Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Tak Menyangka


__ADS_3

Aroma masakan menyerupai ke segala ruangan, membuat Eisha yang tengah menyisir rambutnya langsung segera turun untuk mengisi perutnya.


Saat ia turun, terlihat makanan sudah berjejer rapi di atas meja dan terlihat begitu menggiurkan bagi nya.


"Ayo, duduklah semuanya sudah siap" ujar Adnan membuat Eisha menoleh pada pria itu yang terlihat berbeda memakai celemek.


"Terimakasih" ucap Eisha.


Adnan duduk berhadapan dengannya di meja makan yang cukup besar itu, pria itu mengambil nasi dan memberikan nya pada Eisha.


"Kau mau yang mana?" tanya pria itu


"Aku ingin semuanya, maksudnya aku akan ambil sendiri" ucap Eisha mengambil sendok.


"Baiklah" ujar Adnan.


Tak ada percakapan lagi, selain dentingan sendok dan garpu yang saling bergesekan, Eisha tampak menikmati makanan yang dimasak pria tato ini.


"Kau hebat sekali, masakan mu sangat enak" ucap Eisha memecah keheningan itu.


"Oh, ya aku senang kau menyukainya" balas Adnan.


"Aku sudah kenyang, jadi ini apa milikmu? ucap Eisha.


"Maksudnya jika kau tidak keberatan...."


"Aku tidak keberatan, dan aku memang akan menjawab pertanyaan mu itu" ucap Adnan.


"Tapi sebelum itu, apa ada hal yang menganggumu?" tanya Adnan membuat Eisha bingung.


"Maksudnya?" tanya Eisha.


"Mungkin kau tidak nyaman disini?" tanya Adnan


"Bukan begitu, Villa nya indah aku suka tapi aku hanya bingung" ujar Eisha.


"Kau sangat membuat ku penasaran, dan aku belum bisa mencerna apa yang terjadi hari ini, kejutan yang kau bawa aku...." Eisha tidak meneruskan ucapannya.


"Termasuk pekerjaan ku, dan siapa aku benar?" ujar Adnan pada gadis bermata coklat itu.


"Iya, semuanya jika kau tidak keberatan"

__ADS_1


"Kau penuh misteri Adnan" ujar Eisha menatap pria tampan itu.


"Aku akan mengatakan yang sebenarnya, namaku adalah Adnan itu bukan kebohongan, dan ini adalah villa milik ku" ucap Adnan dengan serius.


"Lalu pekerjaan mu, keluarga mu?" tanya Eisha hati hati.


"Aku seorang......."


...Drett, drett...


Pembicaraan itu terhenti karena bunyi ponsel milik Adnan, namun pria itu membiarkan nya dan kembali melanjutkan ucapannya.


...Drett, drett...


"Sebaiknya angkat dulu, mungkin itu penting aku bisa menunggu" ucap Eisha yang merasa ada hal penting disana.


"Baiklah, tunggu sebentar" Adnan menuju balkon dan Eisha duduk menunggu disana.


"Aku lupa mengabari Naura" ujar Eisha sambil menepuk keningnya.


"Sebaiknya, sekarang aku hubungi ia" Eisha mencari dimana letak ponsel nya dan saat menemukan nya ia langsung mencari kobra Naura.


"Ah, sepertinya jaringan tidak cukup bagus" Eisha melihat tanda pesan nya yang belum terkirim dan masih centang 1.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Dibalkon...


"Apa maksudmu??" tanya Adnan berteriak di ponsel itu.


📞" Maaf, tapi Tuan besar yang mengatakan nya" ujar pria itu


"Kenapa baru sekarang, dan bukan tadi!!" Adnan sungguh kesal sekarang.


📞" Saya tidak tahu Tuan, jika Anda marah, anda bisa hubungi beliau, itu tadi pesannya"


📞"Dan beliau mengatakan kalau sebaiknya dilakukan di kediaman putih saja, karena beliau ingin menyampaikan sesuatu yang penting sekalian pada anda"


"Baiklah, aku akan kesana, aku harap ia menepati nya!" ujar Adnan


📞"Baik akan saya sampaikan dan semuanya akan dipersiapkan disana"

__ADS_1


...Tut, Tut...


