Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Perasaan Yang Terhubung


__ADS_3

Naura dengan cemas memandangi keluar yang sudah turun hujan, ia terus mencoba menghubungi Vikram tapi tak ada jawaban, hingga ia juga mengimbau menghubungi Eisha tapi juga sama.


"Apa aku tunggu sebentar lagi saja mungkin karena cuaca sedang hujan, jadi tidak tersambung" Naura mendudukkan bokongnya di sofa ruang tamu.


Keadaan begitu tegang, saat Eisha terus dikejar oleh kelompok orang itu, ia juga cemas memikirkan Vikram.


"Bagaimana dengan nya?, jika orang orang itu mengikuti ku??" Eisha tak karuan saat menyetir dan ia hanya bisa berdoa ada yang membantunya nya.


"Adnan, kau dimana?, atau memang benar yang dikatakan oleh Clara?"


Dorr....


Akhirnya mobil Eisha dihentikan oleh mereka dan saat melihat itu mereka segera mendekati Eisha, Eisha yang melihat itu segera keluar dan berlari tak perduli dengan keadaan kakinya yang terluka karena bebatuan dan juga kepala nya yang terluka.


"Tangkap dia!!"


"Aaaa!!!!" Eisha akhirnya tak dapat berkutik saat orang itu menangkap nya


"Lepaskan!!!!"


"Wah, lihat cantik sekali, sayang jika dihabisi dulu, bagaimana jika kita bermain sebentar cantik?" pria berkepala plontos itu memandangi Eisha dengan buruk dan Eisha terus meronta agar lepas.


"Tenaganya kuat juga Boss" ujar salah satu nya


"Ayo sayang, tunjukkan wajah cantik mu itu" pria berkepala plontos itu mengangkat dagu Eisha dan terlihat wajah cantik itu dengan netra cokelat.


"Puhhhhh!!" Eisha meludahi wajah pria itu dan membuat nya murka


"Plak!!, beraninya kau!!, dasar tak tau diri!!, akan ku tunjukkan siapa kau disini!!"


"Aghhhh, lepaskan aku!!" Eisha menahan sakit saat Pria itu menampar nya dan menarik rambut nya dengan kencang.


Bughhhhh!!!


Pria itu membenturkan kepala Eisha ke badan mobil membuat gadis itu terus berteriak, dan terus memberontak.

__ADS_1


"Sekarang kita lihat, bagaimana kau akan melawan lagi!"


"Aaaaa, sakit!! lepaskan!" Setelah puas membenturkan kepala Eisha ia melihat wajah cantik itu dengan darah yang mulai mengalir.


"Bagaimana??" tanyanya dengan senyum puas


"Le-lepaskan a--aku" Eisha merasa kepalanya dihantam batu besar.


"Pegang tangannya!, kita bersenang-senang sebentar hmm?"


"Hahaha" tawa semua nya , Eisha merasakan dirinya akan dilece*hkan langsung mengambil pasir ditangannya dan melemparnya ke orang orang itu. Dan dengan sekuat tenaga ia terus berlari tak tentu arah.


"Cepat kejar dia!!!, si*alll!!" pria itu memegangi matanya yang terkena pasir dan mengobati nya segera.


Beberapa pria itu mengejar Eisha, jalanan yang hanya dikelilingi oleh perbukitan dan laut serta tebing tinggi membuat Eisha kebingungan dan menangis menahan sakit.


"Adnan, tolong aku!" akhirnya ia terjatuh karena tak sanggup lagi berjalan beriringan dengan orang orang itu mendekati nya.


"Cepat!!, kenapa lama sekali!" Pria itu terus berterima kepada Sam karena terlalu lama mengendarai.


"Tidak bisa dihubungi lagi!, nomor Eisha juga tidak bisa!" ia mengusap rambutnya kebelakang hatinya tak tenang setelah mendapatkan informasi bahwa gadis nya terluka saat ini.


"Mau kemana lagi?, sudah cukup lari larinya, sekarang ayo aku tidak sabar menyentuh mu!" Eisha ketakutan saat ini dan ia perlahan mundur saat pria itu mendekati nya.


Melihat tak ada lagi jalan, ia terhenti saat merasakan angin laut yang kencang menerpa dirinya, dengan luka yang dideritanya membuat nya tak dapat berbuat banyak.


"Ayo sayang, kemari kami akan mengobati lukamu itu dan juga memuaskan mu!" Eisha terpaku berdiri disana dan melihat pria itu mendekat padanya.


"Ku mohon lepaskan aku" dengan bibir bergetar dan pucat serta menahan sakit, ia bermata untuk mendapat belas kasihan, tali sepertinya percuma saja, orang orang itu tertawa dan mencoba mencengkeram tangan nya.


"Jangan mendekat, atau aku akan lompat!" Eisha melakukan tindakan terakhir dan berharap merek ketakutan dan pergi.


"Kau mengancam kami??, ouhh takut sekali! hahahaha, ayo sayang jangan buang waktu lagi, apa kau sungguh ingin melompat? lihatlah ombak nya begitu besar dan ganas kau akan hilang disana"


Mendengar itu, Eisha sungguh merasa takut ia tak bisa berenang dan tak adanya yang bisa menyelamatkan nya saat ini, ia memejamkan matanya dan semakin mundur.

__ADS_1


"Hei, kemari Nona, cepat tangkap di...."


Byurr...


"Boss!!"


Sekelompok orang itu melihat tubuh Eisha perlahan menuju lautan lepas dan dengan mata terpejam, mereka tidak menyangka gadis itu akan berbuat nekad.


Eisha merasakan dinginnya air laut yang mulai menggulung dirinya, semakin dingin dan tubuhnya terasa sakit.


"Adnan kau tidak datang, kau selalu bilang akan melindungi ku, tapi dimana dirimu, atau ucapan Clara memang benar, mungkin aku memang tidak ditakdirkan mendapatkan cinta hingga akhir hayatku. Ayah, Ibu dan Naura maafkan aku, sungguh aku sangat menyayangi kalian semua" hingga akhirnya Eisha tak dapat merasakan apapun lagi.


"Kita tinggalkan tempat ini segera!!!" ujar pria berkepala plontos itu pada anak buahnya dan mereka segera meninggalkan tempat itu.


"Tuan anda baik-baik saja??" Sam panik melihat Tuannya sesak nafas dan memegangi dadanya.


"Tuan!!" Sam berteriak melihat tubuh itu terjatuh dan tak sadarkan diri.


"Cepat panggil Dokter!!"


"Eisha!!"seorang wanita paruh baya menyentuh jari nya yang terkena pisau dan darah keluar cukup banyak.


"Ibu ada apa??" ucap Jesi melihat luka itu dan segera mengambil kotak P3 dan mengobatinya.


"Kenapa seperti ini Bu?"


"Jesi, Ibu teringat akan adikmu, bagaimana kabarnya, kau bilang kau pernah melihatnya kan??, kita kesana ya!, perasaan ibu tidak enak!" Sedangkan Jesi hanya bingung melihat tingkah ibunya yang berlari menuju ayahnya dengan luka yang masih terbuka.


Bersambung....


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️


Yuk mampir ke karya baru author


__ADS_1


Ditunggu Ya!!!!, Terimakasih semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2