
Kedua orang itu menikmati makan siang mereka yang sudah dibawakan oleh pelayan tadi.
Sesuai pesanan mereka tadi, pelayan membawaku berbagai makanan mulai dari makanan asin, manis dan minuman segar serta kue buah.
Veer memandangi Alice yang tengah asik menikmati pasta dihadapannya saat ini. Pria itu tak berkedip memandang wanita dihadapannya ini, sehingga ia tak tau kemana sendok yang akan ia arahkan. Bukannya ke mulutnya tapi ke hidung mancung nya, membuat pria itu langsung kaget karena nya.
"Aghhh!" ujar Veer membuat Alice ikutan kaget dan menoleh padanya.
"Ada apa? kau kenapa?" tanya Alice
"A..ku...."
"Hahahaha, ada apa denganmu? lihat itu...." Alice tak tahan untuk tertawa saat melihat wajah Veer lebih tepatnya di hidung mancung itu terkena saos tomat dari spaghetti nya.
"Apa ada yang aneh? di wajahku? kenapa kau tertawa" tanya Veer kebingungan ia dari tadi sibuk membersihkan kaos nya yang terkena noda saos.
"Iya, ada saos di wajahmu" ujar Alice membuat Veer mencari cari tempat yang dimaksud.
Namun hal itu, tak membuahkan hasil sehingga Alice dengan segera mengambil tisu untuk membersihkan hidung Veer.
Hal itu membuat Veer termangu beberapa saat. Ia melihat tangan lentik itu menyentuh dan membersihkan hidung nya. Bukan hanya itu Veer juga melihat wajah cantik eksotis itu dari dekat, yang membuat jantung nya semakin berdetak kencang.
"Cantik sekali" ujarnya
"Nah, sudah selesai. Sekarang wajahmu sudah kembali bersih" ujar Alice membuat Veer tersadar.
"Terimakasih" ujar Veer tulus
"Sama sama, tidak masalah. Tapi aku minta maaf sudah mentertawakan mu tadi Dokter" ujar Alice
"Tak masalah, lagipula senyuman mu sangat manis apalagi saat tertawa" balas Veer membuat Alice tersenyum.
"Dokter terlalu memuji, ayo kita makan lagi" ujar Alice
"Iya, makanan ini terlalu banyak jadi harus segera dihabiskan bukan" balas Veer membuat Alice mengangguk setuju
"Of course" balas Alice membuat Veer gemas dan mengacak rambut Alice
"Pintar" ujar Veer
Tanpa mereka sadari, makan siang itu justru akan menjadi berita panas dan trending topik besok nya.
Veer mengantar Alice kembali ke apartemen nya, Alice langsung turun dari sana dan memasukkan kepalanya sedikit kedalam mobil.
"Mau mampir dulu dokter?" tanya Alice
"Sebenarnya aku mau, tapi aku ada urusan" ujar Veer
"Baiklah, terimakasih atas hari ini" ucap Alice
__ADS_1
"Aku juga berterima kasih padamu" balas Veer membuat dahi Alice mengerut
"Maksudnya??" tanya Alice
"Karena model terkenal ini, sudah mau menghabiskan waktunya bersama ku" ujar Veer membuat Alice menggelengkan kepalanya.
"Kau terlalu merendah Pak Dokter, dan sepertinya kau lupa, kalau aku seperti ini berkat siapa" ujar Alice
"Baiklah, aku harus pergi" ujar Vee memandangi jam tangan mahalnya
"Baiklah, sepertinya ada pasien darurat yang membutuhkan bantuan mu" ujar Alice
"Hmmm, sampai jumpa" ujar Veer
"Sampai jumpa, dan hati hati di jalan" balas Alice
"Iya, sampai jumpa besok" Veer membalas nya dengan senyuman dan Alice langsung menutup pintu mobil dan pria itu segera melajukan mobilnya meninggalkan apartemen itu.
Alice langsung masuk dan segera membersihkan dirinya yang terasa gerah setelah hampir seharian beraktivitas seperti olahraga.
"Mandi air dingin pasti sangat menyegarkan"ujarnya seraya melepaskan kain yang membalut tubuhnya.