"Dasar!!!, apa sebenarnya yang ia mau!!" Adnan menggusar rambutnya kebelakang karena kesal.


"Adnan?" panggil Eisha, pria itu segera kembali menemui gadis itu.


"Maaf, aku lama ya?" tanya Adnan


"Tidak, aku bisa mengatasi nya , apa ada hal penting?" tanya Eisha balik.


"Ya begitulah, sekarang ayo duduklah aku akan mengatakan sesuatu" Adnan menarik tangan gadis itu dan duduk di hadapannya.


"Eisha, aku ingin mengatakan banyak hal padamu, tapi sepertinya belum bisa, apa kau bisa menunggu hingga lusa?" Eisha yang belum mengerti hanya diam dan mendengarkan, dan tak lama pria itu mulai megambil nafas panjang dan menggenggam tangannya.


"Aku tau begitu banyak pertanyaan darimu, tapi sungguh hari itu, aku akan mengungkapkan semuanya, dan sekarang aku hanya bisa mengatakan isi hatiku. Jujur saja saat bertemu denganmu aku merasa ada sesuatu yang baik datang padaku, kau berbeda dari gadis lain bahkan Clara sekalipun. Awalnya aku tidak menyangka, pertemuan kita yang tidak baik dan kesepakatan itu membuat ku ingin lebih mengenalmu, aku tidak tau sejak kapan kau memenuhi pikiran ku, mungkin aku terlambat menyadari nya. Gadis berkacamata yang datang dan menolong ku serta menyembuhkan lukaku ternyata juga menyembuhkan luka dari masa laluku dan ia tidak memandang ku dengan buruk seperti penampilan ku"


"Eisha Dirgantara aku mencintaimu Ucapan terakhir itu membuat tubuh Eisha terkejut dan ia merasakan sesuatu yang membuat hatinya bahagia.


"Kau bi-bilang apa tadiiiii???" tanya Eisha gugup


"Aku bilang aku mencintaimu dan aku ingin bisa sampai di jenjang yang lebih, kau tau kan maksudnya" Eisha menatap mata abu abu itu, ia menelisik apakah ada kebohongan disana, tapi ia tidak menemukan nya. Apakah sekarang ia sedang bermimpi, kalau iya, ia tidak ingin bangun dan tetap tidur. Tadinya ia hanya berpikir pria ini sekedar menyukainya saja, bukan cinta dan menjadikannya sebagai kekasihnya bukan istri.


"Apa kau bersedia?" Adnan menunggu jawaban dari gadis itu, ia berpikir ini memang bukan momen yang romantis bahkan jauh dari kata itu, saat ini ia memakai celemek dan Eisha memakai piyama.


Eisha diam dan memejamkan matanya, ia ingin menjawab tapi lidah nya terasa kelu, jantung nya berdisko ria saat ini apalagi saat pria itu menggenggam tangannya.


"A--ku mau" jawab Eisha yang membuat pria itu langsing memeluk nya dan membuat Eisha tersentak, Eisha dapat merasakan kehangatan dari pelukan itu dan ia membalasnya.


"Sebentar" Adnan melepas pelukannya dan mengambil sesuatu di saku jas nya, sebuah kotak berhias kain beludru dan saat dibuka terlihat cincin indah Pearl Lavender Saphir



Eisha yang masih tak percaya hanya diam, saat pria itu mengambil jarinya dan memasangnya disana.


"Sekarang terlihat sangat sempurna, terimakasih kau mau menerimaku, cincin ini adalah lambang perasaan ku dan aku tunggu lambang perasaan mu lusa" ujar Adnan yang membuat Eisha bingung.


"Lusa? tapi aku sudah menjawab nya tadi" tanya Eisha


"Lusa hari kejutan dan spesial, nanti akan ada yang menjemput mu, dan kita akan bertemu disana" ujar Adnan membuat Eisha mengangguk mengerti.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️


__ADS_2