
Waktu telah berjalan 2 jam, terlihat para peserta tengah sibuk dengan karya mereka, ada yang sudah menyelesaikan gambar mereka ada juga yang sudah menyelesaikan corak dari desain mereka dan ada juga yang tengah sibuk memilih warna untuk desain mereka.
Pengawas sesekali melihat dan mengeluarkan ekspresi nya atas karya peserta, Naura saat ini tengah sibuk dengan corak pakaian desain Nya, sedangkan Eisha sedang memikirkan warna dari desain nya.
"Baiklah, waktu tinggal 1 jam lagi, diharapkan semuanya sudah selesai dan tepat waktu. Dan jangan sampai ada kesalahan didalam nya" ucap pengawas di depan peserta.
15 menit menjelang akhir, peserta terlihat mengoleskan dan merapikan hasil desain mereka.
Hingga akhirnya bel pun berbunyi menandakan waktu berakhir dan pengawas meminta peserta tidak lagi bekerja.
Rara dan gengnya sudah disana sepuluh menit lalu, karena tak bisa melihat dari jendela lagi, ia berdiri di pintu dan meminta izin masuk.
"Permisi Bu" ucapnya membuat pengawas melirik padanya.
"Oh, Rara ada apa ?" tanya pengawas itu, semuanya tau bahwasannya ia termasuk murid berprestasi di sekolah.
"Tidak ada Bu, kami hanya ingin melihat karya dari junior kami" ucapnya membuat Naura melihat padanya dengan raut wajah tak senang.
"Rubah itu lagi" ucap Naura yang terdengar Eisha.
Eisha sadar, ada tatapan dari Rara ke arahnya yang merupakan tatapan remeh padanya.
"Kebetulan sekali, mereka baru saja selesai jadi aku meminta mereka mengumpulkan nya" ucap pengawas
"Kalau begitu, mari kami bantu Bu" ucap Rara, ia sengaja agar bisa melihat hasil karya Eisha yang ia pikir gagal.
__ADS_1
"Ayo bantu ibu, kau memegangi nya dan ibu akan memasukkan nilai nya disini" tunjuk pengawas itu pada buku nilai.
Rara menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah kaki pengawas, mereka memulai dari barisan pertama sedangkan Eisha berada di barisan ke 3.
Penilaian sedang berlangsung dan saat ini berada di meja Naura, gadis itu langsung memperlihatkan ketidaksukaan nya pada Rara dan gengnya itu.
"Bagus Naura, kau mengolah nya dengan baik" puji pengawas
"Terimakasih Bu" ucap Naura sambil tersenyum mengejek pada Rara.
"Kau!" Rara ingin membalas tapi ia ingat saat ini ia dimana.
Mereka berlanjut pada baris kedua hingga ke 3 dan Rara melebarkan senyumnya karena tak sabar melihat kegagalan Eisha, meskipun temannya berhasil tidak masalah baginya.
"Bagaimana bisa???" pikirnya tidak percaya.
"Kau selalu bisa memberikan kejutan, kemajuan mu semakin baik" puji pengawas itt yang membuat telinga Rara memanas dan siap meledak, namun teman temannya segera mengingatkan nya.
"Terimakasih Bu" ucap Eisha tersenyum, Naura ikut senang melihat temannya itu, memang temannya itu penuh kejutan.
"Ayo Rara, bantu ibu barisan berikutnya" ajak pengawas itu pada Rara yang sudah panas.
__ADS_1
Ia hanya menganggukkan kepalanya dan akan memberikan perhitungan pada Eisha, ia tidak terima akan hal ini.
Semuanya sudah pulang begitu juga Eisha bersama Naura yang sudah ke asrama sedangkan di atap terlihat kekesalan Rara disaksikan teman temannya.
"Aaaaaaaa!!!!, Fu*ckk aku tidak terima, kenapa ia selalu berhasil!!" teriak Rara tak terima, sungguh ia tidak ingin siapapun berhasil menyingkirkan nya dari posisi nya saat ini.
"Tenanglah Ra, semuanya belum berakhir kami yakin kau akan menang seperti sebelumnya" bujuk temannya.
"Iya, kalian benar penilaian akan digabungkan dan aku yakin akan berada di posisi atas!" ucapnya.
Bersambung......
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya bagus dan seru loh!
Napen : Emy
Judul : It's me
Alice pernah mengalami kecelakaan, hingga membuat sebagian wajahnya terluka.
Semenjak itu, dia harus menerima cacian dan hinaan dari semua orang. Bahkan samg kekasih pun akhirnya memutuskan hubungan secara sepihak karena wajah buruknya.
Namun, diam-diam ada pria yang selalu membantu Alice.
__ADS_1
Bagaimanakah percintaan Alice selanjutnya?
Apakah pria itu akan menampakan diri dan membantu Alice mengubah takdirnya?