
Eisha tak percaya dan begitu takjub akan pemandangan yang saat ini mereka lewati, Eisha terus melihat jalanan yang dihiasi oleh pegunungan yang indah.
Sesekali ia mengucek matanya agar tak salah lihat, dan melirik ke samping dan depan. Karena rasanya tadi mereka masih berada di jalanan kota dan kenapa semuanya biasa berubah.
Ia tidak tau berapa lama perjalanan, sejenak ia ketiduran karena tadi harus bangun pagi-pagi sekali untuk make up dan perusak lainnya, sehingga membuat matanya mengantuk karena terpaan angin.
Dan disampingnya, Adnan tengah sibuk menyetir sesekali memandangi Eisha yang terpesona akan pemandangan dan Adnan tersihir oleh pemandangan dari wajah Eisha.
"Berapa lama aku tidur?" tanya Eisha
"Cukup lama, kau tampak sangat kelelahan sekali karena itu aku tidak menganggu mu" ujar Adnan
"Maaf, ya kau pasti diam saja selamat perjalanan" ujar Eisha memperhatikan pria itu menyetir.
"Tidak apa, aku mengerti lagipula kau sangat cantik saat tidur" ujarnya membuat wajah itu malu seketika.
"Kita ada dimana?, dan berapa lama kau menyetir, tidak lelah?" tanya Eisha beruntun.
"Sebentar lagi sampai kau akan tau" ujar Adnan
Dan Eisha kembali menikmati pemandangan lagi, namun saat asik menikmati pemandangan alam yang tersaji, Eisha dikejutkan dengan mobil yang tiba tiba saja berhenti, membuatnya menoleh pada Adnan.
"Ada apa?" tanya Eisha bingung
__ADS_1
"Pakai ini, agar kau tidak merasakan kedinginan karena sepertinya angin berhembus kencang" ujar Adnan sambil mengeluarkan jaket kulit untuk Eisha dan memasangkan pada Eisha.
"Terimakasih" ucap Eisha tersipu.
"Ayo, kita lanjutkan" ujar Adnan kembali melajukan mobilnya.
Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka sampai di sebuah villa yang terlihat mewah, membuat Eisha semakin melebarkan matanya melihat hal ini, dan ini semakin menambah rasa penasaran serta pertanyaan di benak nya.
Mobil itu akhirnya berhenti, dan Adnan segera membuka pintu mobil dan mengulurkan tangannya pada gadis itu, Eisha segera menerima uluran tangan itu dan menatap pintu besar dihadapannya ini.
Tanpa banyak kata, Adnan mengajak Eisha masuk dan saat pintu itu terbuka terlihat desain mewah dan elegan bernuansa Eropa.
"Duduklah dulu" ujar Adnan yang membuat Eisha mendudukkan bokongnya di sofa empuk itu.
"Adnan ini semuanya..."
"Iya, aku akan memasak makanan" ucap Eisha berdiri namun Adnan menghalangi nya dan membuat Eisha bertanya.
"Bersihkan dirimu dahulu, aku akan memasak nya kamarnya ada di sana, pintunya bewarna abu abu" ujar Adnan menunjuk ke arah belakang Eisha.
"Baiklah" Eisha segera pergi dan meninggalkan pria itu disana, yang tak lama Adnan segera menuju dapur dan mulai memasak.
Eisha membuka pintu abu abu itu dan kembali dikejutkan dengan isi dan tampilan desain kamar itu yang membuat Eisha semakin penasaran akan identitas Adnan.
" Kau memang penuh misteri, dan aku harap bukan hal buruk" gumam Eisha.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Disisi lain terlihat amukan seorang wanita yang membanting semua barang yang ada di kamar nya dan terlihat mata itu memerah.
"Aaaaa!!!! Si*al!!!!!! aku tidak akan membiarkan nya!!" ucapnya penuh kemarahan
"Sepertinya Adnan mulai mengatakan yang sebenarnya, aku tidak akan membiarkan nya, gadis itu tidak boleh mengambil nya!!!!" dengan segera ia mengambil ponsel nya dan mulai menekan nomor dan menghubungi nya dan beberapa saat langsung tersambung.
"Pergi kesana, awasi dan tunggu kabar dariku!" ujarnya setelah itu mematikan ponselnya.
"Pertama aku harus menemui gadis itu dan meminta menjalankan rencananya!" dengan segera ia mengambil tasnya dan keluar dari ruangan itu.
Bersambung......
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya bagus dan seru loh!!
JUDUL : ROMANSA BIAS DAN ZEE
KARYA : BUBU.id
Zee masuk dalam sekolah unggulan di mana Bias menjadi idola di sana. Zee berbeda, ia memilih berpenampilan jelek di sekolah untuk mengetahui ketulusan orang-orang di sekitarnya. Ya, di masa peralihan itu Zee tidak ingin dikenal menjadi gadis berpenampilan cantik, tetapi Zee ingin dikenal sebagai gadis berotak cerdas.
Suatu hari Zee mendapat surat tertanda Bias sang idola. Hati Zee tak menentu.
__ADS_1
"Mungkinkah kak Bias menyukaiku yang jelek?"