Disisi lain, Veer menuju sebuah rumah mewah bernuansa putih nan besar. Saat mobilnya memasuki gerbang ia sudah disambut oleh penjaga yang bertugas.
"Terimakasih" ujar Veer, setelah memakirkan mobilnya ia segera masuk kedalam.
"Mari Tuan, anda sudah ditunggu" Ujar pelayan wanita yang menyambut kedatangan nya.
"Iya" Veer tak lama mengikuti pelayan itu menuju ke arah kolam renang, disana ia melihat 2 orang pria yang saling berbicara dan minum cairan berwarna oranye.
"Tuan" sapa pelayan itu, membuat kedua orang itu berbalik
"Kau sudah datang rupanya, kalau begitu kau boleh pergi" ujarnya pada pelayan tadi
"Baik, saya permisi" ujarnya seraya melangkahkan kakinya menuju keluar meninggalkan ke 3 pemuda tampan itu.
"Lihatlah ia sudah balik dari kencannya" ujar pria dengan kaos putih itu
"Ayolah Math, kau tak perlu mengejeknya" ujar pria disebelah nya yaitu Sid
"Apa aku kemari hanya untuk disidang?" ujar Veer duduk di salah satu bangku menghadap kolam.
"Hei bung, jangan marah kau terlihat cepat tua nanti" Ujar Sid
"Jadi ada apa?" tanya Veer memelas
"Lihat, ia terasa lemas saat berada bersama kita, dan akan bersemangat saat bersama model cantik itu" ujar Math menyentuh pundak Veer
__ADS_1
"Sudahlah Math, jangan terus menggoda nya seperti itu." balas Sid
Membuat Veer memutar bola matanya dengan malas melihat tingkah teman absurd nya itu.
"Kalau tidak ada yang penting, aku pergi saja!" ujar Veer yang mulai beranjak dari tempat duduknya.
"Tenang - tenang Veer, jangan begitu. Duduklah dengan tenang kau seperti tak paham saja tingkah Math" ujar Sid mendekat pada Veer dan meminta pria itu kembali duduk.
"Ini minumlah dulu, supaya amarah mu hilang" ujar Sid memberikan minuman pada Veer
"Nah, begitu kan bagus" ujar Sid
"Katakan!" ujar Veer setelah menghabiskan minumannya
"Ayolah, kami hanya ingin berkumpul dengan mu. Seperti biasa, kau jarang sekali akhir akhir ini." ujar Math
"Aku sibuk, kalian tau itu" balas Veer
"Iya, kau seorang dokter kami paham akan hal itu." ujar Math
"Intinya saja Math, ayolah tak perlu berbasa-basi lagi" Veer terlihat mulai kesal akan pembicaraan ini
"Baiklah, sekarang kau sudah to the points sekali ternyata"
"Kalau begitu langsung saja, bagaimana dengan mantan Putri duyung itu?" tanya Math langsung
"Kau bisa lihat kan? ia baik baik saja"
"Iya, tapi yang ku maksud adalah hubungan mu dengannya?" tanya Math
"Belum ada apa apa" jawab Veer jujur
"Astaga Veer! Veer - Veer, kau sangat ahli dalam hal apapun. Tapi untuk ini kau tidak bisa? Ayolah ini bukan waktu yang sebentar Veer" ujar Math sedangkan Sid hanya diam mendengarkan.
"Math benar Veer, lima tahun? apa masih kurang? memang sesulit apa masuk kedalam hati nya?, kau tampan, kaya dan sifat mu dipastikan plus. Lalu apa masalahnya??" Sid akhirnya bersuara
"Atau kau memang bukan tipenya!" ujar Math tiba tiba.
"Bahkan, wanita manapun bersedia naik ke ranjang mu hanya untuk bersamamu dan mendapatkan perhatian mu. Tapi dia? bahkan kau sudah melakukan dan memberikan hal yang sangat banyak. Dan bahkan kau merahasiakan hal ini dari keluarga mu sendiri. Apa masih kurang??"
"Katakan pada kami! atau apa perlu aku melakukan......"
"Buang jauh-jauh rencana dan fikiran mu itu Math!, aku tak perlu menjelaskan apapun saat ini" balas Veer
"Kalau begitu, berhentilah berbuat hal yang akan membuat mu semakin terluka!"
Bersambung.....
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1