Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Bagaimana Keadaannya?


__ADS_3

Naura berbaring sambil bermain game di ponselnya, sedangkan Eisha terlihat tengah membereskan peralatan dapur. Sesekali mereka terlihat bicara dan saling tertawa.


"Kau tau, pasti rubah itu tengah mengamuk dan teman nya menjadi sasaran nya" ucap Naura sambil menembak musuh di game.


"Sayang sekali, aku tidak bisa melihatnya tapi setidaknya tadi di kelas, aku dapat lihat wajah merahnya itu, seolah asap akan keluar dari telinga nya" gelak Naura.


"Aku tidak mengerti, kenapa ia begitu tidak suka padaku?' tanya Eisha sambil mencuci piring.


"Tentu saja, karena tidak ingin tersaingi oleh mu" balas Naura.


"Aku tidak ingin bermasalah dengan siapapun, tapi tetap saja meski aku menghindarinya selalu saja ada" ucap Eisha.


" Dan lagipula, apa yang membuatnya merasa tersaingi oleh ku??" tanya Eisha


"Oh, ayolah kau cantik, pintar dan luar biasa temanku ini benar benar limited edition. Karena itu jika pria kaku itu menyakiti mu aku akan memberinya pelajaran." jelas Naura membuat Eisha terkekeh.


"Lagipula, dimana pun kita berada, kita tak bisa membuat semua orang menyukai kita dan pasti ada sajak salah dimata mereka." balas Naura.


"Iya, itu benar sekali" balas Eisha, dan Naura mematikan game nya dan menuju Eisha yang tengah mencuci buah.


"Aku yakin, kau akan mendapatkan posisi atas nanti saat pengumuman kelulusan" ungkap Naura sambil mengambil sebuah apel dari tangan Eisha yang membuat gadis itu kaget.


"Kau ini kebiasaan sekali" ucap Eisha memperhatikan wajah imut itu yang tengah mengunyah.

__ADS_1


"Hei, ngomong ngomong apa ia sudah memberikan kabar??" tanya Naura saat ia membahas pria itu.


"Belum juga, mungkin lusa, sebelum atau setelah pengumuman" balas Eisha sendu, sungguh ia ingin tau bagaimana keadaan pria yang memenuhi pikiran nya itu.


"Ia pasti akan segera menghubungi mu, karena wajah cantik mu itu akan membuatnya kesulitan tidur dan bekerja" ucap Naura menghibur temannya itu.


Di sebuah ruangan bernuansa hitam, terlihat beberapa pria dengan setelan jas saling duduk berhadapan dengan tatapan sengit.


Dan masing-masing disebelah mereka terlihat para pria kekar mendampingi mereka dengan waspada satu sama lain.


"Jadi bagaimana Mr K?" ucap pria dengan tindik di telinga nya.


"Aku sudah mendengarkan penawaran nya, dan kita juga sudah membahas kesepakatan dan hasil yang didapat dan itu saling menguntungkan bukan?" balas pria dengan rokok ditangannya saat ini.


"Kau ingin memeras ku??" balasnya membuat pria tindik itu terkekeh.


"Tidak, aku tidak mengatakan nya atau bermaksud begitu" balasnya.


"Sam, kita pergi" pria itu mematikan rokoknya dan berjalan keluar ruangan.


"Aku akan segera menghubungi mu dan kita akan kembali bertemu, dan itu berarti aku menerimanya" ujar pria yang tindik itu.


"Terserah, tapi anak buah ku yang akan mengurusnya, aku akan menemui mu saat perlu saja, karena waktu ku sangat berharga!" balas nya yang tengah menghilang dari pintu.

__ADS_1


"Sungguh menarik!, kau lihat itu Grey?" tanyanya pada pria di samping nya.


"Sepertinya keturunan keluarga itu selalu sama tuan, dan tak akan berubah" balas nya pada Tuan nya.


"Karena itulah, selama menguntungkan kenapa tidak, aku yakin semakin lama pasti akan semakin menarik!"


"Hubungi segera, kesepakatannya berhasil!" perintah nya pada pria disamping nya.


"Baik Tuan!" balasnya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di dalam mobil mewah, terlihat pria itu tengah duduk memandangi jalan sambil ditemani pria yang menyetir.


"Tuan, anda belum bisa...."


"Aku tau!, jalan saja jangan bicara!" balas pria itu tajam ke depan.


"Maaf Tuan" jawabnya.


"Hanya sebentar, bersabarlah" gumamnya sambil melihat ke jalan pegunungan yang entah menuju kemana.


Bersambung.......

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2