
Dekorasi sudah ditata dengan baik serta terlihat indah dan menawan dengan bunga-bunga yang bergelantungan di atas, bahkan di meja tamu sudah tertata dengan baik.
Sebelum acara pernikahan di mulai, terlihat sudah banyak kedatangan para tamu undangan ada juga dari media, namun hanya beberapa saja yang diizinkan untuk meliput. Karena tidak ingin menganggu ke khusyuk kan acara pernikahan. Para tamu sudah menunggu kedatangan pengantin yang mereka tunggu sedari tadi. Hingga akhirnya terlihat sang pengantin wanita dengan di dampingi oleh keluarganya dengan outfit kombinasi putih, merah dan emas. Terlihat senyum yang menawan dari sang pengantin wanita membuatnya terlihat sangat cantik dan anggun.
Terlihat sosok pria paruh baya yang terharu sambil mendampingi putrinya yang menawan sekali. Ia adalah Jaya Dirgantara yang tidak menyangka akan bertemu kembali dengan putrinya yang sebentar lagi akan menjadi seorang istri. Dengan perlahan berjalan beriringan dengan putrinya, ia yang berada di sisi kiri putrinya dan istrinya yang berada di sisi kanan putrinya dan Jesi sangat Kakak yang berada di belakang membantu gaun pernikahan adiknya.
"Ayo duduk nak," ujar Jaya dan Lisa membantu Eisha duduk di pelaminan yang sudah ditunggu oleh sang pengantin pria.
Semua orang melihat bersatunya kedua hati itu yang melewati rintangan hingga mereka berpisah, namun takdir mempertemukan mereka kembali. Sejak tadi Adnan tidak berhenti menatap sosok di sebelahnya itu, membuat Eisha memainkan matanya agar membuat Adnan mengerti.
"Kalau kau lihat terus, kapan akan mulainya!" suara itu membuat Adnan tersadar dan menahan malu karena dilihat oleh tamu dan juga kerabatnya.
"Lihatlah! Belum apa-apa ia sudah begitu."
"Wajar saja, karena ia akan menikah dan melihat wanita yang akan menjadi istrinya yang terlihat cantik, kau pun akhirnya memahami dan mengalaminya nanti."
"Kau..."
"Hei, aku tidak berniat apapun. Aku hanya mengatakannya saja. Dia sudah seperti adikku sekarang."
"Sudah, diam! Karena acaranya akan dimulai!"
Veer memandanginya acara pernikahan itu, jika dilihat ia tak mengedipkan matanya sejak tadi. Tapi sungguh dalam hatinya, ia sudah mengikhlaskan Eisha bersama dengan Adnan. Bagi pria itu ia menyayangi dan menjaga Eisha seperti adiknya sendiri.
"Aku senang melihat mu tersenyum bahagia seperti itu," ujarnya dengan tersenyum.
Langsung saja pernikahan di mulai dan beberapa kegiatan dilaksanakan dengan baik. Hingga akhirnya mereka resmi menjadi sepasang suami istri. Keduanya berdiri dan menemui orang tua mereka untuk meminta doa. Adnan dan Eisha bersimpuh di hadapan orang tua mereka sambil di do'akan dan di berikan nasehat.
"Aku mungkin bukan Ayah yang baik untuknya, karena itu aku berharap agar kau menjaga putri ku ini dan mencintai sepenuh hati mu dan jangan melukainya seperti yang pernah aku lakukan."
__ADS_1
"Aku akan menjaganya dan mencintainya sepenuh hatiku, aku tidak akan membuat kalian kecewa."
"Semoga kalian berbahagia, dalam berumah tangga akan ada ujian nantinya dan itu tidaklah mudah dan dibutuhkan kepercayaan satu sama lain."
"Dan yang terpenting adalah jangan gunakan emosi dalam menghadapi setiap masalah, dan juga, masalah dalam rumah tangga itu akan banyak sekali macamnya. Dan yang terpenting adalah komunikasi dan saling terbuka!" ujar Arthur memberikan nasehat pada cucu dan menantu nya.
