
Kapal baru saja berlabuh dan menuju sebuah bangunan besar yang didominasi warna putih yang terletak tak jauh dari pelabuhan. tak lama Veer segera turun dan membawa tubuh luka itu kedalam diikuti oleh yang lainnya.
"Apa gadis itu sudah mati?" tanya Math
"Kenapa kau bilang begitu?" tanya Sid
"Aku berharap!" setelah itu ia keluar dari lift dan menuju suatu ruangan.
Veer membuka pintu itu dibantu dengan pria dan sebelahnya, tak lama terlihat pria dengan jas putih yang ia kenakan beserta kacamata dan alat stetoskop yang menggantung di leher nya.
"Kau??" ujar pria itu bingung melihat kedatangan orang orang itu.
Tanpa membalas ucapan itu, ia segera menuju ke bangkar, dan meletakkan gadis itu disana.
"Ini siapa??" tanyanya lagi
"Aku ingin kau obati dia sampai sembuh!" ujar Veer membuat pria jas putih itu kebingungan.
"What??, aku tidak salah dengar kan?" ujarnya
"Tentu saja tidak, aku rasa telingamu itu masih berfungsi dengan baik bukan" balas Veer.
"Memangnya dia siapa??" tanyanya mendekati gadis itu.
"Aku juga tidak tau" ujar Veer
"Kau membawa orang asing?" tanyanya
__ADS_1
"Lakukan saja, kau tidak lihat kondisinya, setidaknya lakukan sumpah dokter mu itu!"
"Baiklah, dimana kau menemukan nya dan apa yang terjadi?"
"Aku menemukan nya pesisir pulau yang aku kunjungi, dilihat dari lukanya aku hanya berkesimpulan ia menderita benturan keras di kepalanya dan ada beberapa luka lain seperti di telapak kakinya, sepertinya bekas jalanan berbatu" jelas Veer
"Detak jantungnya lemah sekali, itu artinya lebih dari 2 hari ia belum mendapatkan penanganan serius" ucapnya
"Hmmm" balas Veer
"Aku tidak ahli dalam hal ini, karena itu aku meminta bantuan mu" jelasnya lagi.
"Lakukan yang terbaik, aku yakin ia gadis yang kuat, sepertinya ia memiliki keinginan untuk hidup" Veer berucap sambil melihat gadis yang terbaring tak berdaya itu.
"Baiklah, akan ku lakukan segera dan melihat luka yang dialaminya"
"Hmmmm"
"Baiklah Tuan Ranveer" balasnya
"Dasar, kau tidak berubah Raj" ujarnya
"Aku pergi" ujarnya pada dokter itu
"Baiklah, hati hati" balas Raj
Tak lama Veer pergi meninggalkan ruangan itu dan Raj mulai mendekati dan memeriksa gadis yang akan menjadi pasien nya itu.
__ADS_1
"Aku tidak mengerti, sepertinya kau punya keistimewaan, hingga seorang Ranveer membawa mu" ujarnya tak lama mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Segera keruangan ku, ada hal darurat!" ujarnya lalu ia mematikan ponselnya.
"Baiklah Nona, mari kita lihat seberapa besar keinginan mu untuk hidup dan bisa bertahan" Raj memandangi wajah pucat itu.
Veer baru saja keluar dan telah disambut dengan mobil mewah yang akan membawanya ie suatu tempat, pintu itu dibuka oleh bodyguard nya.
"Mari Tuan, semuanya sudah menunggu" ujarnya dengan pintu mobil yang dibuka.
"Iya, terimakasih Dany. Oh ya, jangan lupa tutup mulut itu!" ujarnya yang telah mendudukkan bokongnya di kursi itu.
"Baik Tuan Muda, anda jangan khawatir" balasnya, tak lama mobil itu segera melaju meninggalkan tempat itu.
"Bagaimana dengan Sid dan Math?" yang Veer
"Mereka sudah dijemput dan sepertinya mereka akan menyusul nanti Tuan Muda" balasnya.
"Tentu saja, mereka tidak akan melewatkan kesempatan ini" ujarnya.
"Aku merasa lelah, aku akan tidur sebentar dan jika sudah sampai bangunkan aku ya" ujarnya
"Baik Tuan Muda" balas Dany dengan cepat.
Tak lama pria tampan itu menutup matanya dan sudah terlelap menuju alam mimpinya, Dany hanya menatap Tuan Muda nya beberapa kali sambil mengendarai mobil menuju tujuan mereka.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
Terimakasih semuanya