
Halaman berikutnya....
Putriku bernama Linda, ia merupakan kebanggaan ku dan hidupku kemanapun ia pergi aku tidak bisa melepaskan pandanganku darinya. Wajahnya seperti istriku, persis seperti nya, tidak ada yang berbeda selain manik matanya yang sama denganku. Kami hanya tinggal berdua, karena istriku telah tiada beberapa tahun lalu, aku membesarkan putriku dengan kasih sayang dan penuh dengan nilai. Hingga saat ia dewasa, ia menjadi wanita yang lembut dan berhati mulia serta wanita yang cantik. Kebahagiaan ku mulai terusik saat Putriku membawa seorang pria yang dari desa kecil yang berasal dari keluarga petani. Awalnya aku mengira, ia hanyalah seorang pria yang akan melamar menjadi pelayan di rumahku, tapi ternyata tidak. Ia dengan berani melamar Putriku dengan percaya diri, yang membuat ku begitu kesal. Dari mulut Putriku sendiri, aku mendengar mereka sudah menjalani hubungan selama 3 tahun.
" Putriku sudah terbiasa dengan kemewahan dan kecukupan, lalu jaminan apa yang bisa kau berikan untuk kebahagiaan putriku? Apa kau bisa memberikan hal yang lebih dariku untuknya?"
"Maaf Tuan, aku memang tidak bisa memberikan hal yang lebih seperti dirimu, karena aku hanya seorang pedagang yang baru saja merintis usaha. Tapi aku bisa menjamin, Linda akan mendapatkan kehidupan yang layak dan cinta dariku."
"Heh? Kau ingin memberikan Putriku hanya makan cinta? Aku tidak akan merestui dan menerima lamaranmu! Sebaiknya kau pergi darisini! Dan jangan menemui putriku lagi! Aku ingat ia menikah dengan pria yang bisa memberikan ia segalanya!"
"Ayah..."
"Bawa Nona ke kamarnya! Dan jangan biarkan ia keluar! Dan kalian semuanya, jangan biarkan pria ini datang lagi kemari! Mengerti?"
"Mengerti Mr!" Langsung saja para bodyguard membawa Linda ke dalam dan Pria yang bernama Adrian itu keluar. Terjadi penolakan dan teriakan dari Linda karena tidak menyangka akan sikap ayahnya.
"Lepaskan aku!"
Hingga setelah kejadian itu, ia melihat putrinya hanya diam dan mengurung diri di dalam kamarnya. Keras kepala yang ingin ia tunjukkan pada putrinya, justru membuat ia kelabakan dan begitu khawatir saat melihat kondisi putrinya yang memburuk karena tidak makan dengan baik dan banyak pikiran, Hingga sebagai seorang Ayah, ia menurunkan egonya dan bertanya keinginan putrinya itu.
"Ayo, makan dulu ya."
"Aku tidak mau! Ayah jahat!"
"Linda..."
__ADS_1
"Ayah harus lakukan apa, agar putri Ayah ingin makan dan seperti dulu lagi?"
"Ayah akan lakukan apapun?"
"Iya, apapun untuk putri kecilku."
"Aku ingin Adrian ayah, aku ini menikah dengannya. Apa Ayah bisa lakukan itu? Aku tidak pernah meminta apapun, tapi saat aku meminta satu saja, kenapa ayah tidak bisa berikan?"
"Apa yang ayah berikan tidak cukup untukmu? Tidak ada artinya? Apa kasih sayang Ayah kurang?"
"Tidak, sangat... bahkan lebih, tapi Adrian dia membuat hatiku bahagia dan ia membuatku merasakan cinta, meskipun ia bukan berasal dari keluarga kaya yang bisa memberikan aku emas dan permata atau segalanya. Adrian mempunyai hati emas dan sikap yang langka Ayah. Jika Ayah berpikir mungkin saja ia hanya mengingatkan harta kita dan memanfaatkan ku, maka Ayah salah besar. Karena Ayah tau? Ia tidak tau asal usul ku yang merupakan putri keluarga kaya. Bahkan, saat kami mulai menjalani hubungan, ia tidak tau."
