Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Extra Chapter 2


__ADS_3

Sosok itu tersenyum melihat wanita yang tertidur pulas disebelahnya. Begitu banyak lukisan yang berada di tubuh cantik itu yang merupakan mahakarya dirinya. "Aku mencintaimu." Setelah mengatakan dan memberikan kecupan manis di kening dan bibir itu ia langsung turun dan menuju kamar mandi yang terletak cukup jauh di antara pakaian yang sudah berserakan di lantai.


Setelah sampai di pintu, dengan segera ia masuk dan menuju bathtub dan berendam di sana. Senyum terbit di wajahnya, karena mengingat pergulatan panas mereka. Saat asyik memejamkan matanya, tiba-tiba saja pintu terbuka dan menampilkan istrinya yang terlihat kesal menatap dirinya.


"Sayang, kau sudah bangun?" tanya Adnan pada istrinya yang masih senantiasa berdiri di pintu.


"Say ...." Belum selesai Adnan bicara, istrinya itu semakin mendekat dan...


"Ahhhh, sayang hentikan!"


"Rasakan ini!"


"Hahahaha ampun Sayang." Adnan terus berteriak sambil menahan rasa geli sekaligus perih karena kekesalan istrinya yang membuat mahakarya di lehernya.


"Sudah?" tanya Adnan setelah merasakan istrinya terdiam dan bersembunyi di ceruk lehernya. Bukannya jawaban, ia hanya mendapatkan anggukan dan gigitan kecil lagi di lehernya.


"Aww, kau membuat lagi. Pasti sangat banyak!" ujar Adnan sambil mengelus punggung terbuka itu.


"Kau tidak suka? Kau takut ya, nanti ada yang lihat?" Eisha langsung menatap Adnan dan membuat pria itu merutuk karena salah bicara.


"Tidak, aku suka. Karena semua orang akan tau aku adalah milikmu." Adnan mengecup bibir itu beberapa kali dan benar saja, ekspresi yang tadinya seperti harimau sekarang menjadi kucing kecil yang manis.


"Kenapa kesal tadi?" tanya Adnan sambil mengelus punggung istrinya karena saat ini mereka tengah berpelukan di dalam bathtub itu.


"Kenapa tidak bangunkan aku? Aku pikir kau pergi!" Eisha meluapkan kekesalannya karena saat bangun tidur ia tidak melihat sosok suaminya.


"Tentu saja tidak, aku tidak akan meninggalkanmu sendiri."

__ADS_1


"Eumhhh, aku masih mengantuk." Eisha menyembunyikan kepalanya ke leher suaminya dan menghirup aroma sabun yang berada di sana.


"Sayang, hentikan nanti kau membangunkannya!" Tampaknya kegiatan yang dilakukan Eisha membuat terong Belanda itu mulai bereaksi.


"Diam Sayang!" Bukannya mendengar ucapan suaminya, ia malah semakin menjadi dan bergerak hingga mengenai terong itu.


"Sayang, mau tau cara supaya tidak mengantuk?" Dan benar saja, istrinya memberikan reaksi dari ucapan suaminya.


"Apa?" tanyanya pelan.


"Begini caranya." Adnan menuntun tangan istrinya menuju kediaman terong Belanda itu dan membuat Eisha yang awalnya terpejam langsung terbangun karena merasakan kokohnya terong Belanda suaminya.


"Adnan!" Setelah perkataan itu benar saja tak lama hanya terdengar suara keduanya saling berpacu kembali dalam kenikmatan tiada tara.


Ok, kita tinggalkan keduanya. Kita beralih ke kamar yang sudah berserakan karena kekesalan penghuninya.


"Sayang ... Astaga! Apa yang terjadi." Wanita paruh baya itu terkejut saat melihat kamar putrinya yang sudah seperti kapal pecah.


"Aaaa! Mommy!" Naura beranjak dari tempat tidurnya dan memeluk tubuh itu.


"Ada apa?" Ia bertanya pada putrinya yang asyik memeluk dirinya sambil terlihat kesal.


"Vikram pergi!" Sekarang wanita itu mengerti penyebab kekesalan putrinya itu sekarang.


"Lalu kenapa memangnya?"


"Kenapa? Ia tidak minta izin padaku!" Wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya yang selalu saja kesal jika berkaitan dengan Vikram.

__ADS_1


"Memang, tapi Vikram sudah bilang pada Mommy, lagipula ia pergi bukan untuk liburan. Ia pergi karena kelulusan adiknya." Pernyataan itu membuat Naura langsung menatap Mommy nya dengan lekat.


"Mommy bilang apa? Kelulusan adiknya?" ulang Naura lagi dan mendapat anggukan dari Mommy nya.


"Aaaaaa!" Naura langsung berlari keluar dan memanggil supir membuat Mommy nya hanya mengelus dada melihat tingkah putri tunggalnya itu.


"Siapkan pesawat! Aku ingin pergi! Kalian dengar?"


"Iya Nona."


"Sayang kau ...."


"Mommy aku akan ke sana! Aku sayang Mommy, katakan pada Daddy ya. Dah!" Naura memeluk dan memberikan kecupan bertubi-tubi di wajah wanita yang telah melahirkannya itu. Dalam sekejap wanita cantik itu sudah menghilang dengan memakai piyama dan rambut acak-acakan saja dan saat di luar, putrinya itu melambaikan tangannya dan meninggi sesuai pesawat yang membawanya.


"Dah Mommy!"


"Astaga anak itu!" Sedangkan di dalam pesawat, senyuman itu terus merekah dan membuat pramugari di dalamnya hanya diam melihat Nona mereka.


"Aku akan bertemu dengan Mertua dan Adik Ipar ku! Ahhhh! Aku senang sekali!"


"Vikram aku datang!"


Ada yang nggak sabar lihat bagaimana reaksi Vikram dan keluarganya melihat kedatangan si Nona cerewet London.


Sambil menunggu Chapter berikutnya, yuk mampir ke karya author yang berjudul Pendamping Hidup Mommy Sashi. Mohon dukungannya ya. Terimakasih semuanya 😘😘😘


__ADS_1


__ADS_2