Setelah nasehat itu, baik Eisha atau Adnan langsing memeluk orang tua mereka dan suasana menjadi haru biru, air mata itu mengalir seiring dengan pelukan yang hangat. Jaya memeluk putrinya sambil mengucapkan maaf berulangkali pada putrinya. Eisha tidak mempermasalahkan hal itu, karena yang ia inginkan adalah kasih sayang dari ayahnya dan hari ini ia dapatkan.
Adnan tersenyum haru melihat istrinya yang mendapatkan kembali apa yang seharusnya ia dapatkan sejak lama. Ialah yang merencanakan pertemuan karena tidak mungkin ia menikahi Eisha tanpa kehadiran dan restu kedua orang tuanya.
"Kau memang cucuku yang hebat!" ujar Arthur dan membuat Adnan memeluknya.
"Hei, maaf menganggu. Apa pelukannya masih lama?" suara itu menghentikan adegan haru itu, dan membuat wajah Adnan jadi kesal.
"Kau selalu saja mengacaukan," ujar Adnan.
"Kami ke sini ingin memberikan selamat, bukan menyaksikan adegan pelukan terus."
"Akhirnya kau menikah juga dengan balok es ini," ujar Naura membuat Eisha tersenyum.
"Mau bagaimana lagi, ia adalah balok es yang membuat ku beku didalamnya." Lalu setelahnya diikuti oleh para pria tampan London.
"Selamat, dan semoga kalian berbahagia."
"Terimakasih, dan semoga diantara kalian ada yang segera menyusul," ujar Adnan sembarangan memeluk pinggang istrinya.
"Mentang-mentang kau sudah menikah ya, awas kau!" ujar Math.
"Aku akan mengawasi mu, jika kau menyakiti Alice maka..."
"Tenang saja kakak ipar, yang jelas segera bawa kakak ipar yang cantik untukku!"
__ADS_1
" Terimakasih banyak, aku berdoa dokter segera menemukan nya." Eisha memeluk Veer dengan rasa sebuah adik pada kakaknya dan Adnan tak mempermasalahkan hal itu. Veer membalas pelukan itu, karena mereka mungkin tidak akan bertemu lagi seperti dulu.
"Terimakasih Kakak Veer," ujar Eisha membuat senyuman di wajah Veer.
"Sama-sama adik ku yang cantik." ujar Raj dan Veer seraya mengedipkan matanya.
"Hei... sudah, dia istriku!" ujar Adnan dengan wajah kesal dan membuat semuanya tertawa.
"Gunung es nya akan mencair! Kita harus segera pergi sebelum menjadi beku bersamanya!"
"Ayo, kita foto bersama!" dan semuanya naik dan segera berpose dengan pengantin dengan senyum bahagia di sana.
1 2 3 !
Cheese!
Dan pernikahan itu tentu menjadi berita dan topik yang hangat karena menjadi pernikahan termegah dan merupakan pernikahan cucu seorang pengusaha terkenal dan mantan model cantik London.
"Aku mencintaimu Pria balok es ku, terimakasih sudah mencintaiku dan menerima diriku, meskipun aku tidak secantik dan wanita yang ceroboh serta cerewet tidak seperti wanita yang anggun dan cantik yang pernah singgah dalam hidupmu."
"Hei Gadis Berkacamata ku, aku juga mencintaimu, sangat... dan terima kasih sudah datang dalam hidupku dan memberikan warna serta mau menerima diriku kembali di antara pria yang lebih baik dariku."
Happy wedding Adnan dan Eisha 🥳🥳🥳
Happy ending.....
Terimakasih kepada para reader yang sudah mampir dan memberikan dukungan kepada author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏. Meskipun novel ini masih banyak kekurangan di dalamnya. Mohon maaf jika ada salah kata dan kekurangan di novel ini ataupun dari author. Sampai jumpa di cerita lain dan beberapa extra chapter nantinya ya.
Jika berkenaan, Yuk dukung dan mampir di novelnya kedua author yang berjudul Pendamping Hidup Mommy Sashi.
__ADS_1