"Apa Ayah ingat? Kenapa aku selalu tidur dan berlama-lama di rumah Dita? Karena Adrian mengira itu adalah rumahku, karena itu ia begitu terkejut saat aku meminta ia melamar ku ke rumah dan bertemu dengan Ayah. Ia memulai bisnis kecil, aku selalu membantunya berjualan, darisana aku dapat melihat sikap dan pemikirannya. Ia tidak seperti yang Ayah kira."
"Kenapa ayah memandang seseorang dari penampilan dan kekayaannya? Bukankah kita juga berasal dari bawah? Aku ingat saat Ibu mengatakan kalau ia menemani Ayah saat belum punya apapun. Ayah juga berkata kita tidak boleh sombong dengan apa yang kita punya, lalu apa sekarang? Apa Ayah melupakan semuanya? Apa semenjak kepergian Ibu, semuanya berubah?"
"Bagaimana nanti jika kau mengalami kesusahan nanti? Ia hanya seorang pedagang kecil, apa ia bisa memberikan mu kehidupan yang layak? Rumah, pakaian dan makanan yang cukup dan layak untukmu. Ayah memikirkan semua itu."
"Mungkin kau merasa Ayah begitu jahat, tapi Ayah menginginkan yang terbaik untukmu. Jika kau menginginkan ia, Ayah akan turuti. Tapi... dengan syarat, dan Ayah ingin melihat kesungguhannya dari sana. Dan jangan khawatir, aku tidak akan melakukan atau memberikan persyaratan di luar logika seperti yang ada di pikiranmu." Jelasnya membuat senyum terbit di wajah Linda.
"Ayah tidak bohong?"
"Tidak, Ayah sungguh-sungguh. Hubungi dia dan katakan untuk datang ke rumah, jika ia memang ingin menikahi mu."
Dan Adrian tentu datang dengan segera dalam perasaan yang tak karuan dan bercampur aduk. Ia sangat penasaran dengan syarat yang harus ia lakukan untuk mendapatkan restu dari Ayah Linda.
__ADS_1
"Kau sudah datang rupanya." Suara itu membuat Adrian langsing bangkit dan memberikan salam kepada pria itu.
"Selamat sore Tuan, saya baru saja datang," ujarnya dengan gugup dan membuat pria itu tersenyum kecil.
"Ayo, duduklah. Aku tidak akan memakan mu."
"Terima kasih," balas Adrian sambal mendudukkan bokongnya di sofa empuk itu.
"Aku ingin memberikan mu syarat... yaitu setidaknya kau sudah bisa memiliki rumah yang layak untuk putriku dan aku sendiri yang akan melihatnya dan aku berikan waktu yang kau mampu."
"Maksudnya?"
"Waktu sesuai dengan kemampuan mu, aku menyerahkannya padamu. Jadi berapa lama kau bisa melakukannya?" Bukankah itu seperti pertanyaan yang menjebak, Adrian langsung berpikir .keras dan berhati-hati agar ia tidak salah langkah.
"Aku... meminta waktu 6 bulan!" ujar final Adrian membuat Pria itu menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, aku pegang kata-katamu, dan Linda, aku dengar sendiri kan? Dalam waktu itu, kalian tidak boleh bertemu dan hanya berhubungan sesuai jadwal dariku. Kalian siap?"
"Siap Tuan"
"Siap Ayah!"
Pernikahan akhirnya terjadi dengan rintangan yang mereka lalui, Adrian membuktikan kesungguhannya ya membuat Arthur ayah Linda memberikan restunya. Perlahan tapi pasti, Arthur mulai mencoba menerima Adrian hingga akhirnya ia memiliki seorang cucu yang tampan. Sayangnya kebahagiaan itu lenyap karena kematian Linda yang disebabkan kecelakaan yang mereka alami. Dengan matanya sendiri putrinya mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan Adrian membuat pria itu membenci Adrian hingga pria itu akhirnya mengembuskan napas terakhirnya bersama dengan Linda. Dan membuat Adnan tinggal bersama dengannya.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya author yang berjudul Pendamping Hidup Mommy Sashi.