Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Bukankah Kita Teman??


__ADS_3

"Aku sudah memberikan yang dibutuhkan, segera cari tahu dan kabari aku secepatnya!!" ucap Naura dengan penekanan.


"Baik Nona" jawab seseorang dibalik telfon itu.


Setelah mematikan telfonnya ia segera keluar dan meninggalkan Eisha yang telah tertidur lelap.


"Eisha Dirgantara" ucap Naura


Naura akhirnya mendapatkan identitas gadis itu yang menjadi temannya, tapi ia tidak mengatakan apapun, seolah ia memang tidak tau dan tetap berpura pura.


Ketulusan Eisha berteman dengan nya, membuat nya yakin bahwa pilihan nya tidak salah. Pekerja keras, pintar, cantik dapat Naura lihat di gadis itu dan terutama tidak pantang menyerah dan tenang menghadapi situasi.


Ia sangat ingat meski awalnya gadis itu memperlihatkan keraguannya tapi Naura dapat meyakinkan nya dan pertemanan mereka berjalan dengan baik.


Awalnya Naura tak berniat menggali kehidupan gadis itu, tapi semakin lama, ia tidak tahan lagi dan ia meminta seseorang mencari tau informasi gadis itu, dan sekarang ia sudah mendapatkan nya kecuali kesepakatan dengan Adnan.


Naura sangat marah, mendapatkan informasi bahwa Eisha diperlakukan buruk oleh orang sekitarnya dan bully an yang ia dapatkan, ditambah ia diusir oleh keluarganya sendiri karena fitnah tak berdasar dan lebih parahnya, ayahnya tidak mendengar penjelasan putri nya sendiri.


Karena itu, akhirnya ia paham kenapa gadis itu tak mau bercerita padanya, rasa ketidakpercayaan pada seseorang disebabkan kejadian dan masalah di masa lalu gadis itu.


Naura, ia adalah putri seorang Presdir keluarga terpandang dari negara Eropa, ia adalah putri kedua keluarga itu ia datang ke negara ini karena keinginan sendiri untuk membesarkan namanya dengan usahanya sendiri tanpa embel-embel nama keluarga nya.


Penampilan nya yang tidak mencolok, membuat nya datang ke sekolah ini dan belajar yang membuatnya bertemu dengan Eisha. Gadis itu sudah memperhatikan Eisha dan karena sikap gadis itu membuat nya menjatuhkan pilihan pada untuk berteman dengan nya.


"Apa Eisha bertemu dengan keluarga nya??" gumam Naura.

__ADS_1


Naura berpikir begitu, karena jika ada masalah dengan orang yang ditemui Eisha, pasti sudah ia ceritakan di pesan kan, tapi Eisha tidak mengatakan nya.


"Atau pria yang pernah menyakiti Eisha, Rey??" gadis itu terus berasumsi, mengenai hal yang menimpa Eisha.


"Mungkin besok, Eisha akan mengatakan nya padaku" gumamnya


"Tapi, bagaimana kalau tidak??" ia sudah paham watak temannya itu.


"Tapi sebelum pergi ia berjanji akan mengatakan nya padaku" ucap Naura mengingat sebelum kepergian Eisha.


"Lebih baik sekarang, aku tidur dulu, besok pagi sekali aku akan kesana melihatnya" Naura meletakkan kembali dokumen itu dan segera tidur.


Keesokan harinya, Eisha terlihat membuka matanya perlahan dan bangkit, ia mengingat kejadian kemarin. Ia berharap itu adalah mimpi ternyata itu adalah kenyataan.


"Adnan" ucapnya sendu, tapi ia dikejutkan dengan bunyi barang jatuh di dapur, dan segera menuju kesana.


"Naura??" ucap Eisha melihat wajah gadis itu yang memerah dan terus bersin bersin.


"Hachuuuu!!" Naura memegangi hidung nya yang terus menerus gatal.


"Apa yang terjadi??" Tanya Eisha.


"Aku ingin membuat kan nasi goreng untukmu, tapi panci nya tebang dan merica nya mengenai ku, hachuuuu!!" Naura berkata sambil terus bersin.


Eisha segera membantu Naura agar tidak bersin lagi, dan beberapa saat kemudian ia terlihat baik.

__ADS_1


"Jika membuat nasi goreng, kita tidak memerlukan panci, tapi wajan Ra" ucap Eisha sambil tertawa geli.


"Kau tau, kau sangat lucu sekali dengan hidung memerah itu" ucap Eisha sambil membereskannya.


Naura melihat senyum di wajah gadis itu lagi, inilah temannya, ia tidak suka ada kesedihan di wajah itu, meskipun ia harus bersin lagi tak akan asal temannya itu tertawa lagi.


"Kau dengar aku kan??" ucap Eisha


"Iya, bahkan aku juga melihat senyum dan tawa mu lagi sha" ucap Naura yang membuat Eisha melihat nya.


"Tetap lah tersenyum seperti itu, jika ada beban yang membuat mu sedih, kau bisa berbagi dengan ku, bukankah kita adalah teman???" ucap Naura.


"Atau kau memang tidak menganggap...." belum selesai Naura bicara, ia merasakan pelukan dari Eisha.


"Maafkan aku" ucap Eisha merasa bersalah


"Tak apa, aku mengerti tapi setidaknya bagilah luka itu denganku" ucap Naura.


Dan pagi itu ditemani dengan kehangatan hubungan pertemanan itu.


Bersambung......


Jangan lupa like komen dan vote ya, supaya author makin semangat


Sambil menunggu Episode berikutnya silahkan mampir ke karya teman author ni

__ADS_1



Terimakasih ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2