mengabari Dokter" ujar Alice
__ADS_1
"Kalau begitu segera kabari, pasti ia sedang menunggu kabar darimu" balas Jane
"Iya, ini aku sedang mengirimkan pesan" ujar Alice sambil mengetik pesan pada Veer.
"Sudah" Alice berujar setelah melihat centang dua di layar itu.
"Oh ya, setelah ini kita bisa langsung pulang, aku sudah bicara pada pihak acara dan yang lainnya, kau ingin langsung pulang atau...."
"Pulang saja, aku lelah sekali rasanya. Tapi aku sangat senang berada disini dan sudah berhasil menampilkan semampuku"
"Iya, dan kau sangat hebat, foto mu yang tersebar di media sosial sudah mendapatkan respon baik dari netizen.
"Kau selalu berhasil dalam apapun" puji Jane
"Itu semua juga berkatmu"
"Sekarang aku akan membereskan barang-barang kita dan.... oh ya, kau juga mendapatkan pujian dari desainer dan mereka memberikan hadiah padamu"
"Indah sekali, aku tidak menyangka. Kenapa tidak mengabariku tadi" Alice merasa tidak menghormati orang jika seperti ini.
"Aku sudah bilang tadi, tapi ia mengatakan sedang terburu-buru dan kau tau apa yang lebih luar biasa?" ujar Jane membuat Alice bertanya
"Apa??"
"Ini......" James mengeluarkan sesuatu dan langsung membuat Alice bersorak gembira dan membuat perhatian orang tertuju padanya.
"Astaga!!! Jane..... ini... aku akan menyangka sekali" ujarnya dengan mata berkaca-kaca melihat tulisan itu.
Bersambung........
__ADS_1
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya โค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธ
Terimakasih banyak semuanya ๐๐๐๐