
Disebuah ruangan terlihat seorang pria duduk dengan tatapan kebawah,tak lama pada terdengar suara pintu dibuka.
"Tuan, saya bawakan makan siang" ujar nya
"Tuan, saya letakkan disini" Namun pria itu tidak menjawab.
"Tuan, anda belum makan beberapa hari ini, setidaknya makan dulu, atau saya buatkan sesuatu" ujarnya namun masih tetap sama tidak ada jawaban.
"Tuan...."
"Pergi!"
"Tuan??"
"Aku bilang pergi, kau tidak dengar!!!!" sentaknya seketika dan membuang nampan berisi makanan itu.
"Tinggalkan aku sendiri!!!, kau sama saja dengan yang lainnya!!!"
"Aku benci kalian semua!!!!"
"Kembalikan Eisha ku!!!!!"
Melihat situasi yang tidak kondusif, akhirnya ia memilih pergi meninggalkan pria itu dengan emosinya.
"Pergi!!!!" ia melemparkan apa saja yang ia temui di ruangan itu, amarah dalam dirinya seolah tak padam dan semakin menjadi. Hingga pintu itu kembali tertutup ia jatuh tertunduk dengan tangisan memilukan.
"Kembalikan Eisha ku!!" ia mengeluarkan kesedihannya dan tiba tiba saja berhenti, saat melihat kotak perhiasan yang berada di rak buku nya.
"Dimana Eisha ku?" ujarnya dengan memeluk kotak perhiasan itu.
__ADS_1
...🌹🌹🌹🌹Diluar 🌹🌹🌹🌹🌹...
"Bagaimana??" tanya pria tongkat itu.
"Seperti biasa, Tuan muda kembali mengantuk" ujarnya
"Apa perlu aku yang turun tangan?" tanyanya
"Berikan saya kesempatan lagi, ini baru beberapa hari, Tuan muda masih dalam bayang bayang gadis itu.
"Berapa lama??" tanyanya lagi menatap pria muda dihadapannya itu.
"Sebelum akhir tahun, saya pastikan itu" balasnya dengan yakin.
"Baik, aku pegang kata katamu!, kalau tidak kau tahu akibatnya!!" ujarnya mengarahkan tongkat itu pada pria muda itu.
"Baik, saya tidak akan ingkar janji" balasnya.
"Aku akan pergi, dan kembali kesini sesuai perkataan mu itu!" ia perlahan pergi meninggalkan ruangan itu dengan bunyi tongkat nya.
"Jim, awasi macan itu, aku rasa ia mungkin akan melakukan sesuatu diluar kehendak ku!, kalau kau temukan sesuatu yang mencurigakan patahkan saja ekornya!" ujarnya tak lama masuk kedalam mobil.
"Baik, saya akan laksanakan" balasnya masuk dan duduk di kemudi mobil.
"Jalan, kita akan menuju tempat biasa" perintahnya.
"Baik" tak lama mobil itu mulai melaju dan meninggalkan mansion putih itu, membelah jalan.
Di laut lepas, kapal itu berjalan dengan cepat, terlihat Veer duduk ditemani oleh minuman hangat nya dan disamping nya berdiri dengan tegap.
"Jadi, apa yang ingin kau tau?" tanya Veer padanya.
__ADS_1
"Mengenai gadis itu, Tuan" balasnya
"Ia pasienku, ada masalah?" balas Veer
"Tidak Tuan, tapi ia akan dibawa kemana?" ujarnya
"Tentu saja dibawa ke rumah sakit, kau pikir bagaimana?" ujar Veer terkekeh.
"Maaf Tuan, tapi bagaimana jika ada yang tau" ucapan itu membuat Veer meletakkan gelas minuman nya.
"Kalau kau bicara, tentu mereka tau, tapi jika kau tutup mulut dan matamu itu, semuanya akan baik-baik saja" balas Veer
"Aku akan memberi tahu mereka nanti, yang jelas kau ikuti perintah ku!"
"Kita tidak langsung pulang, tapi antarkan aku ke suatu tempat dulu, kau mengerti!" ujarnya
"Mengerti Tuan Muda" balasnya
Bersambung.....
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru loh!!!
Arumi Nadya Karima, seorang wanita yang terlahir dari keluarga berada.
Hidupnya semakin sempurna saat menikahi seorang pria tampan yang bernama Gibran Erlangga.
Dua tahun pernikahannya Gibran selalu perhatian dan memanjakan dirinya. Arumi mengira dirinya wanita paling beruntung, hingga suatu hari kenyataan pahit harus ia terima.
Gibran ternyata selama ini menduakan cintanya. Perhatian yang ia berikan hanya untuk menutupi perselingkuhan. Arumi sangat kecewa dan terluka. Cintanya selama ini ternyata diabaikan Gibran. Pria itu tega menduakan dirinya.
__ADS_1
Apakah Arumi akan bertahan atau memilih berpisah?