
Kepanikan terjadi saat Kabir tak sadarkan diri membuat semua kegiatan dihentikan, bahkan Sam langsung membawa Tuannya kedalam ruangan tempat Veer beristirahat. Alice yang sedang pemotretan langsung ikutan panik dan segera masuk melihat Kabir yang tak sadarkan diri.
"Apa yang kalian tunggu! Ambilkan minyak kayu putih kemari!" teriaknya membuat Sam yang tadi hilang ingatan sejenak langsung mengambil apa yang diminta. Sedangkan Veer dapat melihat kekhawatiran dari Alice seketika pikiran buruk menghantui dirinya, namun ia tekan dan berpikir bahwa Alice memanggil memiliki sifat peduli pada siapapun.
Aku tidak boleh merasa cemburu! Alice hanya membantu saja, tidak ada niatan lain.
"Hei! Bangunlah!" ujar Alice setelah mengoleskan minyak kayu putih itu ke beberapa bagian tubuh Kabir.
Sam yakin, tuannya mungkin mengingat sesuatu tentang masa lalunya saat melihat pemotretan Alice tadi. Karena wanita itu terlihat memakai kacamata untuk pemotretan produk itu.
Tuan, aku harap anda mengingatnya segera, aku mohon.
Tak lama Kabir segera siuman, dan Alice yang masih setia berada di sampingnya membuat senyum terbit di wajahnya. Hal itu membuat semua orang menjadi terheran-heran, apakah ia menjadi tidak waras.
"Tuan Kabir syukurlah anda sudah siuman!" ujar Veer membuat senyuman manisnya hilang begitu saja.
"Apa Tuan merasa sakit?" tanya Sam yang mendekat dan membuat Alice perlahan mundur karena ia akhirnya tersadar bahwa ia terlalu dekat.
Apa yang kulakukan tadi? kenapa aku merasa begitu khawatir padanya?.
"Alice!" panggil Jane membuat ia tersadar dan Jane memberikan kode yang mengatakan ada Veer di sana.
__ADS_1
"Aku hanya khawatir melihatnya," ujar Alice membuat Veer yang tadi dipenuhi oleh kecemburuan langsung merasa senang karenanya.
"Tidak apa, sekarang ia sudah sadar," ujar Veer mendekat ke arah Alice yang melihat Kabir sedang berinteraksi dengan Sam.
"Sepertinya anda perlu istrirahat Presdir Kabir, kita akan melanjutkannya nanti," ujar Veer yang langsung dibalas anggukan oleh Kabir.
"Semoga anda segera sembuh," ujar Veer lagi dan hanya dibalas kembali dengan anggukan kepala.
"Terimakasih presdir Veer," balas Sam yang tak enak karena sikap Tuannya.
"Ayo Alice, kita pergi," ajak Veer yang dibalas anggukan kepala oleh Alice dan diikuti oleh Jane, dan ketiga orang itu akhirnya pergi meninggalkan Sam dan Kabir yang masih setia berada di sana.
"Tuan..." panggil Sam, tapi tak ada sahutan dari pria itu.
"Tuan!" ujar Sam sedikit keras, ia berharap Tuannya segera sadar dan mendengar ucapan nya.
"Aku bisa dengar Sam! Tidak perlu berteriak!" ujar Kabir membuat Sam langsung menunduk meminta maaf.
"Maafkan saya Tuan, saya hanya khawatir dengan keadaan anda yang tiba-tiba tak sadarkan diri," ujarnya.
"Sam..." panggil Kabir.
__ADS_1
"Iya Tuan... anda butuh sesuatu?" tanya Sam.
"Ia adalah Eisha ku kan?" ujarnya membuat Sam yang tadinya membereskan barang-barang milik Tuannya langsung berhenti dan melihat Kabir dengan tatapan tak percaya.
"Tuan... anda..."
"Aku ingat, ia Eisha ku!"
Kabir mengingat semuanya karena gaya dan tampilan Alice yang merujuk ke penampilan Eisha dulu. Pria itu mengingat dengan jelas penampilan gadis yang pernah ia tolong dan ia sebut dengan gadis berkacamata empat dan menyusahkan dirinya saat itu, hingga mereka tinggal bersama dan ia membantu mewujudkan mimpinya, sehingga benih cinta tumbuh diantara mereka, namun sayang ketika hari yang seharusnya menjadi hari bersejarah bagi cinta mereka. Justru terjadi hal yang tidak terduga, dan membuat mereka terpisah, meskipun saat itu semuanya menganggapnya Eisha nya sudah mati. Tapi ia tak pernah menerimanya dan yakin Eisha nya masih hidup dan menunggu dirinya.
"Ia adalah Eisha ku
Ayo siapa yang nungguin perjuangan babang Adnan naklukin hati neng Eisha nih🤭🤭
Bersambung...
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️
...Alice...
__ADS_1
...Eisha...