Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Pernah Mendengarnya


__ADS_3

Suasana menjadi hening dan tegang ditambah lagi dengan sepasang manik mata yang saling berpandangan satu sama lain. Kabir datang dan membuat sedikit keributan di kantor Veer membuat Sid terpaksa menghubungi pria itu.


"Ada apa kau kemari?" tanya Veer tanpa basa-basi.


"Dimana Alice?" tanya balik Kabir tak kalah dinginnya.


"Kenapa bertanya padaku? Memang ada urusan apa kau dengannya?"


"Sangat banyak! Katakan saja dimana dia? Kau sembunyikan dimana!"


"Tuan Kabir, sepertinya anda sangat berlebihan."


"Berlebihan?"


"Lagipula atas dasar apa kau menuduhku? Lagipula kalaupun Alice pergi ia tidak hanya menemui ku saja."


"Seharusnya aku yang bertanya padamu, kau seolah-olah terlihat cemas seperti kehilangan kekasihmu daripada cemas kehilangan seorang rekan kerja."


"Atau kau memang menyembunyikan sesuatu?"


"Sepertinya kau tidak bodoh," ujar Kabir.


"Tebakanku benar ternyata!"


"Baiklah, sekarang katakan dimana dia?"


"Tuan Kabir, sepertinya anda lupa... oh bukan, aku belum beritahu kalau Alice adalah kekasihku!"


"Kekasih?" Balas Kabir mengejek.

__ADS_1


"Tentu saja, siapapun tau akan hal itu."


"Tapi aku tidak tahu dan tidak mendengarnya, apalagi dari mulut Alice sendiri." Sontak saja hal itu membuat Veer semakin tak suka.


"Lagipula dia bukan Alice mu melainkan Eisha ku!"


"Eisha?" Veer merasa pernah mendengar nama itu dan ingatannya tiba-tiba berputar dimana ia mendengar sosok wanita yang bekerja di butik ibunya saat itu.


Siang itu Veer dipanggil oleh Rekha ke butiknya untuk mengambil pesanan milik ayahnya. Setelah berhasil mendapatkan yang dicari, saat akan turun ia melihat seorang wanita yang bekerja di butik ibunya sambil memandangi Alice yang tengah berada di dalam mobil menunggu dirinya.


Wanita itu terlihat tegang dan tak percaya deh apa yang ia lihat, seolah Alice adalah hantu atau sosok yang datang tiba-tiba.


Tapi dalam pikiran pria itu, mungkin saja hanya hal biasa dan ia melanjutkan perjalanannya namun, langkahnya terhenti saat mendengar wanita itu memanggil Alice dengan sebutan Eisha.


Karena tak tahan lagi, ia segera mendekati wanita itu dan menepuk pundaknya membuat wanita itu kaget bukan main.


"Kau bilang apa tadi?" tanya Veer membuat wanita itu awalnya tidak mengerti.


"Maksudnya siapa?" tanyanya balik.


"Dia!" tunjuk Veer langsung membuat wanita itu menelan ludahnya.


"Bukan apa-apa Tuan, aku salah panggil," ujarnya mengelak dan segera pamit dari sana.


"Kalau begitu saya..."


"Pergi dari sini kau... dipecat!"


"Tapi..."

__ADS_1


"Katakan, kau bilang dia siapa tadi?" karena tidak ingin dipecat, ia segera mengatakannya.


"Eisha, tapi sungguh saya yang salah," ujarnya dengan takut.


"Kenapa..."


"Veer!" panggil seseorang yang perlahan mendekati kedua orang itu.


"Kenapa lama sekali? Sudah siap?" tanya wanita itu membuat wajahnya terlihat jelas dimata pegawai itu.


"Ini..."


"Kalau begitu saya permisi Tuan." Dengan cepat ia segera pergi meninggalkan tempat itu yang masih membuat Veer bertanya dan Alice bingung melihatnya.


"Apa dia kekasihmu?" tanya Alice yang menduga saja.


"Tidak! ia hanya pegawai biasa saja. Aku tadi ada perlu dengannya," ujar Veer.


"Ayo, kita pergi!" ajak Veer yang langsung diangguki oleh Alice dan mereka meniggalkan tempat itu, hingga mobil itu menghilang dari sana. Sepasang mata masih menatap mobil itu dengan wajah yang gusar dan tegang.


"Apa itu benar dia? Tapi itu tidak mungkin! Aku rasa aku hanya salah lihat!"


"Yang benar saja, gadis kampung itu bisa datang kemari dan berdandan seperti itu. Pasti hanya mirip saja," ujarnya lalu pergi masuk kembali ke kantor.


Hayoo... ada yang tau siapa dia?


Bersambung....


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2