Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Apa!!


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 12 siang, para warga kembali beraktivitas seperti biasa, seolah tidak ada penemuan yang mengejutkan mereka.


Rama, pria itu sedang berdiri melihat tubuh tak berdaya yang diperban itu dan dilumuri beberapa ramuan herbal.


"Jadi, apa kau sudah bersiap siap?" ujar Sid pada Rama.


"Hmmm?" ujarnya


"Jangan bilang kau lupa lagi" ujar Sid


"Tidak, seperti jadwal yang sudah di tentukan, lagipula masih ada setengah hari lagi kan?" balasnya.


"Baiklah, anggap saja begitu, tapi kau sudah siap kan barang barang mu dan yang lainnya"


"Iya, sudah hanya tinggal memasukkan peralatan ku saja" balas Rama yang menatap tubuh itu.


"Boleh ku bertanya?" ujar Sid


"Apa??" namun pria itu masih menatap kesana.


"Aku tidak mengerti..." Sid belum menyelesaikan ucapannya namun sudah disela oleh Rama.


"Mengerti apa??"


"Gadis itu, atau wanita itu" ujar Sid sambil menunjuk kearah ranjang itu.

__ADS_1


"Kenapa dengannya?" Rama tidak mengerti apa maksud perkataan temannya itu.


"Kau....."


"Mereka akan sampai 5 jam lagi!!" teriakan Math menghentikan obrolan keduanya.


"Math tidak bisakah pelan kan suaramu?" ujar Rama memperingati pria itu.


"Maaf, aku tidak sengaja" ucap Math merasa bersalah.


"Aku ingin menyampaikan...."


"Kita keluar saja" Rama menarik tangan Math dan Sid meninggalkan ruangan itu.



"Jadi ada apa??" Rama membuka suaranya


"Jemputan kita akan datang jam 5 nanti, mereka mengubungi ku tadi" ujar Math


"Baguslah kalau begitu" ujar Sid


"Rama, kenapa?? ada masalah? kau diam saja sejak tadi" tanya Math karena hanya dia dan Sid saja yang bicara selama 10 menit tapi Rama tidak mengatakan apapun lagi.


"Tidak ada, aku akan pergi memeriksa gadis itu" Rama mulai beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Ayolah Rama, ia tidak akan kemana mana, aku rasa kau buang buang waktu saja" ujar Math membuat Rama menghentikan langkahnya.


"Apa maksudmu!" ujarnya


"Kita akan segera pergi, untuk apalagi mengurusi gadis itu, akan ada penduduk yang mengurus nya"


"Ia tidak bisa ditinggalkan disini!, kondisinya sangat buruk!" jelas Rama


"Lalu apa yang akan kau lakukan?, kau bukan dewa, kau hanya Dokter spesialis penyakit jantung Rama, apa yang bisa kau lakukan?" Math terus melontarkan pertanyaan pada Rama.


"Aku rasa ia mungkin tidak akan bisa bertahan, kita semua tau luka yang dideritanya dan juga ia hanyut dan terbawa kemari. Kau pikir saja apa seseorang seperti itu akan selamat, mungkin jika dibawa ke rumah sakit tidak masalah, tapi ini adalah kawasan pulau!" Pria ini dibalik kekonyolan nya, mulut nya bisa melontarkan kata pedas.


"Pertanyaan yang bagus, kau ingin tau apa yang akan ku lakukan?" Rama mendekati Math, sedangkan Sid yang penasaran hanya mendengarkan saja.


"Iya, apa yang kau lakukan?" Math bertanya dan berhadapan dengan Rama


"Aku akan membawa nya bersama kita!" ucapan itu spontan membuat kedua pria itu kaget tak percaya.


"Apa!!!!!" namun teriakan itu tak digubris oleh Rama ia segera pergi dari sana.


Bersambung......


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️


Dan nggak kerasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan Suci Ramadhan, terimakasih kepada reader yang sudah mampir dan memberikan dukungannya untuk karya receh author ini. Semoga selalu dukung dan ikuti ceritanya ya🤭, Author ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Salam dari Padang, Sumatra barat semuanya terimakasih banyak ❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2