
D kompleks pemakaman itu, terlihat sepasang laki laki dan perempuan berjalan menuju kompleks pemakaman. Sang pria yang membawa karangan bunga itu dengan sang perempuan yang mengikat langkahnya seraya melihat sekeliling tempat itu.
Hingga akhirnya langkah mereka berhenti di sebuah pusara, dan pria itu langsung menekukkan lututnya dan meletakkan karangan bunga itu ditanah itu.
"Aku datang lagi, aku bawakan kau bunga yang banyak dan beragam, aku harap kau menyukainya" ujarnya
"Kau pasti suka, karena itu merupakan karangan dari gadis kecil nan cantik"
"Oh ya, aku tidak datang sendiri tapi mungkin ia bukan orang yang kau harapkan..." Sam melihat kesamping nya sejenak, dimana terlihat wanita cantik, ia adalah Saras.
Beberapa waktu lalu, Sam langsung mengatakan keinginan nya di hadapan ketiga orang itu.
"Aku minta bantuan, maukah Saras ikut denganku?" ujarnya yang membuat Saras terkejut.
"Kemana? dan kenapa Paman?" tanya Lilis
"Ada seseorang yang mengikuti ku dan aku tak bisa mengatakan nya, aku tidak ingin ia curiga dan melaporkan ku nanti. Jika itu terjadi, maka aku bisa kehilangan pekerjaan ku bahkan nyawaku!" jelasnya
"Tapi kau tak melakukan atau pergi ketempat yang buruk kan?" ujar Bibi
"Tidak Bi, aku bersumpah.... aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, tapi tolong percaya padaku. Aku tak punya waktu lagi, tolong...." ujar Sam terlihat memohon.
"Bagaimana Saras?" tanyanya
Saras langsung melihat kearah ibunya beberapa saat sebelum mengambil keputusan untuk ikut dengan Sam.
"Jadi....." Saras melihat Sam yang terlihat putus asa dan memohon bantuan nya.
Hingga akhirnya Saras menganggukkan kepalanya dan hal itu membuat Sam senang, dan memegang tangan itu, membuat Saras tersentak.
"Kalau begitu... aku harus apa?" tanya Saras dan Veer sedikit mendekat dan mengatakan nya.
"Disini ada pintu belakang kan?" tanyanya membuat Saras mengangguk
"Lalu?"
"Aku ingin kau keluar disana dan menunggu ku di kedai belakang, nanti sekitar 1 menit kau datang dan langsung menuju mobilku"
"Setelah itu, aku datang dan kau lama marah dan kesal serta membentak ku! pokoknya harus seperti itu dan katakan kenapa aku lama sekali? aku darimana? seperti itulah"
"Kau paham kan?" tanya Sam berharap wanita itu mengerti
"Maksudnya aku berakting?"
"Iya, aku ingin kau begitu"
"Baiklah" ujar Saras membuat Sam tersenyum senang
Dan langsung saja Saras langsung melakukan seperti yang Sam katakan dan Sam menunggu beberapa saat.
__ADS_1
Seseorang suruhan itu, langsung bingung melihat kedatangan Saras dan ia langsung duduk di badan mobil Sam dengan raut kesal.
Tak lama Sam datang, pria itu langsung bersembunyi agar tidak ketahuan dan Saras tentu saja langsung berakting seperti yang mereka sepakati tadi.
"Dasar pembohong!!!!! kau!!!! aku benci!!!" Sam sedikit kaget melihat akting Saras yang mengamuk seperti sungguhan.
"Maaf aku...."
"Maaf?? tidakkah kau tahu aku menunggu mu sejak tadi? aku mengubungi mu tapi kau tak membalas nya. Baik itu menelfon atau menulis pesan! kau bilang maaf?"
"Astaga aktingnya bagus juga, bahkan ia bilang menghubungi ku? sejak kapan ia tahu nomorku?. Oke² lupakan kita kembali ke laptop"
"Aku tidak sempat, kau tahu kan? Boss ku seperti apa? aku bisa kehilangan pekerjaan nanti nya. Kalau aku kehilangan pekerjaan lalu bagaimana nanti?" balas Sam
"Benar, nanti kita tak jadi menikah dan honeymoon di Bali" ujar Saras, mendengar hal itu Sam rasanya ingin tertawa, tapi apa boleh buat ia harus berlaga seperti ini.
"Itu kau tahu, jadi jangan marah lagi ya" ujar Sam
Setelah itu mereka diam sesaat, membuat suasana menjadi canggung, karena Saras kehilangan dialog nya dan Sam asyik dengan menunggu tindakan Saras berikutnya.
