
Alice duduk dengan wajah cemberut karena permintaan Kabir untuk pergi bersama menuju ke kantor. Alice tak dapat mengelak karena ancaman pria itu yang membuat Alice berpikir ulang selain menerimanya.
"Kalau wajahmu seperti itu terus, aku akan melakukan..."
"Oke! sekarang jalan saja!" ujar Alice dengan tersenyum paksa.
"Bagus! kau lebih baik tersenyum seperti itu," ujarnya yang langsung menjalankan mobilnya menuju ke kantor.
Sedangkan disisi lain, seorang pria tampan duduk termenung di kursinya sambil melihat ponselnya.
"Alice kau membuat ku khawatir..." ujarnya
"Presdir, mereka sudah sampai... dan juga..."
"Selamat pagi Tuan Veer." Terdengar suara itu yang membuat Veer menoleh dan terlihat Kabir dengan senyuman manisnya membuat Veer merasa aneh akan tingkah pria itu.
__ADS_1
"Selamat pagi juga Tuan Kabir..." perkataan Veer terhenti saat melihat Alice yang berada di belakang Kabir dan mereka terlihat pergi bersama dengan tas Alice yang berada di genggaman pria itu.
"Alice... kalian?" ujar Veer membuat Alice bingung untuk menjelaskannya.
"Eumhhh... itu kami bertemu di jalan," ujar Alice menjelaskan.
"Iya, aku melihatnya berjalan kaki karena mobilnya mengalami ban kempes." lanjut Kanit membuat Alice menggeram namun, ia menahannya.
"Kenapa tidak hubungi aku Alice, dan pesanku yang kemarin..."
"Ah, iya... ayo, kita mulai saja." Veer akhirnya mengalah dan mementingkan urusan pekerjaan terlebih dahulu, sedangkan Alice sedikit bingung akan maksud Veer.
Hari ini sesi foto untuk produk dimulai, alice dengan segera mengganti pakaiannya. Kabir dan Veer duduk menunggu kedatangan Alice yang sedang berganti pakaian, tampak semua kamera dan pencahayaan sudah siap. Tak lama pintu terdengar dibuka dan sepasang mata kedua pria itu langsung terpesona dibuatnya.
"Baiklah, kita mulai pemotretannya." Salah satu staf bicara dan Kabir maupun Veer langsung kembali tersadar dan hanya dapat mengangguk.
__ADS_1
Alice bergaya sesuai dengan arahan dan juga dengan beberapa produk yang berada di tangan atau di tubuhnya. Berbagai produk digunakan dengan Alice sebagai modelnya. Baik Kabir atau Veer tak berkedip memandangi Alice. Bahkan tingkah kedua orang itu terlihat oleh Sam dan Jane tapi mereka lebih baik diam.
Aku rasa presdir Veer menaruh rasa pada Alice.
Ya ampun, Tuan... mata anda seperti ingin copot dari tempatnya. Batin Sam.
Mungkin Dokter Veer bisa dimaklumi dan aku tau akan hal itu, tapi... Presdir Kabir ia... apa ia juga memiliki perasaan atau hanya sekedar kagum dan terpesona.
Tidak! aku rasa ini akan menjadi persaingan... Alice aku tidak meragukan dirimu lagi. Aku yakin sebentar lagi akan ada hal mencari peluang dan pertarungan akan segera dimulai. Tapi... ngomong-ngomong aku dukung yang mana ya.
Hingga pemotretan berikutnya, kedua pandangan orang itu masih tak berpindah dan tetap memandangi dan melihat berbagai pose yang dilakukan Alice. Sam hanya geleng-geleng kepala melihat nya, dalam pikirannya sepertinya perjalanan cinta Tuannya sungguh berbeda. Jika dulu Eisha yang dia yang mempunyai pawang, sekarang giliran Alice yang mempunyai pawang dan hal itu akan menjadi pemanis baru bagi kisah cinta ini.
Aku harap, apapun yang terjadi. Tuan yang akan menjadi pemenangnya. Maaf Tuan Veer tapi kebahagiaan Tuanku menjadi yang utama.
Bersambung...
__ADS_1
Selamat hari raya idul Fitri semuanya, terimakasih atas dukungannya dan jangan lupa vote ya.