Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
TIDAK


__ADS_3

Semua orang terpaku melihat Naura yang tengah memangku sosok yang berlumuran darah dan pakaian nya yang kotor terkena tanah.


Mereka mengenali sosok itu, yang sudah terbaring dengan mata tertutup dan terlihat luka di bagian tubuhnya.


"VIKRAM!!" Naura berteriak memanggil nama itu sembari mengguncangkan tubuh dipangkuan nya.


"Ayo bangun! ada apa dengan mu??" Naura terus menepuk pipi itu yang mulai memucat tapi tak ada jawaban.


"Nona!" Kate segera mendekati nya, disusul dengan bodyguard serta Adnan dan Sam.


"Kate lihat, ia tidak mau bangun!" Naura mengadu pada Kate, namun ia tidak menjawab justru langsung memeriksa Vikram.


"Masih hidup, nadinya sangat lemah, segera bawa!" Kate memerintahkan mereka membawa Vikram.


"Aku ingin bersamanya!" Naura mencoba bangkit namun justru ia terjatuh karena kakinya yang belum pulih.


"Aghhhh!!"


"Nona, tenanglah kita akan membawanya" Kate berujar menenangkan gadis itu.


"Ia Vikram?, lalu dimana Eisha??" Adnan berujar dan melangkah menuju kesana lebih dekat.


"Tuan!" Sam mengikuti langkah Tuannya itu.


"Vikram katakan dimana Eisha!!" Adnan menghampiri tubuh yang digotong itu dan menepuk pipi Vikram.


"Bangun!!! katakan sesuatu!!" Adnan berteriak dan membuat beberapa bodyguard dan Sam memisahkan nya.


"Tenang Tuan, ini sangat darurat Vikram sangat butuh pertolongan!" ujar salah satu bodyguard itu.


"Tenang kau bilang!!!!!" Adnan memaki dan mulai memukul pria itu.


Buugghhh...


"Tuan tenanglah!" Sam memisahkan Tuannya itu yang tengah marah.


"Eisha!!! dimana kau !!!" Adnan terus memanggil nama itu.

__ADS_1


"Cepat bawa mobilnya!!!!" Kate memerintahkan mereka segera membawa Vikram dengan memapah Naura.


"Adnan" ucap Naura.


"Dimana Eisha!!, kau menemukan Vikram kan? kau pasti menemukan Eisha juga dimana ia!!" Adnan semakin tak terkendali karena kemarahan yang menyelimuti nya tanpa sadar ia menyakiti Naura.


"Lepaskan!" Kate memasang badan untuk melindungi Nona nya itu.


"JAWAB!!!" Adnan terus berteriak dan membuat Naura menangis ketakutan.


"Tolong diamlah!!" Kate akhirnya menghampiri Adnan dan bicara padanya.


"Kalau kau terus berteriak, kita tidak akan menemukan nya! Mengerti!!"


"Dia Tuan mu kan! urus dia, semua nya sedang berusaha!" Kate kesal dan menatap Sam dengan tatapan mautnya.


"Ayo Tuan, mereka sedang mencari Nona Eisha" Sam menenangkan Tuannya itu.


Adnan yang mulai tenang, hanya mengikuti langkah Sam yang membawa nya ke tempat teduh, sedangkan Vikram sudah mulai dibawa untuk pengobatan.


"Eisha, kau dimana?" lirihnya menatap mobil yang rusak tadi.


"Saya pergi sebentar" Sam pamit untuk mencari Eisha kembali, walaupun Tuannya itu tak membalas ucapannya justru menatap kearah mobil itu.


Naura duduk ditemani oleh Kate yang tengah mengobati kakinya agar tidak semakin buruk, ditengah ketenangan itu mereka dikagetkan dengan kemunculan salah satu bodyguard yang membawa Vikram tadi.


"Kate" panggil nya membuat mereka menoleh.


"Ada apa?" tanyanya


"Kami menemukan sesuatu, mungkin berkaitan dengan gadis itu" ujarnya yang langsung membuat Adnan berdiri.


"Kau bilang apa??" tanya Adnan padanya


"Benar kami menemukan sesuatu yang mungkin akan menunjukkan dimana gadis itu" pria itu kembali bersuara.


"Kalau begitu Ayo, bawa aku kesana!" Adnan terlihat memohon kepada pria itu dengan lirih.

__ADS_1


"Iya mari Tuan" pria itu mengajak semua nya pergi menuju kesana dengan mobil.


"Bagaimana dengan Vikram?" Naura kembali bersuara ditengah keheningan.


"Sudah kami bawa untuk segera diobati Nona"


"Apa masih jauh??" tanya Adnan


"Sebentar lagi kita sampai" mereka kembali diam dan melanjutkan perjalanan ditengah rasa cemas dan gelisah, mereka berharap menemukan Eisha disana.


"Kita sampai" Adnan segera turun dan melihat para polisi yang sedang menyelidiki bersama orang orang.


"Mana Eisha?"Adnan langsung mencecar polisi itu dengan pertanyaan.


"Maksudnya gadis yang mengendarai mobil ini?" ujarnya


"Iya dimana??" Adnan sungguh tak sabar.


"Itu.."


"Lapor Pak, kami menemukan ini!" seorang opsir yang bertugas mendekat dan memberikan sesuatu pada komandan nya.


"Itu anting Eisha!!"


"Iya, kami menemukan nya dekat mobil dan juga ada bercak darah disana"


"Lalu dimana pemiliknya!" Adnan semakin kacau saat ini


"Mari ikut kami" polisi itu akhirnya berujar dan membawa mereka menuju tempat kejadian perkara dan terlihat semua orang sudah berkerumun disana.


Adnan yang sudah tak tahan lagi segera masuk ke kerumunan orang itu beserta Naura dan terlihat sesosok yang sudah tertutupi dengan kain.


"TIDAK!!!!"


Bersambung.....


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️

__ADS_1


Mumpung hari Senin boleh beri vote ya gratis kok 😘😘


__ADS_2