Sedangkan sosok itu mendengar pertengkaran itu, dan menyimpulkan bahwa itu kekasih Sam dan mereka saat ini tengah bertengkar.
"Dasar! ternyata dia sudah punya kekasih? apa Tuan muda tau?" ujarnya masih memantau kedua orang itu.
"Apa itu??" tanya Saras tiba tiba
"Ini bunga untukmu sayang, aku belikan supaya kau tidak marah lagi" ujar Sam yang geli sendiri mengatakan kata sayang.
"Lalu apa?" tanya Sam
"Aku ingin menghabiskan waktu bersama mu!" ujar Saras sedikit keras agar terdengar.
"Baiklah, aku akan membawa tuan Putri ku ini, kemanapun ia mau" ujar Sam
"Aku ingin pergi kebanyak tempat"
"Tapi.... itu..."
"Itu apa!!" sentak Saras membuat Sam sedikit kaget
"Ia galak juga" batin nya
"Waktuku tidak cukup....."
"Kan...aku tahu kau akan bilang begitu! selalu saja Tuan mu itu nomor satu aku nomor dua. Kalau begitu menikah saja dengan nya!! putuskan aku!!!" ujarnya membuat sosok itu terkekeh melihat pertengkaran itu.
"Bukan begitu...."
"Diam!!! aku marah!"
__ADS_1
"Aku..."
"Jangan bujuk aku!! aku marah!!"
"Sayang...." ujar Sam
"Apa?" balas Saras malas
"Aku akan lakukan apapun, asal kau jangan marah lagi" ujar Sam
"Sungguh???" tanya Saras
"Iya, sungguh" ujar Sam
"Kalau begitu habiskan waktu denganku! besok kau pergi lagi kan? karena itu aku ingin kita pergi dan melakukan hal yang menyenangkan" ujar Saras.
"Kalau begitu baiklah, apapun aku lakukan untuk kekasihku ini" ujar Sam membuat sosok yang memantau geleng geleng kepala
"Dasar bucin!! ternyata anak itu pintar juga! kalau begini aku sebaiknya pergi saja. Aku tidak tahan melihat kebucinan mereka lagi. Aku akan laporkan pada Tuan Muda bahwa kaki tangannya asik berkencan" ujarnya tak lama mengetik pesan di ponselnya dan segera mengirimkan pada Tuan Muda nya dan langsung pergi dari sana.
Sam melihat kearah mobil itu yang perlahan meninggalkan tempat itu dan Sam menghela nafasnya.
"Terimakasih" ujar Sam
"Sama sama" balas Saras, ia mulai beranjak dan Sam langsung menghentikan nya dan meminta Saras bingung.
"Ya??" tanyanya
"Ayo ikut aku! kau pasti penasaran kan?" ujarnya dan Saras mengangguk.
Dan sekarang mereka berada disini, di pusara yang bertuliskan Eisha Dirgantara. Itulah yang dibaca oleh Saras, ia penasaran akan siapa ini dan apa hubungannya dengan Sam tapi ia diam dan menunggu Sam bicara.
"Aku bersamanya, kenalkan namanya Saras ia adalah pemilik toko bunga yang selalu aku bawakan untukmu" Saras pun segera menunduk dan menyapanya
"Halo Eisha, aku Saras" ujarnya
"Maaf aku tidak bisa datang membawa Tuan muda, tapi aku berjanji ia akan kembali sedia kala dan datang kemari." ujar Sam
"Waktu akan mengubahnya dan waktu juga yang mengembalikan nya. Aku tidak bisa berbuat banyak, mungkin takdir akan memberikan jalannya segera"
"Tapi satu hal yang kau ketahui, Tuan Muda mengingat mu meskipun ia tak bisa mengingat nya, tapi aku selalu berdoa akan hal itu"
"Oh ya, satu lagi aku... maksudnya kami akan pergi dan ini merupakan kunjungan ku yang belum ku ketahui kapan datang lagi. Jadi jangan berpikir aku marah dan melupakan mu ya, dan bunga yang kubawakan untukmu sebenarnya adalah dari Tuan Muda, kau paham kan maksudnya" jelas Sam, Saras hanya memandangi pria itu yang mengoceh
"Kalau begitu aku pergi ya, doakan kami darisana" ujar Sam perlahan ia mulai pergi dan memegang tangan Saras.
"Dah Disha" ujar Saras
"Apa aku tanya saja ya?" batinnya melihat sam yang menggandeng nya.
__ADS_1
Bersambung......
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️❤️