
Veer sampai di apartemen Alice, ia merapikan rambutnya sebelum turun. Pria itu tampak melihat rambut dan menyisirnya serta menyemprotkan parfum ke tubuhnya.
"Sempurna" ujarnya, dengan segera ia turun dan menekan bel pintu apartemen Alice. Tak lama pintu terbuka dan menampilkan Alice yang membuat pria itu terpana.
Alice yang melihat Veer hanya diam dan tidak bergerak, membuatnya segera memanggil pria itu tapi tetap tidak ada reaksi. Hingga ia menyentuh bahu kekar itu dan mengeraskan suara nya membuat Veer tersadar.
"Apa penampilan ku aneh?" tanya Alice pada Veer
"Ti-tidak, kau cantik maksudku kau sempurna" balas Veer
"Terimakasih, kau juga terlihat sempurna, terutama rambutmu itu" ujar Alice yang tidak menampik bahwa pria dihadapannya ini sangat tampan.
"Kalau begitu, ayo kita pergi" ajak Veer pada Alice
"Iya" balas Alice yang mulai mengikuti langkah kaki Veer menuju mobil merah itu.
"A... terimakasih" Alice sedikit kaget melihat Veer membuka pintu mobil untuk dirinya.
"Silahkan Nona" ujar Veer, setelah itu Alice langsung masuk dan tak lama diikuti oleh Veer dan mereka segera melaju membelah jalanan London.
Sejak dari apartemen tadi, Veer maupun Alice hanya diam. Entah apa yang mereka pikirkan dan saling membisu seribu bahasa, hingga Veer mengambil nafasnya sebelum memulai pembicaraan.
Pria itu melihat Alice yang sibuk memandangi jalanan London sedari tadi, rambut nya diikat ke belakang membuat nya terlihat cantik. Sesekali Alice memejamkan matanya merasakan angin yang menerpa dirinya.
"Alice" panggil Veer membuat ia menoleh
"Iya?" ujar Alice
"Kemarin kau pemotretan bukan?" tanyanya sembari menatap jalanan
"Iya, benar" ujar Alice
"Aku penasaran bagaimana hasilnya, boleh ku lihat?" tanya Veer
"Tentu saja, mungkin Jane atau pihak agensi sudah mengirimkan nya" ujar Alice sembari mengambil dan melihat galeri ponselnya.
Setelah cukup lama berkutat dengan ponselnya, akhirnya ia menemukan nya dan segera memperlihatkan pada Veer.
"Ini hasilnya, aku harap ini bagus" ujarnya
Veer memberhentikan mobilnya sebentar, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Tangan nya segera mengadakan ponsel itu dan melihat hasil dari pemotretan Alice.
" Wah, kau tampak cantik dengan rambut seperti ini, dan juga terlihat lebih powerfull" ujar Veer sambil tangannya terus menggeser layar sentuh itu.
"Ya, mereka menatanya seperti itu" balas Alice
"Temannya bewarna, seperti hari Holi?" tanyanya
"Iya, mereka memberikan tema itu" ujar Alice
__ADS_1
"Kenapa?" tanyanya
"Tidak ada, hanya saja aku teringat akan foto seseorang juga yang menampilkan tema bewarna seperti ini. Tapi ia...."
"Benarkah??" tanya Alice penasaran
"Hmm, benar" balas Veer
"Apa dia seorang model? darimana ia berasal?" tanya Alice beruntun membuat Veer terkekeh.
"Kau ini, setidaknya biarkan aku menyelesaikan kalimat ku dulu" ujarnya membuat Alice merasa salah tingkah.
"Maaf, aku sangat penasaran karena itu aku terus bertanya. Seperti rel kereta api ya, hihi" ujar Alice
"Iya, seperti rel kereta api" balas Veer
"Jadi bagaimana?"
"Ah, ya aku tadi melihatnya, di majalah male edisi terbaru mengenai pengusaha populer" ujar Veer sembari mengingat nya.
"Wah, aku tidak tau itu. Sepertinya aku perlu melihatnya nanti" ujar Alice
"Untuk apa?" tanya Veer seketika.
"Karena aku penasaran" balas Alice
"Tidak perlu! ia sangat jelek! membuang waktu saja dan akan membuat matamu sakit nanti!" ujar Veer terlihat kesal dan membuat Alice kebingungan melihat reaksi pria itu.
