Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Kesetiaan


__ADS_3

Akhirnya Naura sampai di bandara dan pesawat pribadi nya sudah tiba, dengan Vikram yang didorong oleh para bodyguard untuk memasukkan nya kedalam pesawat.



Setelah masuk, Naura langsung disambut oleh pramugari disana, dan tak lama Naura masuk ke kamarnya untuk beristirahat.


"Apa Nona butuh sesuatu?" tanya Kate


"Tidak, aku ingin istirahat saja, dan bagaimana dengan Vikram?" ujar Naura


"Dia sudah berada di ruangannya Nona" ujar Kate


"Apa kau sudah mengubungi Daddy?" tanya Naura sembari menatap keluar jendela.


"Sudah Nona, dan beliau...." Kate tidak melanjutkan perkataannya.


"Aku mengerti"


"Sekarang tinggalkan aku!" perintah Naura


"Baik Nona, jika anda membutuhkan sesuatu panggil saya" ujar Kate


"Hmmm" Naura hanya mengatakan itu, Kate langsung keluar dari kamar Nona muda nya.


Naura duduk termenung dengan berbagai pikiran di otaknya, mengenai Vikram, mengenai Daddy nya dan yang utama misteri mengenai kasus Eisha.


"Aku yakin ini adalah konspirasi, tidak mungkin begitu saja ponselku hilang dan tiba-tiba ada yang mengirimkan pesan dari sana, ditambah Adnan menghilang entah kemana, hufftt" Naura menghela nafasnya dengan panjang.


"Adnan, aku harap kau juga bertindak! kalau tidak aku akan mencari mu!"



"Bagaimana?" tanyanya pada seseorang yang baru saja datang


"Masih belum" balas nya, membuat Pria itu mengetuk ngetuk tongkat nya di lantai marmer itu.


"Lakukan sekarang!" perintahnya membuat semua orang disana terkejut


"Maksudnya, rencana itu?" Tanyanya dengan hati hati


"Iya, aku rasa kau tidak pikun!, lakukan sekarang! aku tidak peduli!" ujarnya


"Baik Mr" balasnya menunduk


Pria itu langsung keluar dari sana, untuk segera melakukan perintah yang didapatkan nya. Hingga tak lama ia kembali lagi membawa alat yang tidak diketahui dan juga beberapa orang dengan pakaian putih.


"Mr, semuanya sudah siap" ujar nya


"Kita kesana!" perintahnya



Langkah kaki dapat didengar ketika semuanya menaiki tangga itu menuju lantai atas, para pelayan hanya menundukkan kepala mereka melihat semua itu.


Seorang pria yang berdiri di hadapan sebuah ruangan, ia tersentak kaget ketika mendengar langkah kaki itu menuju kearahnya.


Dengan segera ia bangkit, dan matanya langsung membulat melihat siapa yang datang, wajahnya menjadi pucat dan pikiran buruk mulai menghantuinya.


"M-Mr?" ujarnya menunduk


"Dia didalam?" tanyanya


"Be-benar, Tuan Muda baru saja selesai makan malam" balasnya

__ADS_1


"Apa yang akan Mr lakukan?" tanyanya hati hati melihat sekelompok orang itu yang ia tahu jelas.


"Jangan berpura-pura bodoh! aku tau kau sangat pintar!" balasnya


"Tapi, maaf Mr. Bukankah anda memberikan waktu...."


"Terlalu lama! aku tidak bisa menunggu lagi! jika ia belum bisa melupakan nya, maka aku yang akan membuatnya lupa segalanya dengan caraku!!!" tegasnya


"Ayo masuk!" perintahnya


"Jangan! saya mohon jangan!" ujarnya menunduk hormat


"Kau sudah gagal Sam, jadi jangan bertele-tele lagi!" ujarnya


"Minggir!!!" sentaknya, namun Sam tidak kunjung bergerak dari tempatnya.


"Tidak!" balas nya


"Kau ingin dengan cara halus atau kasar!" ujarnya


"Saya tidak akan pergi meninggalkan Tuan Muda!" ujarnya dengan tegas


"Kesetiaan mu memang ku akui, tapi sekarang kau menjadi penghalang ku! jadi sekarang menyingkir cepat! sebelum aku bertindak!"


"Saya tidak akan pergi!" tegasnya membuat pria tongkat itu geram


"Singkirkan dia!!!" perintahnya


Mendengar hal itu, dengan segera beberapa pria tampang sangar itu segera mengepung Sam. Sam yang sudah tau akan begini jadinya langsung memasang kuda kudanya.


Tak lama baku hantam pun tak terelakkan lagi, Sam yang beberapa kali melayangkan tinjunya pada mereka, justru diserang balik. Sedangkan yang lainnya hanya menonton seolah itu adalah pertunjukan yang seru.


Buugghhh....


Buugghhh....


