
Naura merasa sangat penasaran akan pesan yang dikirimkan Daddy nya. Lama ia termenung untuk mencari maksud pesan itu tapi tak ia temukan.
"Sejak kapan Daddy jadi detektif dan main rahasia begini??" ujarnya bingung.
"Kenapa ia belikan aku ponsel?"
"Ponselku masih ada atau aku bisa beli sendiri" ujarnya memandangi ponsel keluaran terbaru itu.
"Kau hanya perlu melupakan masa lalu dan menatap ke depan. Nanti kau akan menemukan jawaban atas pertanyaan yang selama ini ada dibenakmu, terkadang sesuatu yang kita cari berada dekat dengan kita sebenarnya namun, mungkin kau tidak menyadarinya"
"Ini hanya menambah kepalaku menjadi pusing baru bait pertama bagaimana dengan yang lainnya! lebih baik aku akan ke restoran saja!" ujarnya pergi mengambil tasnya dan meninggalkan kamarnya.
"Vikram!" panggil Naura berteriak
"Iya Nona" balas Vikram menghampiri Naura.
"Ayo, kita ke restoran! aku pusing sekali!" ajak Naura memberikan Vikram hanya mengangguk dan mengikutinya.
Vikram dapat melihat kekesalan Nona nya itu, sejak dari rumah hingga menuju ke restoran. Naura yang merasa dipandangi hanya diam saja.
"Kita sudah sampai Nona" ujar Vikram
Naura langsung turun dan masuk kedalam restoran nya, para pegawai yang sedang bekerja melihat pemilik restoran datang langsing memberikan salam hormat.
Naura yang melihat dan mendengarnya pun langsung tersenyum, seolah kekesalan nya telah hilang melihat semangat dan senyuman dari pekerja nya.
"Selamat siang Bu Naura" ujar mereka semua
__ADS_1
"Selamat siang juga, semangat kerjanya ya" balas Naura
"Wah, Bu Naura cantik sekali, tidak pernah berubah" Ujar salah satu mereka
"Iya kau benar! selain cantik ia juga baik hati" ujar yang lain
"Heh, ayo kembali bekerja" Ujar Vikram tiba tiba dari belakang, pria itu sedikit ketinggalan karena langkah Naura yang cepat.
"Iya....... tampan sekali bukan" ujarnya melihat Vikram yang perlukah menghilang
"Ishhhh kau ini, itu bodyguard Bu Naura"
"Iya, tapi aku kan hanya melihatnya saja tidak ku sentuh apalagi ku rusak" balasnya
"Ayo kita kembali bekerja" ajaknya yang membuat temannya setuju
Kebetulan sedang menuju jam makan siang, karena itu sebentar lagi restoran akan ramai dan Naura tidak setiap hari datang ke restoran.
"Terimakasih Luzi" ujarnya, tak lama Vikram datang dan membuat Luzi pergi.
"Duduklah Vikram, kau terlihat lelah mengejar langkah kecilku" Ujar Naura
"Sepertinya begitu Nona"
"Aku akan mengecek laporannya keuangan restoran"
"Dimana laporan nya?" ujar Naura yang terlihat mencari diantara tumpukan dokumen.
__ADS_1
"Luzi dimana laporan keuangan?" tanyanya yang melihat Luzi membawakan minuman untuk Vikram
"Sepertinya diruangan sebelah Bu, biar saya ambilkan" ujarnya
"Tak perlu, aku akan ambil sendiri! kau kerjakan saja yang lain" balasnya yang memberikan kode untuk Vikram agar tetap duduk.
"Baik Bu" ujarnya
Naura segera menuju ruangan pegawai nya yang terletak disebelah ruangannya dan terlihat dari kaca, restoran sedang ramai pengunjung. Naura tersenyum mengingat bagaimana ia membangun restoran ini dan kisah dibaliknya.
"Ah, aku jadi lupa untuk apa aku kemari" ujarnya
Naura melihat beberapa meja dihadapannya dan tak lama ia menemukan dokumen yang ia cari, sepertinya pegawai yang ia tugaskan lupa membawa dokumen itu ke mejanya.
"Nah ini dia" ujarnya
Saat akan meninggalkan ruangan itu terlihat sebuah majalah kecantikan dan fashion. Naura yang sudah biasa melihat hal itu sebelumnya tak menghiraukan nya namun, sesuatu saat halaman itu berbalik sendiri karena angin dari jendela yang terbuka membuat Naura menghentikan langkahnya dan menuju meja itu.
Sebuah halaman yang membuat Naura membelalakkan matanya karena gambar yang terpajang disana memperlihatkan seorang model wanita dengan kacamata menambah kesan kecantikan wanita itu.
"Eisha!!!!!"
Bersambung......
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya โค๏ธโค๏ธ
__ADS_1
Episode berikutnya akan hadir malam nanti, ditunggu ya๐๐๐
Terimakasih semuanya๐๐๐