
Di sebuah kediaman, terlihat Adnan sedang membantu Clara untuk berbaring, kondisinya yang mulai pulih ia diperbolehkan untuk pulang.
Dengan kondisi tersebut ia selalu beralasan dan menempel pada Adnan, pria itu tidak masalah dan membantu kekasih nya itu.
"Istirahat lah, aku akan membuat sup ayam untuk mu" ucap Adnan meninggalkan Clara berbaring.
"Iya, terimakasih" ucap Clara lemah.
Setelah kepergian Adnan, ia tersenyum senang karena berhasil membuat Eisha pergi dan hubungan nya dengan Adnan tidak baik.
"Jangan pernah bermain dengan ku!, Adnan hanya milikku!" ia berucap dengan senyum kemenangan dan tak lama ia memejamkan matanya.
Sedangkan di dapur, terlihat pria tato itu berkutat dengan pisau dan bahan masakan, dengan lihainya ia memotong sayuran itu dan memasukkannya ke dalam panci.
Sambil menunggu sup itu matang, Adnan terlihat berpikir, ia baru teringat pertengkaran nya dengan Eisha.
"Apa aku keterlaluan??" gumamnya
Ia masih ingat ucapan terakhir gadis itu padanya, seolah ucapan itu tak mau pergi dari pikiran nya.
"Apa aku salah??, apa ia tidak berbohong??" Adnan terus bergumam dan memikirkan nya.
Jujur saja, selama mereka bersama tak ada masalah dengan gadis itu, mereka baik saja dan hanya mengurus urusan masing-masing.
Dan Adnan dapat melihat nya watak gadis itu selama bersamanya.
Tapi perkataan Clara juga membuat nya bimbang, mungkinkah gadis itu cemburu dan berusaha menyingkirkan Clara?, berbagai spekulasi menghantui pikiran nya saat ini.
__ADS_1
Namun, tidak ada salahnya ia mendengar pembelaan Eisha, mungkin memang hanya salah paham bukankah ia sendiri yang mengatakan untuk melihat ke 2 sisi. Lamunan itu akhirnya buyar, karena suara mendidih dari sup di panci. Adnan segera mematikan kompor dan menyajikan nya, dan ia sudah mengambil keputusan untuk menemui Eisha.
Setelah menyajikan sup itu dengan segera, ia membawa nya ke Clara, dan akan bicara pada wanita itu.
Mendengar langkah kaki seseorang yang mendekat, Clara langsung tersenyum dan tetap melanjutkan tidur nya yang pura pura itu. Tak lama terdengar pintu dibuka dan Adnan memanggil namanya.
"Cla" ucap Adnan sambil meletakkan sup itu. Adnan segera membangunkan wanita itu agar membuka matanya dan segera makan.
"Ayo bangun Clara" ucap Adnan menggoyangkan lengan putih itu.
Tak lama manik biru itu segera terbuka dan tersenyum pada Adnan, Adnan membantu ia bersandar di kepala ranjang dan mengambil sup dan memberikan nya.
"Ayo, makanlah" ucap Adnan
"Suapi aku, aku masih lemas" ucap wanita itu.
Dengan segera, ia mengambil sup itu dan memberikan nya pada Clara, Clara menerima nya dengan senang hati. Ia berpikir telah berhasil dan akan menjerat Adnan untuk selalu disisinya.
"Eisha?" pikiran nya tertuju pada gadis berkacamata itu.
Melihat Adnan memikirkan sesuatu membuat Clara mengerutkan keningnya dan segera memanggil pria itu.
"Adnan!" panggil Clara yang berhasil membuat Adnan tersadar.
"Iya, ada apa??" tanya Adnan kebingungan
"Aku sudah kenyang, mana obatnya" ucap Clara
__ADS_1
Adnan segera meletakkan kembali mangkok itu dan mengambil benda bulat yang mempercepat kesembuhan Clara.
"Ini, minumlah" ucap Adnan membantu Clara, dengan segera Clara meminumnya.
"Sekarang kembalilah istirahat dan aku akan mengantarmu ke apartemen" ucap Adnan yang membuat mata itu membulat
"Apa maksudnya??" tanya Clara
"Kita tidak bisa tinggal seatap" jawab Adnan yang membuat Clara semakin kaget
"Dengan ku kau begitu, tapi saat gadis itu disini dan kalian tinggal bersama kau tidak masalah!" ucap Clara menaikkan nada suaranya
"Cukup Clara aku tak mau berdebat, istirahatlah!" Adnan segera keluar dan menutup pintu itu meniggalkan wanita pirang itu dengan amarah.
"Aaaaaa, gadis itu!!!!!!!" Clara berteriak keras dan melemparkan selimut nya.
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan vote ya agar author semangat ❤️❤️❤️
Sambil nunggu episode berikutnya boleh mampir ke karya teman author ni ceritanya bagus dan seru lho
❤️Karya Chika Ssi
❤️Judulnya Bintang dan Galaksi
“Kamu itu nggak pantas ikut lomba! Berkacalah! Lihat wajahmu yang buruk itu! Dipenuhi bercak putih nggak jelas! Aku rasa itu adalah alasan, kenapa kamu dicampakkan sama keluargamu sendiri!" ~ Bulan Purnama
__ADS_1
"Jika bisa memilih, aku juga ingin memiliki wajah cantik sepertimu, Bulan. Mengenai lomba ini aku hanya mengikuti lomba baca puisi! Bukan lomba kecantikan! Apa orang sepertiku tidak pantas memiliki prestasi walau hanya secuil?" ~ Bintang Bellatrix
"Kamu itu tidak aneh, tapi unik! Nggak usah dengerin apa kata orang. Pura-pura tuli dan buta, terkadang bisa menjadi alternatif terbaik untuk menjaga hatimu sendiri. Setiap orang dilahirkan spesial, dan kamu adalah salah satunya!" ~ Galaksi Milkyway