Setelah beberapa waktu bertahan, akhirnya Sam tumbang ia tak mampu melawan orang orang yang berjumlah 2 kali lipat darinya.


Pria tongkat itu, perlahan mendekati Sam yang sudah babak belur dan mendapatkan luka ditubuhnya.


"Bagaimana?, masih ingin melawan?" tanyanya


"Lihat! kau menyakiti dirimu sendiri kan? seharusnya kau minggir saja dan lihat apakah yang akan terjadi" ujarnya


"Aku tidak suka ada yang melawanku! apalagi menghalangi rencana ku!"


"Anda t-tidak bi-bisa melakukan nya!" Sam masih bisa berucap dengan teriakan


"Sepertinya an-jing setia ini masih bisa bicara juga, sepertinya ia perlu diberikan pelajaran lagi!" ujarnya menatap Sam dengan seringai nya.


"Jim!!" pria tongkat itu mengadahkan tangannya ke arah pria bernama Jim itu.


"Baik Mr" ujarnya mengerti, tak lama ia segera mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan Sam membulatkan matanya melihat apa itu.


"Kau tau kan? aku akan membuat mu berhenti menggonggong sementara" ujarnya dengan melihat Sam yang mulai memberontak.


"Lepaskan aku!!" ujarnya sembari mencoba lepas dari sana.


"Pegangin dia!!!" perintahnya, membuat Sam dibuat tak berkutik.


"Sekarang, kita akan buat kau diam sementara" perlahan ia semakin mendekat dan menelusuri tubuh pria itu.


Dan........

__ADS_1


Aghhhhh!!!!!!!!….......


Terdengar teriakan dari lantai itu, membuat semua orang hanya bisa diam membisu, pria itu mengembalikan barang itu pada Jim setelah melihat Sam tidak berkata apapun lagi.


"Akhirnya kau diam juga, sekarang giliran Tuan Muda mu itu, Bawa dia!!" perintahnya


"Baik!" mereka dengan segera membawa tubuh Sam yang sudah tak berdaya itu entah kemana.


"Sekarang mari urus yang selanjutnya!" ujarnya menatap pintu besar itu.


"Buka pintunya!" perintahnya, dengan cepat Jim membuka pintu itu dan menampilkan ruangan hitam yang gelap.



Dengan bantuan tongkat nya, ia perlahan mulai masuk, dan terlihat sesosok tubuh yang berada di ranjang itu, seketika senyum nya terbit.


"Kau sudah bangun rupanya" ujarnya membuat sosok itu mencoba melihat siapa yang datang.


"Sam, kau kah itu?" tanyanya


"Sam mu sedang istirahat, jadi sekarang aku yang datang!" ujarnya dengan menekan tombol lampu dan membuat ruangan itu terang seketika.


"Kau!!" ujarnya kaget


"Iya, Adnan ini aku. Kau merindukan ku kan" ujarnya


"Pergi!, aku benci padamu! karena kau aku tidak bisa mencari Eisha!" teriaknya


"Kau benar-benar harus segera diatasi, terutama nama itu!"


"Jim segera mulai sekarang!"


"Baik Mr!"


"Ayo, persiapkan semuanya!" ujar Jim pada orang orang berbaju putih itu.


"Baik!"


Tak lama semuanya mulai bekerja dan mengeluarkan serta memasang alat yang mereka butuhkan, sedangkan Adnan segera bangkit dari sana.


Grepppp.......


"Tidak bisa kemana-mana lagi, duduklah dengan tenang, jadilah anak baik" ujarnya melihat Adnan ditangkap


"Lepaskan aku!! dimana Sam? kau apakan dia!!! penjahat!! aku benci kau!!!!" Adnan terus mengoceh dan berteriak sesekali mencobanya melepaskan diri nya.


"Aku sudah bilang, Sam mu sedang istirahat, sekarang kau juga perlu istirahat. Aku tidak suka kau mengatakan aku jahat, aku sangat menyayangimu, apapun aku lakukan untukmu. Tapi jika kau melenceng maka tugas ku mengembalikan mu bukan?" ujarnya


"Mr, semuanya sudah siap!" ujar Jim


"Segera lakukan!"


"Lepaskan aku!!!!, lepas!!" Adnan dapat melihat seseorang datang dengan suntikan ditangannya, dengan sisa tenaganya ia terus menghindar. Namun semuanya sia-sia hingga akhirnya jarum itu berhasil mengenai kulitnya dan tak lama kesadaran nya mulai menghilang.


"Sebentar lagi Adnan akan mati dan hanya ada "K" ujarnya melihat semua orang mulai melakukan pekerjaan mereka.


Bersambung......


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️


Mumpung hari Senin boleh beri vote ya 🤭🤭


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya Author ikut lomba Urban Pria

__ADS_1



Terimakasih semuanya 😘😘😘😘


__ADS_2