"Sekarang kita lanjutkan saja perjalanan kita. Ini sudah membuang waktu cukup lama" pria itu segera melajukan kembali mobilnya menuju tempat bermain Badminton.
Akhirnya setelah memakan waktu sekitar 1 jam, mereka akhirnya sampai di gedung itu. Veer segera membuka pintu mobil itu dan Alice langsung keluar.
Mereka langsung masuk dan saat didalam terlihat orang yang cukup ramai memenuhi bangku penonton.
Alice mengedarkan pandangannya dan selain orang biasa, juga pastinya ada para media yang mencari berita hangat untuk sensasi dan menguji rasa penasaran netizen.
Namun ia segera mengeluarkan alat olahraga nya berupa raket, dan kok serta sebelum mulai bermain, ia melakukan gerakan pemanasan terlebih dahulu agar tak cedera.
Para penonton yang menyaksikan model terkenal datang dan berada disana. Langsung heboh dan segera mengeluarkan ponsel mereka dan membuat caption yang membuat semua orang penasaran dan beramai ramai membacanya.
Alice yang tidak perduli, segera menuju lapangan dan bersiap untuk bermain. Veer berada di seberang nya yang merupakan lawan nya saat ini yang dihalangi oleh jaring Net.
Penonton langsung heboh dan berteriak-teriak memanggil nama Veer. Mereka sangat beruntung dapat melihat pria tampan itu dari jarak dekat. Yang mana mereka merupakan bermain tunggal: satu lawan satu dan bisa dimainkan oleh putra maupun putri.
"Baik, siap??" ujar wasit disana dan seketika semua penonton diam beberapa saat.
Sekilas info mengenai olahraga Badminton
Hampir mirip dengan tenis, badminton dilakukan dengan memukul bola yang disebut kok atau shuttlecock.
Selain itu, olahraga ini dilakukan oleh tunggal maupun ganda dengan dua pasangan yang saling berlawanan.
__ADS_1
Permainan Badminton adalah
Permainan badminton juga kerap dikenal dengan bulu tangkis. Awalnya, permainan ini dinamakan badminton. Dikarenakan merujuk pada sebuah pengertiannya, maka olahraga ini memiliki sebuah nama lain, yaitu bulu tangkis.
Secara harfiah, bulu tangkis berasal dari dua kata, yaitu bulu dan tangkis. Kata “bulu” diambil dari sebuah wujud shuttlecock yang terbuat dari bulu angsa.
Sedangkan untuk kata “tangkis”, diambil dari kata dasar menangkis, di mana inti gerakan dari sebuah permainan cabang olahraga ini digunakan untuk menangkis pergerakan dari shuttlecock (bulu) tersebut.
Tujuan dari permainan kecil badminton adalah mengumpulkan angka sampai 21. Pemain yang telah lebih dahulu mengumpulkan poin atau angka hingga 21, yaitu sebagai pemenangnya.
Peraturan Permainan Badminton
Permainan Badminton:
Berikut ini adalah beberapa peraturan permainan badminton. Peraturan ini harus sesuai dengan peraturan IBF.
Peralatan Permainan Badminton
Raket memiliki panjang maksimal 68 cm dan lebar 22 cm. Panjang kepala raket atau area senar adalah 28 cm dengan lebar 22 cm. Raket bisa terbuat dari kayu atau aluminium dengan berat tak lebih dari 150 gram.
Kok terbuat dari enam belas helai bulu yang ditancapkan pada gabus berdiameter 25–28 mm. Berat standar kok adalah sekitar 4,74–5,5 gram. Untuk tinggi kok, yaitu 64–74 mm
Penentuan Awal Permainan
Pertandingan diawali dengan undian, yaitu menggunakan metode lempar koin yang dilakukan oleh wasit. Undian ini digunakan untuk menentukan pemain mana yang harus melakukan servis terlebih dahulu.
Perhitungan Skor
Penentuan kemenangan di olahraga ini menggunakan sistem best of three (pemenang dua babak). Jadi, permainan bulu tangkis bisa berlangsung sebanyak dua hingga tiga babak. Jika ada pemain yang memenangkan dua set berturut-turut, maka babak ketiga tidak perlu dilakukan.
Pada setiap setnya, pemenang merupakan pemain yang berhasil mengumpulkan poin 21 terlebih dulu. Jika terjadi kedudukan imbang di skor 20-20 (yus), pertandingan akan dilanjutkan hingga salah satu tim unggul dengan selisih dua poin.
Bersambung......
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1