
Wanita itu datang memakai Hoodie hitam dan kacamata hitam, tak lama ia mengetuk pintu itu dan terlihat seseorang membukanya.
"Kau??" tanya gadis itu.
Namun wanita itu langsung masuk dan membuat gadis itu langsung menutup pintunya.
"Apa apaan ini?!" tanyanya.
"Aku ingin segera kau melaksanakan nya!" ucapan membuat gadis itu terkejut.
"Maksudmu sekarang??" tanyanya lagi.
"Bukan tapi besok Ramora" ucap wanita itu.
"Kau hanya perlu melakukan itu dan sisanya biar aku!" ujarnya memberikan Ramora mengerti
"Kau yakin ini akan berhasil?" tanya Ramora
"Tentu saja, kau hanya perlu melakukan bagian nya saja" ujarnya sambil menjulurkan kakinya di meja.
"Sepertinya kau punya maksud tersembunyi, dan juga mungkin berkaitan dengan asmara" tebak nya membuat wanita itu kesal.
"Kau hanya perlu lakukan yang kukatakan, maka kau akan segera mendapat reward itu dan selesai!" ujarnya marah dan segera keluar dari sana.
Keesokan harinya, saat ini Eisha dan Naura tengah berada di pusat perbelanjaan dan sedang memilih beberapa barang.
"Wah, aku yakin ia akan melamar mu disana" ujar Naura.
"Atau mungkin langsung menikah dengan mu, menyiapkan segalanya disana" lanjut nya
"Aku bahkan tidak menyangka, ia akan mengatakan hal itu dan memberikannya cincin ini serta memakaikan" ucap Eisha melihat cincin itu di jarinya.
__ADS_1
"Aku tidak mau berharap banyak, mungkin itu seperti pesta perkumpulan keluarga nya saja, lagipula aku tidak mungkin menikah tanpa orang tua ku" ujar Eisha.
"Ya, baiklah anggap saja begitu dulu, oh ya kau sudah mengatakan reward itu? tanya Naura
"Astaga, aku lupa!, tapi sepertinya akan dimulai minggu depan untuk mengurus nya dan aku akan mengatakan nya besok pada Adnan" Eisha mendapatkan reward untuk bergabung dengan perusahaan terkenal menjadi desainer disana dan itu adalah impiannya selama ini.
"Baiklah, tak masalah, ngomong ngomong kau ingin membelikan ia apa?" tanya Naura
"Aku tidak tau juga, tapi aku sudah berpikir beberapa barang, bagaimana kalau kau membantuku seleramu kan selalu bagus" ujar Eisha membuat Naura membusungkan dadanya.
"Tentu saja, ayo aku bantu dan aku yakin pria itu akan senang menerimanya" ujar Naura.
Setelah beberapa saat, akhirnya mereka berhasil membeli beberapa barang dan Eisha sudah mendapatkan hadiah untuk Adnan kekasih hatinya itu.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengintai mereka dari jauh, saat ini mereka akan menyebrang jalan untuk sampai di restoran karena jam makan siang.
Saat jalanan lengang, mereka mulai menyebrang namun ternyata ada motor dengan kecepatan tinggi melaju dan mendadak mengambil tas Naura dan membuat nya tertabrak dan terjatuh.
Tak lama seorang pria datang dan menggendong Naura, Eisha melihatnya dan ternyata itu adalah Vikram, tanpa banyak kata ia langsung masuk dan segera mobil itu melaju.
Sepanjang perjalanan, Naura meringis kesakitan karena kakinya terluka. Eisha mencoba menenangkan nya dan meminta Vikram lebih cepat.
Mereka sampai di sebuah rumah sakit, dengan langkah seribu Vikram segera menuju ruangan dan memanggil dokter dan mereka langsung membawa Naura ke dalam.
Eisha mendekati Vikram dan meminta maaf padanya, karena ia tak bisa menjaga Naura.
Dapat Eisha lihat, Vikram tampak gelisah menunggu kabar dari Naura.
"Maaf, aku.."
"Tak apa, ini bukan salah mu aku akan segera mengurus nya jangan khawatir" ucap Vikram sambil menekan tombol di ponsel nya.
__ADS_1
Tak lama dokter segera keluar dan Vikram segera menghampiri nya begitu pun Eisha dan langsung bertanya.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Vikram.
"Kakinya mengalami patah ringan, kami sudah memberikan tindakan, dan dalam beberapa hari akan sembuh jadi tak perlu khawatir" ujar dokter itu membuat mereka lega.
Eisha melihat Naura yang terbaring di bangkar dan menyadari kedatangan nya gadis itu tersenyum pada Eisha.
"Ra, aku....."
" Tak apa ini bukan salahmu" ujar Naura
"Tapi kau jadi tidak bisa berjalan beberapa waktu, dan juga tas mu diambil oleh mereka" ujar Eisha.
"Tidak masalah, aku bisa minta digendong oleh Vikram dan aku akan meminta ia membelikan tas, ponsel baru" ujar Naura enteng berdampingan dengan kedatangan Vikram.
"Eisha, bisa belikan aku sesuatu, aku lapar sekali" ujar nya dan membuat Eisha mengangguk.
"Baiklah, sebentar ya, Vikram jaga Naura ya"
"Tentu, terimakasih"
Setelah memastikan Eisha pergi, Vikram mengambil nafas panjang nya sambil memandangi Naura.
"Jadi??" tanya Naura
" Maaf Nona, ini kelalaian saya dan saya janji tidak akan mengulangi nya , dan untuk masalah penabrak itu para pengawal sudah mulai mencari nya dan kita akan segera mengetahui apakah motif nya murni penjambretan atau tidak" jelas Vikram.
"Vikram, aku ingin kau menemani Eisha besok pergi!" yang membuat Vikram kaget dan menatap Nona nya itu.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️